Disgrafia adalah salah satu gangguan belajar yang dapat memengaruhi anak-anak segala usia. Gangguan ini berdampak pada kemampuan menulis dan mengeja dengan baik. Namun, dengan penanganan serta alat yang tepat, disleksia tidak harus memengaruhi kesehatan mental dan kesejahteraan anak.
Apa itu Disgrafia?
Disgrafia adalah gangguan neurologis pada pembelajaran yang memengaruhi keterampilan menulis seseorang. Kondisi ini juga bisa memengaruhi kemampuan motorik halus, terutama pada usia dini. Disgrafia dapat dialami baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Gangguan belajar ini dapat memengaruhi berbagai aspek dalam proses menulis:
- Ejaan
- Keterbacaan
- Ukuran tulisan
- Jarak antar kata
- Ekspresi tertulis
Diperkirakan hingga 20% anak memiliki masalah menulis seperti disgrafia. Kondisi ini, serta lainnya seperti diskalkulia dan disleksia, umum terjadi pada anak dengan ADHD (gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas).
Gangguan ini mungkin tidak langsung terdiagnosis saat awal masuk sekolah, yaitu ketika kemampuan menulis mulai berkembang. Gejala umum disgrafia akan tampak saat anak mulai belajar menulis.
Tanda awal disgrafia meliputi:
- Sulit membentuk huruf
- Pegangan pensil kaku, canggung, dan terasa sakit
- Sulit mengikuti garis dan tetap di dalam margin
- Sulit membuat struktur kalimat dan mengikuti aturan tata bahasa dalam tulisan
- Kesulitan menuangkan ide dalam tulisan, meski lancar berbicara
Perlu diingat, beberapa gejala ini juga sering ditemukan pada anak dengan disleksia.
Gejala disgrafia bisa berubah seiring waktu. Umumnya, anak dengan gangguan belajar ini bermasalah dengan mekanika menulis. Mereka juga dapat menunjukkan gangguan motorik halus lain. Pada remaja dan dewasa, disgrafia dapat tampak sebagai kesulitan tata bahasa, sintaksis, dan pemahaman bacaan tertulis.
Disgrafia bukan penyakit saraf yang terpisah. Tetapi kesulitan menulis dapat sangat memengaruhi rasa percaya diri dan kesehatan mental anak.
Alat dan pilihan terapi untuk membantu siswa dengan disgrafia
Pegangan Pensil
Banyak anak dengan disgrafia kesulitan memegang pensil. Akibatnya, tulisan menjadi jelek dan sulit dibaca. Dukungan untuk mengubah cara anak memegang pensil bisa sangat membantu. Di sinilah manfaat pegangan pensil.
Tersedia banyak produsen alat tulis ergonomis yang membantu anak menulis. Sebagian besar pegangan dapat dipakai baik oleh pengguna kidal maupun tidak, dan ada juga alat khusus.
Pegangan pensil dirancang agar menyenangkan dan mudah digunakan, dan anak-anak umumnya menyukainya.
Terapi Okupasi
Salah satu cara terbaik menangani disgrafia adalah melalui terapi okupasi. Terapis okupasi bisa mendampingi anak di sekolah atau di rumah.
Inti terapi okupasi adalah fokus pada gerakan dan aktivitas yang sering dijalani anak setiap hari.
Pendekatan yang berbeda dapat digunakan sesuai kebutuhan anak:
- Latihan di rumah
- Latihan mengetik
- Mendiktekan kalimat sebelum menulis
- Latihan membentuk huruf
- Latihan multisensorik seperti menulis di udara
- Menulis di kertas bergaris
- Latihan menulis sambung
- Dukungan di sekolah/pendidikan khusus
- Waktu tes diperpanjang
- Tugas menulis dipersingkat
- Memberi salinan catatan, bukan mewajibkan mencatat sendiri
- Menulis di kertas kotak-kotak
- Organizer grafis dan alat bantu menulis
Terapi okupasi bisa dibilang metode paling profesional dan efektif untuk menangani disgrafia.
Papan Miring
Papan miring membantu posisi tangan dan pergelangan anak agar menulis lebih mudah. Ini salah satu alat paling bermanfaat untuk memperbaiki tulisan anak dengan disgrafia.
Anak bisa memegang pensil dengan benar, menyalin dari papan tulis lebih cepat, dan menjaga postur tubuh tetap baik.
Berikut manfaat papan miring bagi anak dengan disgrafia:
- Membantu ekstensi pergelangan tangan
- Mendukung postur tubuh yang benar
- Mendukung pembelajaran & pemrosesan visual
- Meningkatkan kemampuan menyalin
- Mengasah motorik halus
Kurikulum Handwriting without Tears
Handwriting without Tears adalah metode multisensori yang melibatkan audio, visual, dan kinestetik. Program ini cocok bagi anak prasekolah hingga sekitar usia enam tahun.
Tujuan program ini ialah membangun otomatisasi menulis, kosa kata, dan pengetahuan alfabet, serta fondasi pengalaman menulis yang lebih mudah.
Ada berbagai layanan profesional tersedia, termasuk pelatihan guru, webinar, dan sertifikasi.
Alat bantu text to speech
Beragam text to speech dapat membantu proses belajar membaca. Baik membaca SMS, deskripsi produk, email, atau eBook, aplikasi ini mengubah teks tertulis menjadi audio.
Perangkat lunak text to speech tersedia untuk banyak perangkat, termasuk Android (Samsung, Nokia, Google Pixel) dan iOS (iPhone, iPad), komputer, dan screen reader.
Salah satu text to speech paling populer untuk anak dengan disleksia dan disgrafia adalah Speechify.
Speechify – alat bantu belajar untuk mengatasi tantangan menulis
Speechify adalah pembaca TTS yang membantu pelajar dengan disgrafia jadi lebih efisien menyelesaikan tugas harian. Siswa bisa menyalin teks dari buku atau sumber lain lalu dibacakan oleh aplikasi. Selain itu, aplikasi ini bagus untuk melatih keterampilan mendekode tulisan.
Dengan Speechify, siswa dapat mengenali kesalahan dan membetulkannya sendiri lewat audio dari teks yang mereka tulis.
Berikut fitur utama Speechify:
- Suara mirip manusia
- Bisa scan dan membacakan keras dokumen/catatan cetak
- Fitur mencatat
- Menyimpan konten di berbagai perangkat
- Kecepatan baca hingga 900 kata/menit
Tertarik mencoba Speechify? Kunjungi website resminya untuk mencobanya secara gratis.
FAQ
Apa terapi terbaik untuk disgrafia?
Setelah terdiagnosis, terapi okupasi adalah pilihan terbaik. Cara ini mengajarkan anak melatih kekuatan tangan dan pergelangan, membentuk huruf, dan lain-lain menggunakan berbagai bahan.
Apakah pegangan pensil membantu disgrafia?
Pegangan pensil bisa menjadi alat tulis yang efektif bagi anak dengan disgrafia. Namun, tidak selalu cocok untuk semua orang. Penting mencari produk yang menyangga jari dengan baik tanpa terasa berat.
Adakah obat untuk disgrafia?
Disgrafia bukan penyakit, jadi tidak ada obatnya. Penanganan terbaik ialah terapi okupasi dan alat daring yang memudahkan menulis serta mencatat.
Apakah disgrafia bertambah parah seiring bertambah usia anak?
Gejala disgrafia dapat berubah seiring waktu, tapi tidak selalu memburuk. Anak mungkin sulit membentuk huruf, dan saat remaja bisa mengalami kesulitan sintaksis maupun pemahaman tulisan.

