Teknologi disleksia bisa mengubah cara mengajar, dan kini ada banyak aplikasi serta program yang bisa dimanfaatkan.
Hal penting yang perlu dipahami guru tentang disleksia
Guru mampu membuat pembelajaran menarik. Dengan itu, anak bisa belajar dengan mudah dan berkembang di sekolah. Namun, bagaimana jika ada anak yang mengalami disleksia atau gangguan belajar lain? Mengikuti pelajaran akan lebih menantang, dan nilai mereka mungkin menurun. Tapi, ini bukan berarti mereka tidak bisa belajar; mereka hanya perlu pendekatan berbeda (fonologis) agar bisa memahami materi tanpa menghabiskan banyak waktu untuk membaca. Karena itu, pelatihan penting bagi guru agar dapat menyempurnakan metode pengajaran. Guru juga akan belajar tentang kesadaran fonemik dan bagaimana hal itu dapat membantu anak dengan disleksia.
Manfaat teknologi bantu di kelas untuk siswa disleksia
Penggunaan teknologi bisa bermanfaat bagi seluruh kelas. Walau fokus utamanya pada siswa disleksia, siswa lain juga bisa memakainya. Perlu diketahui, ada anak yang lebih mudah belajar lewat audio. Mereka tidak disleksia, tapi lebih suka mendengarkan rekaman atau buku audio. Teknologi bantu dapat menolong mereka juga. Untuk anak disleksia, ada banyak alat dan aplikasi untuk menghemat waktu serta memudahkan proses belajar. Salah satu contohnya adalah Speechify, aplikasi text-to-speech yang bisa mengubah teks menjadi audio. Speechify dapat digunakan untuk Google Docs, PDF, file txt, dan lainnya—dan semua bisa dimaksimalkan di kelas.
Program yang wajib dipakai dalam pengajaran disleksia
Ada berbagai program untuk anak disleksia yang berfokus mengubah cara belajar. Alih-alih langsung mengajarkan kata dan huruf, guru perlu mulai dari dasar. Studi tentang disleksia menunjukkan pendekatan fonik dan hubungan bunyi dengan huruf lebih efektif. Setelah anak paham kaitan bunyi dan huruf, belajar akan jauh lebih mudah. Salah satu program populer adalah Orton-Gillingham, meski bukan satu-satunya. Ada juga program multisensori dan pelatihan daring yang didukung International Dyslexia Association (IDA).
Rekomendasi teknologi pendidikan untuk anak disleksia
Jika Anda mencari alat bantu, ada banyak pilihan. Kunci pendidikan khusus adalah mencari cara memasukkan alat ke dalam kelas untuk membantu anak yang kesulitan membaca. Tidak ada jawaban pasti soal mana alat terbaik. Namun, ulasan ini akan membantu Anda melihat kelebihan dan kekurangan setiap alat. Berikut beberapa opsi terbaik yang bisa mendukung siswa disleksia di kelas Anda.
Alat text to speech
Text to speech telah mengubah dunia perangkat aksesibilitas dan kini tersedia di hampir semua perangkat & smartphone. Alat ini populer karena praktis, fleksibel, dan kualitas suaranya bagus. Cukup buka aplikasi, unggah file, dan aplikasi akan membacakan isi teks untuk Anda. Ingin yang terbaik? Coba Speechify yang juga bisa digunakan dalam berbagai bahasa sehingga siswa dapat belajar melafalkan kata asing. Bermanfaat juga bagi yang tidak disleksia untuk latihan. Speechify tersedia di iOS (iPhone/iPad), Android, Windows, Mac, dan ekstensi Google Chrome.
Pena scanner
Pilihan berikutnya adalah pena scanner. Cara kerjanya sederhana: ujung pena berfungsi sebagai pemindai teks. Berkat OCR, pena ini bisa mengubah teks jadi format digital. Beberapa model mendukung headphone sehingga Anda bisa mendengar bacaannya. Pena ini gabungan OCR dan text-to-speech—fungsi yang juga tersedia di Speechify. Kekurangannya hanya harga perangkat yang relatif mahal.
Aplikasi pemeriksa ejaan
Mengecek dokumen bisa sangat melelahkan bagi siswa yang kesulitan membaca. Jika anak juga mengalami disgrafia (sering muncul bersamaan dengan disleksia), tantangannya makin besar. Alat pemeriksa ejaan bisa sangat membantu; cukup tempelkan teks ke aplikasi, perangkat lunak akan memeriksa kesalahan secara otomatis, menghemat waktu dan mengurangi kecemasan. Bahkan yang tidak mengalami kesulitan membaca bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk memeriksa tugas. Ada banyak pilihan aplikasi pemeriksa ejaan yang akurat.
FAQ
Alat teknologi apa yang biasa dipakai di kelas untuk siswa disleksia?
Ada banyak pilihan alat bantu teknologi untuk siswa disleksia. Salah satu aplikasi paling populer saat ini adalah Speechify (text-to-speech). Alternatif lainnya seperti perekam suara, aplikasi pemeriksa ejaan & pencatat, pengenalan suara, prediksi kata, dan lain-lain.
Apa manfaat teknologi untuk siswa disleksia?
Menggunakan teknologi pendidikan dan berbagai aplikasi memungkinkan siswa tetap belajar tanpa terlalu terhambat disleksia. Masalah utama sering kali bukan tidak mampu mengikuti kelas, tetapi kesulitan membaca juga bisa berdampak pada kondisi mental dan kepercayaan diri siswa.
Kenapa penting guru memahami disleksia?
Penting memahami disleksia agar guru dapat mengerti kondisi siswa dan mendampingi pembaca yang kesulitan. Pengembangan profesional membekali guru dengan alat yang dibutuhkan dan mendorong perubahan metode mengajar agar semua siswa mendapat kesempatan belajar. Peningkatan kesadaran juga bisa membuat guru lain terinspirasi ikut lebih peduli pada siswa mereka.

