Audiobook di bawah 10 jam
Audiobook digemari banyak pendengar di seluruh dunia. Praktis, seru, dan memberi pengalaman membaca yang berbeda. Dengan layanan seperti Audible dari Amazon, ada banyak audiobook yang bisa dinikmati. Baik penggemar sci-fi maupun fiksi sejarah, ada banyak judul dari berbagai genre.
Namun, beberapa judul membutuhkan waktu lebih dari 15 atau 20 jam untuk selesai dan tidak semua orang punya waktu untuk mendengarkan kisah panjang. Saat berada di perjalanan atau sibuk bekerja, Anda mungkin lebih suka yang singkat dan tetap seru.
Daftar audiobook terbaik kami berisi cerita pendek berkualitas dari berbagai penulis yang bisa langsung Anda lahap kapan saja.
Audiobook singkat terbaik di bawah 10 jam
Deretan bestseller berikut durasinya kurang dari 10 jam, pas untuk pengalaman mendengarkan yang ringkas.
Another Brooklyn oleh Jacqueline Woodson
Kisah coming-of-age ini mengikuti August saat ia mengenang masa kecilnya di Brooklyn. Sang ayah membesarkan dua anak, dan ketika ia wafat, keduanya punya cara berbeda menghadapi duka.
August mencari teman untuk bersandar, sedangkan saudaranya memilih agama. Setelah 20 tahun berlalu dan August kembali ke Brooklyn, kota ini terasa asing. Ia harus berhadapan dengan masa lalu serta kenangan kehilangan, rasa bersalah, dan persahabatan yang hancur demi menemukan kedamaian.
Will Grayson, Will Grayson oleh John Green dan David Levithan
Dua remaja bernama Will Grayson menjalani hidup yang sangat berbeda. Takdir mempertemukan mereka di Chicago, dan akhirnya mereka masuk lingkaran pertemanan yang sama. Kisah remaja ini dipenuhi identitas palsu, musik, persahabatan, serta patah hati.
Judul ini sangat cocok didengarkan sebagai audiobook, karena dua naratornya berhasil menangkap humor dan suara khas kedua tokoh utama.
Frankenstein oleh Mary Shelley
Karya klasik Mary Shelley menceritakan Victor Frankenstein, ilmuwan jenius yang terobsesi menghidupkan ciptaannya. Saat berhasil, ia sadar telah menciptakan monster, bukan manusia sempurna. Victor menolak makhluk itu, yang kemudian melarikan diri dan mengenal alam, puisi, serta bahagia dengan hidup sederhana.
Merasa ditinggalkan manusia, makhluk itu mendambakan teman senasib. Shelley menulis kisah ini di tengah perubahan sosial besar, dan ceritanya mempertanyakan batas etis dalam sains.
The Graveyard Book oleh Neil Gaiman
Novel remaja bernuansa horor ini bercerita tentang bocah bernama Nobody Owens. Nobody, dipanggil "Bod", adalah yatim piatu yang diadopsi para penghuni gaib kuburan setelah keluarganya dibunuh. Bod bersahabat dengan hantu, belajar ilmu gaib, dan dekat dengan Scarlett.
Namun, saat pria misterius sering muncul di sekitar kuburan, Bod harus melindungi rumahnya dan mengambil keputusan terpenting dalam hidupnya.
Harry Potter and the Sorcerer's Stone oleh J.K. Rowling
Dengan sekitar delapan juta rating, buku Harry Potter pertama jadi salah satu judul terpopuler di Goodreads. Tokoh utamanya adalah yatim piatu yang tinggal di rumah bibi dan pamannya. Ketika pria asing muncul, hidup Harry berbalik arah. Ia tahu ternyata seorang penyihir yang akan belajar di Hogwarts, sekolah sihir ternama.
Meski akhirnya lepas dari pengasuh yang kejam, Harry tetap menghadapi banyak tantangan. Bersama sahabat barunya, Harry harus menghadapi musuh licik yang ditakuti seluruh dunia sihir.
The Poet X oleh Elizabeth Acevedo
Xiomara Baptista merasa terasing di lingkungannya dan dalam hubungannya dengan sang ibu. Sekolah juga tak banyak membantu; ia ingin bersuara tapi tak yakin pada kekuatan kata-katanya. Karena itu, Xiomara mencurahkan pikirannya dalam buku catatan kulit.
Namun setelah ikut klub puisi slam, ia mulai bertanya-tanya seperti apa rasanya membacakan puisinya sendiri. Meski tak semua orang peduli, Xiomara tetap bertekad untuk tidak bungkam.
Ini adalah novel debut Elizabeth Acevedo, penyair slam ternama. Novel ini meraih National Book Award untuk Sastra Remaja.
Binti oleh Nnedi Okorafor
Novel fiksi ilmiah Okorafor ini menceritakan Binti, orang pertama dari kaumnya yang diterima di Oomza University. Namun, menuntut ilmu berarti meninggalkan keluarga dan menempuh perjalanan antargalaksi yang berbahaya. Binti paham betul pentingnya pendidikan dan rela melakukan apa saja demi kuliah, meski harus bepergian bersama orang-orang yang tak menghargai adatnya.
Ia juga harus berhadapan dengan Meduse, ras yang berperang dengan Oomza University. Demi selamat, Binti harus mengandalkan pengetahuannya serta kearifan nenek moyangnya.
And Then There Were None oleh Agatha Christie
Novel ini berbeda dari karya Christie lainnya. Sang "ratu kriminal" menulis kisah tujuh orang asing yang diundang ke pulau terpencil tanpa tahu siapa pengundangnya. Saat tiba, mereka baru sadar tiga staf di sana pun dipekerjakan oleh seseorang yang tak dikenal.
Saat para tamu mulai curiga dengan identitas tuan rumah yang tak pernah muncul, terjadi pembunuhan. Lalu satu lagi. Untuk bertahan hidup, para tamu harus mengungkap si pembunuh. Tapi siapa yang bisa dipercaya? Versi audiobook dibacakan aktor Inggris Dan Stevens.
Speechify
Sudah menuntaskan semua di daftar ini dan masih belum puas mendengarkan sambil multitasking? Kabar baik, Speechify bisa mengubah setiap teks digital atau fisik jadi suara, mirip seperti podcast. Dengarkan berita digital saat berkendara atau bahan belajar tulisan tangan saat memasak dengan memindai catatan ke aplikasi. Dengan Speechify, semuanya jadi lebih mudah. Ada pilihan bahasa dan suara alami pria dan wanita beragam. Selain itu, Anda bisa atur kecepatan narasi dan menamatkan dokumen apa pun kurang dari 10 jam.
Coba Speechify gratis hari ini dan rasakan sendiri apakah ini cocok untuk Anda.
FAQ
Buku apa tentang gadis yang mencoba kabur dari sekte?
“Girl at the End of the World” karya Elizabeth Esther dan “Looking for Cassandra Jane” karya Melody Carlson sama-sama bercerita tentang perjuangan seorang gadis melepaskan diri dari sekte.
Apa manfaat mendengarkan audiobook?
Mendengarkan audiobook bisa meningkatkan kecepatan membaca, pemahaman, dan membantu mereka yang lebih suka pembelajaran multi-modal. Juga cocok untuk multitasking dan membantu menambah produktivitas.

