1. Beranda
  2. Disleksia
  3. 10 tanda anak saya memiliki disleksia
Dipublikasikan pada Disleksia

10 tanda anak saya memiliki disleksia

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Meski sering terabaikan di sekolah, disleksia dalam berbagai bentuk, menurut beberapa studi dan perkiraan, menjadi kenyataan pahit bagi hingga satu dari lima anak. Pada anak-anak pendidikan khusus, angkanya bahkan bisa mencapai tiga dari lima. Untuk membantu mereka, kita perlu memberi perhatian khusus dan menyesuaikan pendekatan belajar, materi, pekerjaan rumah, serta pedagogi secara umum. Tapi, apa saja tanda disleksia yang paling umum dan bagaimana cara mengenalinya?

Gambaran Umum Disleksia

Sebelum mencari tanda-tandanya, mari pahami dulu apa itu disleksia. Definisinya memang bervariasi tergantung referensi, apalagi soal istilah, namun di sini kami akan memberikan gambaran umum sesuai pemahaman masyarakat.

Singkatnya, disleksia adalah jenis kesulitan belajar yang berkaitan dengan masalah memahami, mengeja, dan mengucapkan kata. Meski gejala mirip kadang dikaitkan dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), penting diingat bahwa keduanya berbeda dan hanya saja sering muncul bersamaan.

Penting juga untuk tahu bahwa anak dengan disleksia umumnya tidak mengalami gangguan lain. Sebagian besar motorik mereka baik, kemampuan kognitif setara dengan teman sebaya, dan semangat belajarnya tetap tinggi. Disleksia terutama adalah kesulitan dalam membaca. 

Gejala Disleksia

Bagaimana disleksia muncul? Seperti gangguan serupa lainnya, disleksia berada dalam spektrum, jadi cara mendiagnosisnya tidak selalu sama. Namun ada beberapa gejala umum yang sangat mungkin mengindikasikan disleksia.

Lambat bicara atau sulit mempelajari kata baru

Lambat bicara tidak selalu menandakan masalah, tetapi bisa menjadi petunjuk adanya kesulitan membaca. Biasanya karena lemahnya kesadaran fonologis dan sulit menganalisis kata sebagai rangkaian bunyi. Gejala lain di luar bicara, misalnya motorik kurang baik, bisa jadi tanda gangguan lain di luar disleksia.

Membalik urutan bunyi

Sebagian anak dengan disleksia tetap dapat mengenali bunyi, namun sering kesulitan menyusunnya dengan benar. Mereka kerap menukar urutan suku kata atau mengalami metatesis (membalik bunyi/terbalik mengucap atau menulis kata, misalnya menulis 'roti' jadi 'tori').

Sulit menghafal lagu anak-anak

Kesulitan menghafal lagu anak-anak juga bisa jadi tanda disleksia. Karena lagu anak biasanya mudah diingat, anak yang kesulitan mengenal atau mengingat lagu tersebut mungkin mengalami gangguan belajar.

Perkembangan lambat di sekolah

Jika anak Anda di sekolah tidak bisa mengikuti kecepatan membaca teman-temannya, kemungkinan besar ia memerlukan bantuan profesional. Kesulitan berinteraksi dengan teks adalah gejala umum disleksia.

Ejaan buruk

Anak SD dengan disleksia biasanya kesulitan mengeja dengan benar. Mereka sering sulit membedakan huruf, dan cenderung melihat huruf seperti kabur atau tidak jelas bentuknya.

Sulit belajar bahasa asing

Anak yang lebih besar, seperti SMA, juga bisa memperlihatkan tanda disleksia. Salah satu yang paling jelas adalah kesulitan mengikuti pelajaran bahasa asing. Namun perlu dibedakan antara memang tidak tertarik bahasa asing dengan adanya gangguan belajar.

Kurang percaya diri menghadapi tugas bahasa

Anak kecil sering merasa tidak percaya diri saat diberi tugas bahasa, misalnya mengeja, membaca, atau bahkan tugas sederhana seperti menghafal huruf, hari, atau bulan.

Kesulitan dengan karya sastra

Membaca karya sastra bisa jadi tantangan bagi banyak anak usia sekolah, tapi bagi penyandang disleksia, tantangannya jauh lebih besar. Mereka bisa kesulitan memahami kata-kata yang sebenarnya sudah familiar atau merangkum cerita.

Kesulitan dalam matematika

Bahasa dan sastra bukan satu-satunya yang terasa sulit bagi anak dengan disleksia. Matematika juga sering menjadi hambatan, bahkan sejak kelas satu SD. Namun masalah matematika juga bisa menandakan gangguan lain, misalnya diskalkulia.

Sering lupa nama orang

Semua orang kadang lupa nama, tapi jika terjadi sering dan sampai mengganggu interaksi sosial, ini juga bisa menjadi salah satu tanda disleksia.

Alat bantu mengatasi disleksia

Menghadapi masalah membaca seperti disleksia memang tidak mudah, tapi dengan bantuan teknologi bantu, bahkan anak dengan disleksia berat pun tetap bisa berinteraksi dengan teks dan menjalani kehidupan belajar yang produktif di sekolah maupun di luar kelas. Kami menyarankan penggunaan aplikasi text to speech (TTS).

Speechify

Speechify adalah alat TTS yang dirancang khusus sebagai asisten membaca untuk penyandang disleksia, jadi cocok untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tugas sekolah hingga hiburan, di segala level kemampuan membaca anak Anda.

Misalnya, Speechify mendukung puluhan bahasa, sehingga menjadi tool belajar bahasa asing yang bagus. Anda juga bisa mengimpor dan mendengarkan e-book kalau belum ada versi audiobook di Audible, jadi masalah membaca karya sastra tadi bisa teratasi.

Sebenarnya, semua bisa diubah jadi audiobook di Speechify. Lewat OCR canggih, Anda bisa scan gambar dan mengubah bacaan cetak jadi audio. Menarik, kan? Coba sendiri.

NaturalReader

NaturalReader adalah alternatif yang bagus untuk Speechify. Mudah diakses di semua platform besar, juga tersedia web client, jadi bisa dipakai di mana saja asalkan ada internet yang stabil.

NaturalReader sangat membantu siswa SD saat membaca kata asing, dan juga bagi pembelajar bahasa asing yang ingin latihan mendengar audio tambahan.

Voicely

Jika Anda ingin alat yang lebih profesional agar bisa digunakan banyak anak dan membantu mereka belajar bersama, cobalah Voicely.

Aplikasi ini canggih dan punya suara realistis serta berbagai pengaturan agar audio Anda terdengar autentik, dengan jeda, penekanan, dan detail lain yang membuat suara lebih manusiawi.

Nikmati suara AI tercanggih, file tanpa batas, dan dukungan 24/7

Coba gratis
tts banner for blog

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.