1. Beranda
  2. Studi Kasus B2B
  3. Proyek Leaves Legacy Gunakan Speechify API untuk Melestarikan Sejarah Pribadi
Dipublikasikan pada Studi Kasus B2B

Proyek Leaves Legacy Gunakan Speechify API untuk Melestarikan Sejarah Pribadi

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

#1 Generator Voice Over AI.
Buat rekaman suara seperti manusia
secara real time.

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Di era ketika suara para leluhur perlahan memudar, Proyek Leaves Legacy hadir sebagai pelopor inovasi sekaligus pengingat. Studi kasus ini mengulas bagaimana pendekatan mereka terhadap biografi virtual, dibantu oleh teknologi text to speech, mampu melestarikan warisan tak berwujud dari pengalaman manusia. Cerita pribadi tetap abadi dan bisa dibagikan lintas generasi. 

Tentang Proyek Leaves Legacy

The Leaves Legacy Project

Proyek Leaves Legacy berdiri pada 2022 berangkat dari kebutuhan pribadi yang dirasakan para pendirinya, pengusaha teknologi Michael O’Donnell dan desainer AI Anthony Phills, setelah kehilangan orang tua beserta sejarah dan kenangan berharganya. Tak ingin orang lain mengalami kehilangan serupa, mereka menciptakan biografer virtual pertama di dunia. Inisiatif ini bertujuan merekam, membagikan, dan mengabadikan kisah hidup melalui wawancara digital yang menggali momen-momen penting kehidupan. Proyek ini mewujudkan visi para pendiri untuk menyediakan layanan agar generasi mendatang bisa mengakses kisah leluhur mereka, sehingga cerita tersebut tetap hidup lama setelah sang penutur tiada.

Tantangan

Tantangan utama Leaves Legacy adalah merekam kisah secara rinci dan menarik, lalu menyajikannya dengan cara yang otentik dan hidup bagi siapa saja. Biografi tertulis atau album foto, meski berharga, sering kali tak mampu membawa kembali suara dan emosi, sehingga cerita terasa jauh dan datar. Para pendiri menyadari perlunya solusi yang interaktif dan personal. Di Leaves, kisah hidup dihadirkan sebagai antologi multimedia, di mana biografer virtual memanfaatkan text to speech dan speech to text untuk menulis dan menghasilkan cerita, lengkap dengan foto, video, musik, serta narator selebriti. 

Solusi: Integrasi Speechify Text to Speech API

Untuk mewujudkan misi mereka, Leaves Legacy mengintegrasikan Speechify Text To Speech API guna mengubah biografi tertulis menjadi cerita audio. Teknologi ini memberi pilihan untuk menikmati sejarah keluarga baik dengan mendengarkan maupun secara visual. Pengguna Leaves Legacy memiliki dua opsi narasi inovatif:

Narasi Profesional

Pengguna dapat memilih narator profesional dari pustaka suara Speechify, termasuk lebih dari 200+ suara AI realistis dalam 50+ bahasa, dialek, dan aksen. Pilihan ini ideal untuk narasi pihak ketiga dan menambah kesan universal sekaligus profesional pada cerita.

Voice Cloning

Agar lebih personal, pengguna juga bisa menceritakan kisah mereka dengan suara sendiri memakai API voice cloning Speechify. Setelah mengunggah contoh suara singkat, Speechify API membuat kloning suara yang bisa menarasikan ratusan cerita. Setiap biografi pun benar-benar terdengar dengan suara penuturnya sendiri.

Fitur Favorit

Dari beragam fitur Leaves, voice cloning Speechify API menjadi primadona. Fitur ini menghadirkan personalisasi cerita, memungkinkan pengguna mendengar kisah dengan suara penutur aslinya. Cerita tetap hidup dan bisa diwariskan lintas generasi, bukan sekadar teks tetapi lewat suara orang yang mengalaminya. Inilah kunci kedekatan emosional dan pelestarian kisah, yang menjadi andalan Leaves.

Dampak Kemitraan Leaves & Speechify 

How Leaves Legacy Project Works

Integrasi Speechify Text to Speech API di Leaves Legacy membuktikan betapa kuatnya teknologi digital untuk pelestarian sejarah pribadi. Teknologi ini bukan hanya membuat cerita mudah diakses, tetapi juga menyajikannya selaras dengan tujuan dan suara penuturnya. Seiring berkembangnya proyek, Leaves menjadi contoh bagaimana teknologi dapat menjembatani generasi, menjaga kisah masa lalu tetap hidup di masa kini dan mendatang.

Untuk info lebih lanjut tentang bagaimana Proyek Leaves Legacy memanfaatkan API Speechify dalam pelestarian sejarah pribadi, kunjungi leaves.us.

Hasilkan voice over, dubbing, dan cloning dengan 1.000+ suara dalam 100+ bahasa

Coba gratis
studio banner faces

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.