1. Beranda
  2. Buku
  3. Apakah 'curang' kalau mendengarkan buku? (audiobook)
Dipublikasikan pada Buku

Apakah 'curang' kalau mendengarkan buku? (audiobook)

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Apakah 'curang' kalau mendengarkan buku? (audiobook)

Banyak orang mengira mendengarkan audiobook itu curang. Mereka juga berpikir pendengar tidak butuh keterampilan khusus untuk memahami isi bukunya. Benarkah begitu?

Yuk kita cari jawabannya.

Dengar buku bukan curang – Ini alasannya

Sebelum bahas kenapa dengar audiobook bukan curang, mari kita lihat dulu kenapa orang menganggapnya begitu.

Mereka beranggapan kamu dapat manfaat membaca tanpa usaha keras. Kamu tetap dapat pengalaman penuh, tanpa rasa rugi. Artinya, mereka bilang kamu 'curang' karena dapat hasil tanpa benar-benar membaca.

Argumen ini menganggap mendengarkan butuh usaha lebih sedikit dibanding membaca. Ini ada benarnya sampai batas tertentu, tapi lebih pas untuk anak-anak usia SD ke bawah.

Menurut Daniel Willingham, profesor psikologi di University of Virginia, mendengarkan buku bukan curang karena perlu keterampilan yang sama dengan membaca. Setelah bisa mengenali kata-kata dalam teks, proses memahami kalimatnya sama.

Jadi, mendengarkan dan membaca sama-sama menuju pemahaman. Otakmu memproses kata tertulis atau lisan lewat cara yang disebut decoding. Karena itu, banyak studi menunjukkan pembelajar yang mendengar dan membaca hasil tesnya mirip bahkan sama.

Professor Willingham bukan satu-satunya yang mendukung membaca dan mendengar sebagai cara memahami teks. Melissa Dahl, co-founder “Science of Us”, juga berpendapat sama.

Jadi, kamu tidak perlu malu mendengarkan audiobook. Ini sama sekali bukan curang.

Audiobook itu bermanfaat

Sekarang sudah jelas dengar audiobook bukan curang, mari kita bahas manfaatnya. Audiobook memang sangat membantu. Bahkan, bisa lebih oke daripada membaca. Ini alasannya.

Mengatasi gangguan belajar

Jika kamu punya disleksia, gangguan penglihatan, atau hambatan belajar lain, membaca buku cetak bisa terasa berat. Maka, kamu perlu cara lain untuk menyerap informasi.

Audiobook adalah alat yang pas. Kamu bisa menikmati buku dalam format yang mudah diikuti, tanpa harus membaca kata per kata. Dengan ini, kamu bisa tenggelam dalam cerita seru di Speechify, Audible, dan platform audiobook lainnya.

Format audio juga mantap untuk membaca ulang. Dengan cara baru menikmati buku, kamu tidak gampang bosan. Bahkan bisa nemu detail baru.

Meningkatkan kemampuan literasi

Memahami lewat mendengar sangat membantu mengasah keterampilan literasi.

Misalnya, jika kamu kesulitan mengikuti teman-teman klub buku, audiobook sangat menolong. Kamu bisa menangkap detail cerita yang terlewat. Intonasi narator pun bisa membantumu memahami teks lebih dalam.

Audiobook cocok untuk semua level membaca. Baik kamu kewalahan dengan buku pelajaran SMP atau materi kuliah, audiobook bisa bantu pemahamanmu.

Secara keseluruhan, format mirip podcast ini memberi manfaat literasi seperti:

  • Akurasi membaca lebih tinggi
  • Meningkatkan kecepatan & kefasihan
  • Menambah kosakata & mengajarkan pelafalan
  • Memaksimalkan pemahaman & nilai tes dengan pembelajaran multi-modal

Mengurangi kelelahan mata

Menatap layar komputer atau HP 8-9 jam sehari bisa bikin mata lelah, rabun, dan penglihatan buram. Lama-lama, ini bisa berdampak lebih parah dan mengganggu produktivitas di sekolah atau kantor.

Audiobook membantu mengurangi masalah ini. Tanpa perlu membaca teks fisik atau digital, penglihatanmu tetap lebih terjaga.

Lebih sedikit pikiran negatif

Alasan lain memakai audiobook dalam aktivitas harianmu adalah untuk menghalau pikiran negatif. Saat mendengarkan orang lain membacakan konten favoritmu, rasa cemas & sedih bisa berkurang, berganti jadi lebih tenang dan lega.

Cocok untuk multitasking

Olahraga, menyetir, atau mencuci baju susah dilakukan sambil baca buku fisik. Tapi kamu bisa melakukan semua itu sambil dengar audiobook Harry Potter, The Chronicles of Narnia, dan audiobook seru lainnya.

Fokus lebih baik

Sebagian besar waktu, kamu pasti mencari cara agar bisa lebih fokus. Audiobook bisa membantumu meningkatkan fokus.

Kalau rentang perhatianmu pendek, sering dengar audiobook bisa menambah fokus. Kamu lebih mudah konsentrasi pada isinya, dan efeknya bisa terasa ke bidang lain, seperti di kelas atau kantor.

Ini juga alasan audiobook cocok untuk penyandang disabilitas. Jika kamu punya ADHD atau gangguan konsentrasi lain, buku audio bisa sangat membantu.

Terus dengarkan buku di Speechify

Tidak ada alasan menganggap audiobook itu curang. Efeknya setara bahkan kadang lebih baik dari membaca biasa, apalagi bila memakai platform seperti Speechify Audiobooks.

Perpustakaan Speechify menawarkan lebih dari 70.000 judul klasik & modern, termasuk The Total Money Makeover, The Art of Violence, dan To Kill a Mockingbird. Hanya butuh beberapa klik untuk daftar. Coba aplikasi audiobook keren ini sekarang.

FAQ

Bolehkah membaca buku sambil dengar audiobook?

Boleh. Mendengarkan audiobook sama baiknya dengan membaca buku cetak. Bahkan, beberapa materi lebih gampang dipahami lewat audiobook.

Bisakah kamu dengar audiobook sambil melakukan hal lain?

Kamu bisa mendengarkan audiobook saat di perjalanan, beberes, mencuci piring, atau olahraga.

Buku apa saja yang bisa didengar dalam bentuk audiobook?

Kamu bisa mendengarkan hampir semua jenis buku sebagai audiobook. Termasuk horor, thriller, misteri, fantasi, dokumenter, dan buku pengembangan diri.

Seperti apa suara audiobook?

Banyak audiobook punya narasi mendalam yang membawa nuansa dan tema buku seperti yang diinginkan penulisnya.

Bagaimana cara terbaik mendengarkan audiobook?

Cara paling enak mendengarkan audiobook adalah lewat platform terpercaya, seperti Speechify.

Nikmati suara AI tercanggih, file tanpa batas, dan dukungan 24/7

Coba gratis
tts banner for blog

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.