Teks ke suara untuk penerbit
Aplikasi teks ke suara menawarkan banyak manfaat, dan ada banyak alasan kenapa penerbit dan guru perlu memberi perhatian. Teks ke suara (TTS) dan suara ke teks (STT), atau pengenalan suara, adalah bagian penting teknologi seperti speaker pintar Google Assistant dan Alexa. Namun, penting dicatat bahwa teks ke suara dan sintesis suara adalah teknologi berbeda, dan kebanyakan aplikasi tidak punya dua fitur sekaligus.
Mari bahas mengapa teks ke suara begitu membantu industri penerbitan.
Manfaat teks ke suara untuk penerbit
Popularitas buku audio terus meningkat, dan penerbit perlu mengikuti tren ini. Manfaatnya sangat besar untuk dunia penerbitan.
Fokus pada alat teks ke suara memungkinkan penerbit digital menjangkau audiens lebih luas, dan ada banyak cara memanfaatkan teknologi TTS. Orang dengan gangguan penglihatan atau kesulitan membaca seperti disleksia sangat terbantu dengan aksesibilitas TTS saat membaca—bahkan pembaca kasual bisa menikmati pengalaman buku audio sambil multitasking. Aplikasi yang bisa mengubah teks apa pun jadi audio pasti disukai dan berguna dalam keseharian.
Keuntungan lainnya, penerbit tak perlu lagi membayar narator buku. Cukup gunakan aplikasi TTS untuk otomatis membacakan buku Anda.
Bagaimana teks ke suara membantu pemahaman dan kelancaran membaca
Bagi banyak orang, fokus pada konten tidak selalu mudah. Sering kali mereka justru terpaku pada proses membaca, sehingga pemahaman materi jadi berkurang.
Satu dari lima orang mengalami disleksia, membuat membaca menjadi tantangan tanpa alat bantu yang tepat. Mereka akan menghabiskan waktu lebih lama per halaman dan kesulitan memahami teks—namun mendengarkan teks dapat sangat membantu.
Teks ke suara juga membantu pelajar bahasa asing dengan memungkinkan mereka mendengar bahasa yang dipelajari kapan saja sambil mengikuti suara AI. Karena pembelajaran audio sangat penting untuk bahasa baru, TTS diyakini bisa meningkatkan kelancaran bicara.
Teknologi teks ke suara menawarkan alat berharga untuk siswa dan guru guna menunjang e-learning. Alat ini meningkatkan aksesibilitas, serta konversi teks menjadi buku audio atau podcast hanya dalam beberapa langkah.
Jenis perangkat lunak teks ke suara yang tersedia
Aplikasi dan alat teks ke suara hadir dalam berbagai bentuk, tapi ada beberapa kategori utama yang perlu dibedakan.
Pertama, Anda bisa pakai alat TTS bawaan. Biasanya sudah terintegrasi di hampir semua perangkat dan dikembangkan oleh perusahaan pembuat sistem operasi perangkat tersebut.
Ini artinya Anda bisa menemukan TTS buatan Google, Microsoft, Apple, Amazon, dan lainnya. Opsi kedua adalah aplikasi berbasis web yang online. Jika ingin pakai lewat website, Anda perlu koneksi internet.
TTS juga tersedia sebagai aplikasi, dan ada perangkat lunak untuk iOS, Android, Windows, Mac, maupun lainnya. Terakhir, ada yang berbentuk ekstensi Chrome dan browser lain, yang bekerja di berbagai halaman tanpa perlu salin/tempel teks.
Tentu saja, pilih yang paling cocok untuk kebutuhan penerbitan Anda. Umumnya alat ini mudah digunakan dan tak perlu ahli IT untuk mempelajarinya.
Speechify
Jika tak ingin repot dengan banyak teknologi teks ke suara, cukup pilih satu aplikasi lengkap seperti Speechify. Bisa dipakai di smartphone, PC, atau ekstensi Chrome.
Yang terpenting, Speechify menawarkan suara berkualitas tinggi yang terdengar alami seperti manusia. Mendukung format PDF, dokumen, dan lainnya—mudah diubah ke versi suara.
Anda tak perlu pusing dengan banyak aplikasi berbeda, kecocokan perangkat, atau antarmuka rumit—Speechify membuat semuanya lebih gampang. Anda bisa membuat akun dan menyinkronkan semua perangkat Anda.
Dengan Speechify, Anda dapat berbagi teks dan konten antar perangkat lewat iCloud, Google Drive, atau Dropbox. Mulai dengarkan di PC, lalu lanjutkan di gadget lain.
Speechify bisa mengekspor audio ke MP3 atau WAV, sehingga Anda dapat langsung melampirkan audio pada buku terbitan untuk diubah jadi buku audio yang dinikmati pembaca Anda.
Cara memilih perangkat lunak teks ke suara yang tepat
Pertanyaan utama adalah memahami kebutuhan Anda. Jika sudah jelas apa yang dibutuhkan, memilih aplikasi yang sesuai pasti lebih mudah.
Tapi ada beberapa faktor penting untuk dipertimbangkan. Misalnya, sebagian orang ingin belajar bahasa baru; akan sangat membantu jika aplikasi bisa mengucapkan kata secara benar.
Jadi, pilih aplikasi yang mendukung bahasa yang Anda pelajari. Seperti Speechify, ada banyak pilihan bahasa, aksen berbeda, dan suara sintetis yang bisa diatur agar terdengar lebih alami.
Speechify juga dilengkapi OCR yang memungkinkan Anda ambil foto halaman fisik untuk langsung dibacakan. Bisa mengubah konten fisik dan digital ke audio.
Contoh penggunaan teks ke suara di kelas
Fitur teks ke suara sangat berguna di kelas. API ini membantu guru meningkatkan pengalaman pengguna dan efektivitas belajar siswa. Ada murid yang lebih nyaman mendengarkan daripada membaca, dan hasil mereka lebih baik.
Sekali lagi, aplikasi TTS bisa mengubah cara belajar bahasa asing. Tidak semua guru penutur asli, dan kadang pengucapan diajarkan kurang tepat. Dengan TTS, masalah ini bisa diatasi.
Ini hanya sedikit contoh bagaimana teks ke suara dapat meningkatkan pembelajaran untuk semua siswa, termasuk SMA, persiapan SAT, atau mahasiswa. Pilihannya tak terbatas, dan Speechify jadi favorit untuk TTS di kelas.
FAQs
Apa teks ke suara terbaik?
Speechify adalah aplikasi teks ke suara terbaik saat ini. Menawarkan banyak bahasa, aksen, dan suara TTS untuk dicoba. Tersedia di semua platform, dan sangat mudah digunakan.
Bisakah mengunduh audio teks ke suara?
Beberapa alat TTS bisa mengekspor teks ke file audio—sangat berguna saat bepergian. Anda juga bisa menyinkronkan file via cloud untuk berbagi antar perangkat.
Apa suara AI paling realistis?
Salah satu suara sintesis paling realistis saat ini ada di Speechify. Mesin TTS-nya sangat kuat dan kualitasnya luar biasa. Anda bisa memilih suara selebriti, puluhan bahasa & aksen, suara pria ataupun suara wanita, bahkan mengatur kecepatan membaca.

