Cara mengatasi perfeksionisme
Apa pun yang Anda lakukan, Anda selalu ingin mencapai standar tinggi. Itu sikap yang baik. Namun, terus-menerus mengejar kesempurnaan bisa mengganggu kesehatan mental Anda. Setiap ketidaksempurnaan bisa membuat Anda sangat mengkritik diri sendiri dan sulit menerima kesalahan. Rasa takut gagal juga bisa memicu pola pikir negatif yang justru menghambat Anda untuk sukses. Karena itu, penting mengenali tanda-tanda perfeksionisme dan mulai bertindak.
Pentingnya mengenali tanda-tanda perfeksionisme
Menjadi perfeksionis membuat Anda menetapkan ekspektasi yang tidak realistis. Masalahnya, standar ini mustahil dicapai, sehingga Anda terjebak dalam siklus mencoba-gagal yang menggerus rasa percaya diri. Mengenali tanda-tanda perfeksionisme adalah langkah pertama untuk melepaskan pola pikir perfeksionis. Dengan menerima ketidaksempurnaan, Anda terhindar dari kritik diri yang keras dan lebih mudah mencapai tujuan.
Tanda-tanda umum perfeksionisme
Bagaimana Anda tahu punya ekspektasi yang sulit tercapai? Perilaku perfeksionis biasanya punya beberapa ciri yang mudah dikenali.
Sering burnout
Anda bekerja sangat keras sampai kebiasaan perfeksionis mengganggu kesehatan fisik dan mental. Akibatnya, Anda selalu kelelahan dan tidak punya energi karena terus memaksa diri terlalu keras.
Sering menunda pekerjaan
Anda tahu ada tugas yang harus diselesaikan. Tapi Anda kesulitan memulainya. Pikiran perfeksionis membuat tugas terasa berat. Ketimbang gagal, Anda memilih tidak mencoba sama sekali. Standar yang tidak realistis membuat Anda berhenti berusaha. Atau Anda justru sibuk dengan hal lain seperti media sosial saat menunda pekerjaan.
Mudah defensif saat dikritik
Wajar merasa kurang nyaman jika ada kritik negatif. Tapi perfeksionis sulit menerima kritik, cenderung terlalu defensif, bahkan bisa marah saat menerima masukan konstruktif.
Selalu butuh pengakuan
Rasa butuh pengakuan erat kaitannya dengan reaksi defensif terhadap kritik. Anda merasa perlu pengakuan orang lain untuk meredakan keraguan diri. Sayangnya, hal ini juga sering berhubungan dengan rendahnya kepercayaan diri karena menilai diri berdasarkan pendapat orang lain.
Semua harus sempurna
Apa pun yang dilakukan, Anda harus totalitas. Tapi perfeksionisme membuat Anda tak pernah merasa cukup puas. Hampir sempurna saja tidak cukup. Anda sulit melihat gambaran besar dan cenderung terjebak mengutak-atik detail kecil agar terlihat sempurna.
Punya OCD
OCD menyebabkan pikiran dan perilaku berulang, sehingga sering dikaitkan dengan perfeksionisme. Anda mungkin memiliki kondisi ini jika mengenali gejala berikut:
- Harus rapi atau simetris
- Takut menyakiti diri/sendiri atau orang lain
- Perilaku kompulsif seperti:
- Cuci tangan terus-menerus
- Bersih-bersih
- Menghitung
- Menimbun barang
- Mengatur barang
- Menyusun urutan
Takut gagal jadi pendorong
Pencapai tinggi terdorong oleh keinginan meraih tujuan. Perfeksionis kebalikannya. Rasa takut gagal mendorong mereka bekerja berlebihan demi hasil sempurna. Tidak ada kata 'cukup baik' karena takut gagal membuat terus memaksakan diri melewati batas.
Tips mengatasi perfeksionisme
Perfeksionisme perlu dilepas karena bisa menghambat pencapaian tujuan. Dengan tips berikut, Anda akan mulai lebih berwelas asih pada diri sendiri dan mampu menetapkan target yang realistis dan tercapai.
Coba terapi perilaku kognitif (CBT)
CBT membantu Anda mengubah cara berpikir dan memahami alasan di balik pola pikir tersebut. Terapi psikologis ini berfokus pada pola perilaku. Tekniknya antara lain:
- Belajar menghadapi rasa takut, bukan menghindar
- Teknik menenangkan pikiran & tubuh
- Role-play agar paham dampak negatif perfeksionisme
Istirahat & renungkan
Menyadari sifat perfeksionis adalah langkah penting untuk mengatasinya. Jika Anda sudah mengidentifikasi diri sebagai perfeksionis, cobalah jeda dan refleksikan pola pikir Anda. Pertimbangkan untuk menulis dan berdialog dengan diri sendiri mengenai dampak pola pikir tersebut. Kesadaran adalah pondasi upaya mengatasi perfeksionisme.
Fokus pada hal positif
Ketekunan membuat Anda ingin melakukan yang terbaik. Itu hal baik. Tapi ada perbedaan antara melakukan yang terbaik dan harus sempurna. Setiap selesai suatu proyek, kenali sisi positifnya. Tanyakan pada diri sendiri apa pencapaian Anda dan manfaatnya. Dengan fokus pada hal positif, Anda menjauhi pola pikir negatif.
Hindari pengaruh negatif
TV, media sosial, bahkan podcast bisa jadi pengalih saat menunda pekerjaan. Semuanya juga dapat memicu dorongan 'hustle culture' agar kerja lebih keras. Jika menurut Anda tontonan atau influencer berdampak negatif pada pola pikir, sebaiknya hentikan dulu interaksi.
Pilih Speechify sebagai solusi produktivitas untuk atasi perfeksionisme
Perfeksionisme bisa membuat Anda terjebak membaca berbagai materi saat bekerja tanpa henti. Aplikasi text to speech (TTS) seperti Speechify bisa membantu. Speechify membacakan teks digital yang Anda buka. Perfeksionis dapat menggunakannya untuk memperlambat ritme tapi tetap produktif. Dengan TTS, Anda bisa menikmati pekerjaan tanpa harus membaca cepat. Speechify tersedia untuk Android, iOS, macOS, dan Windows, dengan puluhan suara alami yang bisa dicoba gratis hari ini.
FAQ
Apakah perfeksionisme bisa diatasi?
Perfeksionisme bisa diatasi dengan teknik yang membantu melawan pola pikir negatif.
Apa penyebab utama perfeksionisme?
Penyebab utama perfeksionisme beragam, namun umumnya akibat ketakutan akan kegagalan.
Apa tiga tipe perfeksionisme?
Dr. Gordon Flett dan Dr. Paul Hewitt mendefinisikan tiga tipe perfeksionisme:
- Perfeksionisme dari orang lain
- Perfeksionisme dari diri sendiri
- Perfeksionisme pada orang lain
Apakah perfeksionisme penyakit mental?
Perfeksionisme bukan penyakit mental. Namun, bisa menimbulkan masalah kesehatan mental dan kadang terkait OCD.
Apa yang ditakuti perfeksionis?
Perfeksionis sering takut gagal.
Apa beda perfeksionisme sehat dan tidak sehat?
Perfeksionisme sehat mendorong Anda melakukan yang terbaik. Yang tidak sehat memaksa Anda kerja berlebihan hingga kelelahan.
Adakah obat untuk perfeksionisme?
Tak ada obat khusus untuk perfeksionisme, tetapi ada berbagai teknik untuk mengurangi dampaknya.
Apa manfaat mengatasi perfeksionisme?
Kesejahteraan mental yang lebih baik dan tercapainya tujuan pribadi adalah manfaat utama mengatasi perfeksionisme.
Apakah perfeksionisme menyebabkan cemas?
Perfeksionisme bisa menyebabkan kecemasan, walau tidak selalu.

