Apa itu subvokalisasi?
Jika Anda tertarik pada membaca cepat, Anda mungkin sudah pernah mendengar tentang subvokalisasi. Ini adalah aspek membaca yang sering dibahas saat menyinggung teknik membaca cepat. Anda mungkin mendengarnya sebagai faktor negatif, dan memang benar, tetapi hanya sampai batas tertentu.
Artikel ini akan menjelaskan apa itu subvokalisasi beserta kelebihan dan kekurangannya. Di akhir, Anda mungkin merasa topik ini lebih menarik dan rumit daripada kelihatannya.
Subvokalisasi—Makna istilah
Saat Anda melakukan subvokalisasi, Anda membaca dalam hati. Pada waktu yang sama, Anda mengucapkan kata-kata di dalam pikiran. Ini menunjukkan hubungan alami antara berbicara dan membaca, yang terjadi secara alamiah pada kebanyakan orang.
Intinya, subvokalisasi memakai suara batin Anda, memungkinkan Anda membayangkan bunyi teks. Proses ini terjadi tanpa menggunakan pita suara. Tentu saja, subvokalisasi tidak hanya ada dalam bahasa Inggris—ini sifat umum pembaca di seluruh dunia, dari New York sampai Tokyo.
Apakah subvokalisasi baik untuk membaca?
Seperti disebutkan sebelumnya, subvokalisasi sering muncul dalam konteks produktivitas dan kursus membaca cepat. Di kasus tersebut, subvokalisasi dianggap sebagai faktor negatif yang memperlambat membaca. Namun, subvokalisasi juga punya beberapa sisi positif.
Pertama, bicara dalam hati saat membaca adalah proses alami. Ini menjembatani simbol di halaman ke bahasa yang sebenarnya. Walau bicara dalam hati tidak menghasilkan suara, proses ini tetap mengaktifkan bagian otak dan otot yang bertugas untuk berbicara. Hasilnya, akan lebih mudah mempertahankan tiap baris teks dalam ingatan jangka pendek.
Penelitian oleh NASA menunjukkan gerakan halus laring dapat terdeteksi di hampir semua pembaca meskipun mereka tidak menyadarinya. Singkatnya, ini adalah kecenderungan aktif yang tidak bergantung pada upaya sadar.
Selanjutnya, subvokalisasi membantu mengingat dan memahami bacaan. Ini sangat berguna untuk pembelajar bahasa, tetapi juga bermanfaat bagi pembaca lain. Sisi positif datang dari cara kita memahami bahasa—kontak pertama kita dengan bahasa adalah mengenali suara kata, bukan bentuk tulisannya.
Dimensi bunyi suatu bahasa sangatlah kuat. Bunyi memegang peran penting dalam membaca, bahkan pada tunarungu dan dalam memahami bahasa isyarat.
Menurut Graham Hitch, subvokalisasi membentuk phonological loop, yang meningkatkan kognisi dan pemahaman teks. Penelitian oleh R.P. Carver tidak menemukan dampak negatif signifikan dari subvokalisasi.
Bicara dalam hati sama sekali bukan hal buruk. Bahkan, ini sangat menguntungkan dalam berbagai situasi. Namun, kritik umum tetap berlaku: Subvokalisasi dapat memperlambat membaca. Karena itu, ada teknik-teknik tertentu untuk membantu mengurangi subvokalisasi agar kecepatan membaca meningkat.
Cara menghentikan subvokalisasi agar membaca lebih cepat
Meski ada kelebihan subvokalisasi, kekurangan utamanya adalah memperlambat membaca. Jika ingin membaca lebih cepat, ada beberapa metode untuk mengurangi subvokalisasi. Tanpa membaca kata demi kata dalam hati, Anda bisa menyelesaikan bacaan lebih cepat.
Perlu dipahami, subvokalisasi tak bisa benar-benar dihilangkan. Yang bisa dilakukan adalah meminimalkan dan mengurangi jumlah kata yang diucapkan dalam hati. Berikut beberapa tips untuk mengurangi subvokalisasi.
Sibukkan suara batin Anda
Salah satu teknik termudah untuk menghentikan subvokalisasi adalah dengan tidak membiarkan suara batin terlibat dalam subvokalisasi. Ini kebiasaan membaca yang perlu latihan.
Caranya, Anda bisa mulai mengulang frasa sederhana di kepala, atau menghitung. Awalnya, latihan ini mungkin terasa mengganggu karena bayangan suara tidak sesuai dengan gerakan mata pada teks. Namun, seperti hal lain, latihan akan membuat Anda terbiasa.
Tak lama kemudian, Anda akan melihat jumlah kata per menit, atau wpm, meningkat dan gangguan berkurang.
Kuasai gerakan mata Anda
Meski kelihatannya membaca berjalan mulus, sebenarnya mata kita tak bergerak teratur. Mata justru meloncat-loncat di halaman. Menurut Keith Rayner, pakar gerakan mata, membiasakan gerak mata yang terarah dapat meningkatkan kecepatan membaca.
Anda bisa membiasakan gerak mata dengan teknik sederhana: Saat membaca, gerakkan jari mengikuti baris. Mata Anda akan fokus pada gerakan jari dan tidak bergerak sembarangan. Anda juga bisa menutupi bagian halaman lain kecuali baris yang sedang dibaca.
Manfaatkan aplikasi membaca cepat
Aplikasi tertentu dapat membantu Anda menghentikan subvokalisasi dengan metode khusus. Cara paling umum adalah aplikasi akan menampilkan satu kata per waktu di layar secara berulang. Namun membaca dengan cara ini kurang baik untuk pemahaman—Anda mungkin membaca Wikipedia seperti ini dan tidak ingat banyak. Tapi metode ini tetap bermanfaat sebagai latihan membaca cepat.
Jangan subvokalisasi—Dengarkan teks lewat Speechify
Salah satu cara paling mudah menghindari subvokalisasi adalah tidak membaca teks sama sekali. Sebaliknya, Anda bisa mendengarkan teks apa pun lewat Speechify.
Speechify adalah teks ke suara, atau TTS, yang dapat membacakan teks, dari dokumen hasil scan hingga halaman web. Anda bisa memilih suara narator yang diinginkan dan meningkatkan kecepatan membaca hingga sembilan kali. Jika Anda mendengarkan sambil membaca, pemahaman dan daya ingat juga bisa meningkat.
Anda bisa mencoba Speechify secara gratis hari ini di www.speechify.com.
FAQ
Bagaimana penjelasan subvokalisasi?
Penjelasan termudah tentang subvokalisasi adalah membaca dalam hati. Mirip membaca keras, tapi kata diucapkan di pikiran, bukan lewat mulut.
Bisakah membaca tanpa subvokalisasi?
Anda bisa membaca tanpa subvokalisasi. Namun, teknik ini tidak alami bagi kebanyakan orang dan butuh waktu lama untuk menguasainya. Jika ingin benar-benar diam, Anda perlu melatihnya berulang kali dalam jangka panjang.
Apa manfaat tidak subvokalisasi?
Manfaat utama menghilangkan subvokalisasi saat membaca adalah Anda bisa membaca lebih cepat. Namun, tidak subvokalisasi belum tentu memperbaiki fokus atau daya simpan.
Bagaimana pengaruh subvokalisasi pada pembaca?
Subvokalisasi dapat meningkatkan memori dan retensi. Artinya, membaca dengan subvokalisasi membantu Anda mengingat isi bacaan.

