1. Beranda
  2. Buku
  3. Dengerin buku audio di Spotify, worth it nggak?
Dipublikasikan pada Buku

Dengerin buku audio di Spotify, worth it nggak?

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Dengerin buku audio di Spotify pas banget buat kamu yang suka baca tapi nggak punya waktu buat duduk dan baca buku fisik. Dengan gampangnya streaming buku audio, kamu bisa nikmatin buku favorit sambil di jalan, kerja, atau santai di rumah.

Sedikit sejarah tentang Spotify

Spotify didirikan tahun 2006 di Swedia oleh Daniel Elk dan Martin Lorentzon. Kantornya berlokasi di Stockholm. Awalnya cuma tersedia di Eropa dan baru belakangan ramai dibahas sebagai layanan streaming musik baru di AS dan negara lain. Pada 2011, Spotify resmi hadir di AS. Dari awal, layanannya kurang lebih sama seperti sekarang—pengguna bisa nikmatin musik gratis dalam batas waktu tertentu dengan iklan, atau langganan premium. Seiring waktu, Spotify berkembang pesat lewat berbagai keputusan bisnis besar. Beberapa tahun lalu, Spotify bikin rekor dengan kerja sama bareng podcaster papan atas, seperti eksklusif Joe Rogan, yang makin mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama di dunia podcast. Akhir 2022, Spotify mulai masuk ke bisnis buku audio. Mengandalkan basis pengguna dan pengalaman di audio streaming, Spotify pengin jadi yang terdepan di pasar ini. Mereka langsung ngebut dengan membeli Findaway dan meluncurkan lebih dari 300.000 judul buku audio di hari pertama. Perusahaan seperti Audible butuh waktu bertahun-tahun buat ngembangin koleksi, tapi Spotify langsung tancap gas. Menariknya, walau dulu pertama rilis di Eropa lalu AS, fitur buku audio Spotify untuk saat ini baru tersedia di AS dan akan menyusul ke negara lain.

Katalog Adalah Segalanya

Kalau milih layanan buku audio, katalog itu kunci. Orang pengin yakin kalau dengan langganan tahunan, mereka bisa nemuin banyak pilihan buku dari berbagai kategori dan genre. Spotify mulai dengan 300.000 judul, sekarang kemungkinan sudah lebih dari 500.000. Tentu saja, banyak bestseller dan buku populer yang masuk katalog ini. Tipsnya, coba free trial lalu cari buku favoritmu buat cek katalog sebelum mutusin. Audible sendiri katalognya nggak transparan, tapi diperkirakan lebih dari 760.000 judul. Jadi, kalau pakai Spotify, koleksinya sekitar 50% dari Audible, tapi bisa jadi semua buku favoritmu tetap tersedia. Spotify sekarang punya banyak pilihan buku audio, dari sastra klasik sampai bestseller modern. Banyak buku audio yang dibacain narator profesional, jadi pengalaman dengernya tetap mantap. Beragam paket langganan Spotify juga bikin akses ke buku audio jadi gampang. Keunggulan streaming adalah kamu bisa dengerin buku audio kapan saja, di mana saja, lewat aplikasi Spotify. Kamu juga bisa pindah perangkat dengan mudah, jadi bisa lanjut dengerin walau nggak lagi di depan komputer atau HP. Fitur sinkronisasi antar perangkat juga bikin kamu gampang nerusin dari posisi terakhir. Ini bantu kamu tetap ngeh sama alur cerita, dan praktis buat dengerin sambil bepergian. Model pembelian buku audio di Spotify juga beda. Layanan lain pakai sistem kredit, sedangkan Spotify pakai sistem beli per buku dengan harga eceran dan bakal tetap ada di koleksimu selamanya. Tapi harganya biasanya lebih mahal dari Audible. Model ini mirip beli film di Amazon Prime atau YouTube. Nggak ada layanan langganan bulanan khusus buku audio. Bahkan pelanggan Spotify Premium pun nggak dapat diskon—semua buku audio dijual dengan harga penuh. Pembeliannya lewat web, lalu otomatis muncul di aplikasi mobile. Saat ini belum ada buku audio gratis atau domain publik. Selain praktis, beberapa buku audio di Spotify juga punya fitur ekstra seperti kuis interaktif supaya materi lebih gampang diserap. Ada juga buku audio dengan bonus seperti wawancara bareng penulis atau info di balik layar. Intinya, dengerin buku audio di Spotify adalah cara seru buat menikmati buku tanpa perlu baca langsung. Dengan katalog luas, streaming yang praktis, dan fitur tambahan, Spotify cocok buat siapa saja yang pengin menikmati buku tanpa harus membaca. Spotify sudah lama jadi pemain utama di streaming audio. Pengalaman pakai aplikasinya konsisten enak dan terus diperbarui. Buat buku audio, kualitasnya juga tetap terjaga. Tentunya, aplikasi Spotify tersedia di Apple, Android, dan web. Ada juga pemain baru, Speechify, dengan koleksi mendekati 100.000 buku audio. Koleksi bestseller, domain publik, dan buku audio gratis juga tersedia di Speechify. Model pembayarannya berbasis langganan tahunan.
Keunggulan besar Speechify: ini juga aplikasi text to speech, jadi kamu bisa bundling dua produk dan nikmatin semua kelebihan audio. Semua buku audio di Speechify dibacain pengisi suara profesional, bukan AI. Lihat katalog di Speechify Audiobooks.

Nikmati suara AI tercanggih, file tanpa batas, dan dukungan 24/7

Coba gratis
tts banner for blog

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.