Mengajar siswa dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) penuh tantangan. Anda tidak bisa memakai cara yang sama seperti ke pembelajar lain, jadi apa sebaiknya yang dilakukan?
Cara terbaik untuk mulai adalah membaca buku-buku ADHD utama untuk guru pendidikan khusus dan psikolog sekolah.
Buku ADHD terbaik untuk guru
Ada banyak cara membantu anak-anak dengan ADHD agar pengalaman belajarnya lebih baik. Selain mendampingi anak, Anda juga perlu mengikuti praktik dari ahli ternama.
Wawasan mereka bisa Anda temukan di buku-buku berikut:
Answers to Distractions
Buku ini mengupas salah satu alasan jutaan orang kurang berprestasi. Penulisnya, Edward M. Hallowell, mengungkap mengapa mereka kesulitan mengelola pekerjaan, sekolah, dan kehidupan sosial.
Menurutnya, attention deficit disorder (ADD) dan ADHD adalah penyebab utamanya. Ia memberi solusi praktis atas berbagai tantangan saat Anda ingin mengajar anak ADD/ADHD.
Answers to Distractions bak panduan untuk ADD/ADHD. Format tanya jawab membuat penjelasannya mudah diikuti. Buku ini juga membahas karakteristik murid ADHD, seperti masalah fokus dan agresi berulang.
Salah satu poin utama buku ini adalah cara mengenali siswa dengan ADHD. Anda juga akan mendapat saran untuk membantu mereka berkembang meski ada gangguan. Ini bisa membantu transisi antarsekolah jadi lebih mulus.
The ADHD Book of Lists
The ADHD Book of Lists (edisi ke-2) adalah sumber luar biasa untuk guru SD maupun SMA. Sandra F. Rief menyajikan banyak strategi, solusi, dan alat untuk mengajar anak ADHD.
Ada beragam cara meminimalkan masalah ADHD lewat intervensi khusus bagi orang tua dan guru. Tujuannya, membantu siswa dengan gangguan ini mengikuti teman-temannya dan lebih berhasil.
Buku ini juga unggul dari segi format. Buku ini bisa dibuka rata di meja, sehingga mudah dibaca dan dipahami. Ada juga berbagai formulir, alat, dan daftar periksa yang bisa Anda salin untuk kelas.
Panduan ini banyak dipuji karena gambaran ADHD-nya akurat. Dimulai dari tanda-tanda diagnosis pada anak kecil, lalu contoh nyata untuk meningkatkan pengalaman belajar dan fungsi eksekutif mereka.
Managing ADHD in School: The Best Evidence-Based Methods for Teachers
Buku berikutnya yang wajib dibaca guru adalah Managing ADHD in School karya Dr. Russell A. Barkley. Ia memberikan lebih dari 100 rekomendasi bagi profesional yang menangani dan mendidik anak serta remaja ADHD. Ia memaparkan cara terbaik mengurangi gejala kondisi ini.
Guru menyukai buku ini karena fokus pada masalah nyata di kelas saat mendidik siswa ADHD. Dr. Barkley menjelaskan setiap masalah, penyebab, dan bagaimana gejalanya muncul.
Beliau juga memberi intervensi dan strategi kelas yang efektif agar pembelajaran dan keterampilan sosial makin optimal.
Contohnya, penulis menganjurkan pemberian hadiah untuk siswa yang berperilaku baik. Ada juga metode disiplin, obat, dan pendekatan lain yang bisa dilakukan guru setelah berdiskusi dengan orang tua dan dokter demi diagnosis yang tepat.
Barkley menulis setiap bagian dengan bahasa sederhana dan relevan agar mudah dipahami serta diterapkan guru di kelas.
The ADD Hyperactivity Workbook
ADD Hyperactivity Workbook karya Harvey C. Parker dirancang untuk guru, siswa, dan orang tua. Buku kerja ini membantu semua pihak memahami ADHD/ADD dan cara mengelolanya.
Workbook ini ideal untuk guru karena menunjukkan bagaimana siswa memperoleh manfaat dari kelas inklusif. Ada studi kasus dan panduan rinci menciptakan lingkungan belajar efektif agar semua siswa mendapat hasil maksimal.
Learning Outside the Lines
Memoar Jonathan Mooney dan David Cole ini memberi sudut pandang langsung tentang ADHD. Para penulis membagikan pengalaman hidup dengan kondisi ini dan bagaimana mereka menjalaninya hingga menjadi mahasiswa Ivy League.
Guru bisa memanfaatkan insight mereka untuk membantu siswa meraih kesuksesan akademik. Buku ini membantu guru memahami seperti apa rasanya hidup dengan ADHD dan mengingatkan bahwa kondisi ini bukanlah hambatan, melainkan keunikan.
ADHD: The Great Misdiagnosis
Dr. Julian Stuart Haber membahas perbedaan ADHD dan kondisi lain yang kerap keliru didiagnosis sebagai ADHD lewat ADHD: The Great Misdiagnosis.
Buku ini mengajarkan guru agar fokus pada kemampuan dan pengalaman siswa untuk mencegah salah diagnosis. Wawasan ini memungkinkan penyesuaian materi agar anak ADHD bisa mengikuti pelajaran.
Menerapkan strategi pengajaran ADHD alternatif
Selain buku, guru juga bisa menyederhanakan pendekatan untuk siswa ADHD dengan beberapa cara lain.
Salah satunya, mengatur posisi duduk yang tepat. Siswa ADHD sebaiknya duduk paling dekat dengan Anda agar lebih mudah diawasi. Pastikan juga tidak ada gangguan seperti siswa ribut, pintu, atau jendela di dekat mereka.
Membangun rutinitas yang jelas juga strategi jitu. Rutinitas membantu murid berkebutuhan khusus tetap fokus dan mengurangi gangguan. Tidak perlu merinci semuanya, cukup menuliskan tugas di papan tulis saja, sudah sangat membantu.
Selanjutnya, bagi proyek dan pelajaran besar jadi bagian-bagian kecil sambil memvariasikan materi dan konten. Misalnya, gunakan permainan, perangkat elektronik, dan buku kerja interaktif. Cara ini bisa membantu siswa Anda lebih fokus.
Terakhir, jangan lupa soal text to speech (TTS). Teknologi ini memudahkan anak ADHD, disleksia, dan lainnya memahami tulisan tanpa harus membaca. Dengan mendengar suara alami, mereka bisa belajar tanpa tekanan teman atau kecemasan.
Gunakan Speechify – solusi text to speech untuk ADHD dan pendidikan
Semakin banyak perusahaan mengembangkan solusi TTS untuk membantu penyandang ADHD dan lainnya. Namun, belum ada yang secanggih aplikasi terdepan – Speechify.
Guru yang memiliki siswa ADHD bisa sangat terbantu dengan Speechify. Speechify meningkatkan konsentrasi agar mendengarkan lebih mudah. Bisa juga mempercepat penguasaan kosakata.
Selain itu, Speechify membantu siswa ADHD menjadi pendengar yang lebih baik. Dengan fitur speed listening, mereka bisa mempercepat materi rekaman agar tak ketinggalan.
Speechify sangat cocok untuk mengajar anak dengan ADHD. Coba gratis platform-nya sekarang.

