1. Beranda
  2. Berita
  3. Jon Fortt dari CNBC Wawancarai Pendiri & CEO Speechify, Cliff Weitzman
15 Maret 2025

Jon Fortt dari CNBC Wawancarai Pendiri & CEO Speechify, Cliff Weitzman

Jelajahi pandangan Cliff Weitzman tentang masa depan teknologi text to speech dalam wawancara Jon Fortt dari CNBC dengan pendiri Speechify.

Dalam wawancara terbaru di podcast Fortt Knox CNBC, Cliff Weitzman, Pendiri & CEO Speechify, membagikan kisah awal dan ambisi aplikasinya yang revolusioner untuk membuat kegiatan membaca dapat diakses oleh semua orang, terutama mereka yang kesulitan belajar seperti disleksia dan ADHD. Banyak yang merasa teknologi digital menakutkan dan tak dapat diakses karena kebutuhan unik mereka. Namun, Speechify hadir untuk memudahkan interaksi dengan teknologi, menjadikan konten digital lebih ramah pengguna dan dapat diakses lewat sintesis suara AI canggih.

Inspirasi di Balik Speechify

Perjalanan Weitzman ke dunia inovasi teknologi sangat pribadi. Ia berbagi pengalamannya pindah ke Amerika Serikat di usia 13 tahun dan menghadapi tantangan besar dengan bahasa Inggris karena disleksia dan ADHD yang berat. Metode belajar tradisional dirasa kurang efektif baginya. Titik balik muncul saat ayahnya merekam buku di kaset, sehingga ia bisa memahami isi buku lewat suara. Cara ini menumbuhkan kecintaannya pada cerita meski kesulitan membaca, hingga ia menjadikan pembelajaran melalui audio sebagai cara belajar seumur hidup.

Setelah itu, Weitzman bereksperimen dengan berbagai kecepatan pemutaran audio dan menyadari ia bisa memahami informasi jauh lebih cepat lewat mendengarkan daripada membaca. Ia pun makin mengandalkan pembelajaran audio, dengan pemahaman dan kecepatan belajar yang meningkat pesat. Ia menjelaskan, "Orang rata-rata membaca 180-200 kata/menit... tapi telinga bisa menangkap jauh lebih cepat dari itu."

Bagian wawancara yang sangat inspiratif juga membahas saudara Weitzman, Tyler Weitzman, yang meski punya gangguan penglihatan berat, menunjukkan kemampuan teknologi luar biasa sejak kecil. Tyler mulai coding dini, tertarik pada enkripsi & ilmu komputer, lalu sukses di bidang keamanan siber & AI. Kisahnya bukan cuma soal ketahanan pribadi, tapi juga menginspirasi dirinya untuk bergabung sebagai Co-founder Speechify. 

Solusi Text to Speech Terbaik

Dalam wawancara, Cliff Weitzman mengungkap bahwa filosofi Speechify adalah membaca dan belajar haruslah dapat diakses universal, untuk siapa pun, tanpa terkecuali. Platform text to speech ini memberdayakan pengguna, seperti dirinya & saudaranya yang mengalami disleksia, ADHD, atau gangguan penglihatan, untuk menerima informasi sesuai gaya belajar masing-masing, sehingga akses pengetahuan makin merata.

Ia juga berbagi bahwa dampak Speechify luas, tak hanya bagi individu dengan disabilitas belajar, tapi juga profesional, pelajar, dan siapa saja yang ingin meningkatkan produktivitas lewat akses konten tulisan yang lebih baik. Fitur aplikasi mengubah teks menjadi suara & mendukung multitasking—seperti mendengar sambil berkendara/masak—membuat Speechify jadi pilihan favorit bagi mereka yang ingin efisien tanpa kehilangan info.

Dampak dan Visi yang Berkembang

Speechify kini menjadi aplikasi text to speech terdepan, memungkinkan pengguna mendengarkan teks apa pun dengan mudah. Baik itu email, dokumen, ataupun halaman web, Speechify meningkatkan aksesibilitas teks dengan membacakan konten sesuai kecepatan pilihan pengguna. Didukung lebih dari 60 bahasa & berbagai pilihan suara, termasuk selebriti seperti Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow, aplikasi ini digunakan dan dicintai beragam pengguna di seluruh dunia.

Cliff Weitzman juga menjelaskan berbagai cara untuk berinteraksi dengan aplikasi: bisa memfoto teks untuk dibacakan, terintegrasi dengan cloud seperti Google Drive, dan ekstensi browser yang memudahkan membaca di banyak platform.

Arah Masa Depan & Inovasi Berkelanjutan

Ke depannya, visi Weitzman untuk Speechify bukan sekadar menghadirkan alat, namun mengubah cara orang berinteraksi dengan teks. Dengan terus mengembangkan Speechify agar menjawab kebutuhan banyak pengguna, ia mendorong masa depan di mana teknologi & aksesibilitas berjalan beriringan. Komitmennya pada inovasi tampak pada pengembangan aplikasi, yang rutin meluncurkan fitur baru & kemampuan tambahan guna meningkatkan pengalaman dan aksesibilitas.

Dengarkan Wawancara Lengkapnya

Kisah Speechify lebih dari sekadar cerita sukses teknologi; ini adalah bukti nyata potensi teknologi untuk menciptakan solusi inklusif bagi semua, termasuk mereka yang kerap terabaikan oleh cara belajar tradisional. Untuk mendengarkan wawancara lengkap Cliff Weitzman dengan Jon Fortt dari CNBC, kunjungi kanal YouTube Fortt Knox.