Apa beda text to speech dan voice to text?
Meski tampak serupa, text-to-speech (TTS) dan voice to text adalah teknologi yang saling berlawanan. TTS mengubah teks digital menjadi suara buatan komputer, sehingga konten punya versi audio. Sebaliknya, voice to text (atau transkripsi) mengubah ucapan menjadi teks tertulis.
Manfaat Text to Speech di Perguruan Tinggi
- Teknologi Bantu bagi Mahasiswa Berkebutuhan Khusus: Untuk siswa dengan hambatan belajar, seperti disleksia atau ADHD, software TTS bisa membantu mereka “mengejar” materi bacaan. Ini mendukung pemahaman dan pemrosesan bacaan, sangat berguna di perguruan tinggi dengan bahan yang padat.
- Mendukung Pembelajar Bahasa: Siswa ESL sangat terbantu saat teks dibacakan, sehingga literasi dan pemahaman materi ikut meningkat.
- Desain Universal: TTS menerapkan prinsip universal design dalam pendidikan, membuat materi lebih mudah diakses semua orang, termasuk tunanetra dan mahasiswa berkebutuhan khusus.
Kekurangan Text to Speech di Perguruan Tinggi
- Terlalu Bergantung: Sebagian siswa jadi terlalu mengandalkan TTS dan kurang mengasah kemampuan membaca mandiri.
- Kualitas: Tidak semua TTS punya suara yang enak didengar. Suara yang terlalu “robot” bisa mengganggu fokus.
- Kurang Sentuhan Manusia: Meski sudah dibantu AI, software TTS belum bisa sepenuhnya meniru intonasi, nuansa, dan emosi suara manusia.
Wawasan Biaya Rata-rata
Rata-rata biaya TTS di perguruan tinggi bergantung pada langganan institusi atau lisensi individu. Software TTS mandiri bisa gratis (fitur dasar) hingga versi premium di atas $100 atau lebih.
Institusi Terbaik untuk Studi TTS
Bagi yang ingin mendalami teknologi text-to-speech dan desain pembelajaran, pertimbangkan mendaftar ke institusi teknologi terkemuka yang menawarkan program teknologi pendidikan atau desain eLearning.
8 Software / Aplikasi Text-to-Speech Terbaik untuk Perguruan Tinggi
- Speechify Text to Speech: Speechify adalah software text-to-speech untuk mengubah teks tertulis menjadi suara, membantu memahami konten. Bagi civitas kampus, Speechify jadi alat penting di berbagai situasi.
- ReadSpeaker: Populer di pendidikan tinggi, ReadSpeaker menghadirkan suara alami yang meningkatkan pengalaman eLearning.
- Read&Write: Alat lengkap bagi penyandang disleksia, bukan hanya TTS, dengan beragam fitur pendukung.
- Natural Reader: Sesuai namanya, punya salah satu suara paling alami.
- Microsoft Word's Read Aloud: Sudah terintegrasi di Word, memungkinkan dokumen dibacakan langsung.
- Apple's Speak Screen: Fitur bawaan Apple yang bisa membacakan konten di layar.
- Chrome Vox: Pembaca layar di Chrome untuk halaman web dan materi daring.
- Speech Reader: Antarmuka sederhana, memudahkan konversi teks ke audio.
- AI Voice: Dengan AI canggih, menghadirkan suara mirip manusia untuk membaca teks digital.

