Defisit persepsi dan motorik visual bisa menghambat aktivitas dasar, tapi ada cara mengatasinya. Salah satu opsi terbaik adalah dengan menggunakan terapi dan alat bantu yang tepat.
Apa itu gangguan defisit persepsi dan motorik visual?
Gangguan defisit persepsi dan motorik visual memengaruhi gerakan mata (konvergensi dan divergensi). Jika gerakan mata tidak normal, seseorang tidak bisa menerima dan memahami data sensorik dengan baik.
Karena gangguan pemrosesan sensorik, mereka kesulitan memahami kata, fokus di kelas, dan mengingat informasi. Masalah ini sangat terasa pada anak-anak dan terlihat saat mencatat atau membaca di papan tulis.
Gejala aktivitas motorik perseptual yang kurang baik muncul di usia berbeda, tetapi biasanya makin jelas saat anak mulai belajar membaca dan menulis:
- Sulit menyalin informasi
- Kesulitan bernavigasi di area luas, misalnya di sekolah
- Mata gatal dan sakit (sering mengucek mata)
- Memiringkan kepala saat membaca atau memegang kertas dengan posisi aneh
- Sering lupa posisi terakhir saat membaca
- Pembentukan huruf salah, jarak tidak rata, tulisan sulit dibaca, atau kerapian tulisan buruk
- Memegang pensil terlalu keras sehingga memengaruhi tulisan tangan
- Menutup satu mata saat mengerjakan tugas atau membaca
- Huruf/simbol sering tertukar (melihat “d” jadi “b” atau “n” jadi “u”)
Tanpa penanganan, gangguan ini bisa memengaruhi kemampuan dasar seperti:
- Diskriminasi visual (membedakan ukuran, bentuk, warna)
- Memori urut visual (mengingat urutan benda)
- Figur-latar visual (menemukan benda di latar tertentu)
- Kemampuan spasial visual (memahami hubungan ruang)
- Closure visual (memahami bentuk utuh dari informasi yang hanya tampak sebagian)
- Form constancy visual (mengenali benda saat warna/bentuk berubah)
- Memori visual (mempelajari informasi lewat tampilan visual)
- Alat & terapi untuk meningkatkan keterampilan persepsi visual
Orang yang terdampak bisa memperbaiki kualitas hidupnya dengan alat dan teknik berikut.
Terapi okupasi
Terapi okupasi (OT) adalah profesi kesehatan yang berfokus pada intervensi dan asesmen agar individu atau kelompok bisa mempertahankan, memulihkan, atau mengembangkan aktivitas bermakna.
OT membantu penyandang masalah pemrosesan visual dengan berbagai teknik. Misalnya, metode adaptif (pra-membaca, scanning) untuk memperbaiki kualitas membaca.
Terapis okupasi membantu mengasah keterampilan untuk mengatur kegiatan harian, bekerja, membayar tagihan, dan aktivitas dasar lainnya. Namun, kamu perlu rutin melatih keterampilan itu.
Latihan figur-latar visual
Anak dengan persepsi figur-latar yang kurang baik biasanya kesulitan menemukan informasi di papan tulis yang penuh. Mereka juga mudah kehilangan fokus saat menyalin kata atau membaca peta.
Pengasuh bisa mencoba beberapa aktivitas berikut untuk mengasah kemampuan ini:
- Mencari baju – Buat tumpukan kaus atau kaus kaki dan minta anak menemukan miliknya. Jika mereka bisa menemukan benda penting di tengah latar yang ramai, ketajaman visualnya akan membaik.
- Menyortir pasta/sereal – Beri anak mangkuk berisi aneka bentuk pasta atau sereal. Minta mereka memilih warna sereal atau bentuk pasta tertentu dan menemukan sesuai perintah.
- Mencocokkan kartu – Campur beberapa kartu bergambar, lalu minta anak mencari gambar tertentu. Tambahkan beberapa kartu lain agar lebih menantang dan latar makin ramai.
Latihan closure visual
Anak perlu closure visual untuk membaca lancar dan mengingat kata maupun huruf. Mereka juga menggunakannya untuk mengenali kata dari susunan dan bentuk huruf.
Konsultasi dengan dokter mata atau optometrist (pelayanan mata primer) adalah cara terbaik melatih closure visual. Berikut beberapa cara lain yang bisa dicoba:
- Sembunyikan bentuk – Tutup sebagian bentuk dengan kain, lalu minta anak menyebut nama bentuknya. Atau minta mereka memasukkan objek ke lubang dengan bentuk yang tepat.
- Worksheet cetak – Efektif untuk anak yang lebih besar. Buat worksheet sendiri atau unduh dari internet. Pastikan tugas berfokus pada pengenalan visual. Anak tidak harus memakai pensil hanya untuk menebalkan garis yang hilang.
Labirin
Labirin membantu anak membimbing pensil melewati jalur. Tingkat kesulitannya beragam sesuai usia, tetapi tujuannya sama – membantu anak meningkatkan perencanaan gerak dan eksekusi gerakan. Selain itu, aktivitas ini menyenangkan sehingga anak lebih termotivasi.
Keuntungan lain dari labirin adalah melatih koordinasi tangan-mata. Anak melakukannya saat fokus melihat peta sambil menggerakkan jari mencari jalur yang tepat.
Pembaca teks ke suara
Teks ke suara (TTS) sangat membantu untuk defisit persepsi visual. Teknologi ini memudahkan orang memahami instruksi visual untuk keterampilan motorik halus.
Guru bisa memakai teknologi ini di kelas. Alih-alih meminta anak membaca dari panduan belajar, mereka bisa mengubah teks jadi audio dengan pembaca TTS. Ini bisa meningkatkan pemahaman dan kecepatan membaca anak.
Teknik ini menyegarkan pengalaman belajar di kelas dengan cara baru. Juga membuat soal matematika dan tugas lain terasa tidak membosankan.
Coba Speechify – pembaca TTS gratis
Ada banyak platform TTS untuk membantu gangguan persepsi dan motorik visual, tetapi Speechify adalah salah satu aplikasi terbaik.
Aplikasi ini sangat pas untuk menyampaikan instruksi di kelas. Suara AI membaca teks dan menyoroti poin penting agar siswa tetap fokus. Kecepatan bisa diatur supaya anak lebih mudah mengikutinya.
Speechify tersedia di semua sistem operasi dan perangkat utama. Coba gratis di platform ini untuk menjelajahi semua fiturnya.
FAQ
Bagaimana cara meningkatkan keterampilan persepsi visual?
Ada banyak cara untuk meningkatkan persepsi visual anak. Selain pengobatan dan terapi mata, kamu juga bisa memanfaatkan teknologi bantu.
Apa saja 7 keterampilan persepsi visual?
Tujuh keterampilan persepsi visual meliputi: diskriminasi visual, memori urut visual, figur-latar visual, spasial visual, closure visual, form constancy visual, dan memori visual.
Apa itu VMI?
Integrasi motorik visual (VMI) mirip dengan koordinasi mata-tangan. Ini tentang bagaimana mata dan tangan saling berkomunikasi agar bisa menyalin, menulis, atau menggambar apa yang dilihat.
Apa perbedaan persepsi visual dan keterampilan motorik visual?
Persepsi visual membuat otak memahami apa yang kamu lihat. Sementara itu, keterampilan motorik visual membantu memproses figur, urutan, bentuk, dan objek tiga dimensi di sekitar.

