AIM Institute for Learning and Research – Yang Perlu Anda Ketahui
AIM Institute for Learning and Research bertujuan memberikan pendidikan literasi bagi siswa dengan kesulitan membaca. Jika Anda memiliki kesulitan membaca atau peduli pada mereka yang mengalaminya, program AIM mungkin menarik buat Anda.
Di artikel ini, kami jelaskan misi AIM dan berbagai program yang mereka jalankan.
Awal Mula dan Misi AIM Institute
AIM Institute berdiri pada 2006 bersamaan dengan AIM Academy. Organisasi ini lahir dari keyakinan bahwa metode berbasis riset bisa meningkatkan praktik di kelas untuk mendukung pembaca yang mengalami kesulitan.
AIM melihat bahwa hasil riset belum banyak diterapkan dalam praktik pengajaran. Akibatnya, banyak sekolah mendapati anak yang butuh dukungan literasi tidak memperoleh keterampilan dasar yang mereka perlukan.
Dengan pemahaman itu, AIM berupaya menjadi penghubung. AIM menjembatani riset ilmiah dengan pemimpin pendidikan agar temuan riset bisa diterapkan di pembelajaran.
Saat ini AIM menjalankan banyak program pelatihan guru. Untuk info lebih lanjut tentang latar belakang dan misi organisasi ini, kunjungi www.institute.aimpa.org.
Program dan Riset AIM Institute
AIM menjalin kemitraan strategis dengan berbagai organisasi untuk meluncurkan program pembelajaran membaca. Organisasi nonprofit ini menjalankan inisiatif berikut:
The Haskins Global Literacy Hub
Haskins Global Literacy Hub adalah kolaborasi antara peneliti dan praktisi terkemuka. Mereka fokus pada neurosains di balik peluang pendidikan berbasis literasi bagi mereka dengan perbedaan belajar berbasis bahasa.
Tujuan akhirnya, hub ini mempercepat penerapan hasil riset ke praktik di kelas. Jadi, riset terbaru bisa langsung diubah menjadi silabus dan tugas pembelajaran.
AIM Pathways
AIM Pathways dikembangkan sejalan dengan International Dyslexia Association (IDA) Knowledge and Practice Standards.
Program ini terdiri dari empat kursus berbasis bukti yang digunakan ribuan guru di 20 negara bagian. Sama seperti Haskins Hub, program ini menerjemahkan sains membaca ke praktik nyata di lapangan.
Read by 4th
Read by 4th adalah koalisi pendidikan di Philadelphia. AIM bekerja sama untuk membantu siswa mencapai kemampuan baca setara kelas ketika masuk Kelas 4.
Program ini mencakup:
- Pengembangan profesional bagi pelatih literasi
- Kerja sama dengan universitas untuk pelatihan prajabatan
- Lokakarya untuk orang tua
- Advokasi standar membaca yang lebih baik
Bersama, mereka menjadi bagian dari Campaign for Grade-Level Reading (GLR Campaign) yang bertujuan mencegah kegagalan membaca di wilayah berisiko.
Research Advisory Board
AIM yakin riset adalah kunci mengatasi kesulitan belajar berbasis bahasa. Research Advisory Board menghimpun peneliti terkemuka di bidang ini.
Para peneliti berbagi temuan dan berkolaborasi dalam proyek baru. Lagi-lagi, tujuannya agar hasil riset bisa langsung menunjang pengajaran di kelas.
The Research to Practice Symposium
AIM menyelenggarakan simposium ini setiap tahun. Selama satu hari penuh, para peneliti terkemuka di bidang membaca membahas berbagai topik terkait literasi.
Acara ini dihadiri sekitar 800 peserta setiap tahun. Ada juga pidato kunci dan presentasi dari para peneliti terkemuka.
Pelatihan Profesional
Untuk membawa riset ke ruang kelas, AIM mengadakan berbagai program pelatihan guru. Setiap program meningkatkan pengetahuan guru dan menghadirkan ide baru ke kelas.
AIM Pathways
AIM Pathways adalah rangkaian empat kursus online berbasis bukti. Platform ini menyediakan berbagai alat dan kursus untuk guru. Setiap kursus setara tiga kredit pascasarjana di Arcadia University.
Kursus-kursusnya antara lain:
Pathways to Proficient Reading
Kursus campuran yang memperkenalkan guru pada sains membaca. Terdiri dari 17 modul dan peserta bisa bergabung ke komunitas virtual untuk coaching.
Kursus mencakup webinar dan menawarkan 55 jam Continuing Education Units (CEUs).
Pathways to Literacy Leadership
Kursus 10 modul lanjutan dari Pathways to Proficient Reading. Butuh waktu sekitar 30 jam dan menawarkan 36 jam CEUs.
Pathways to Proficient Writing
Kursus terbaru di AIM Pathways. Diluncurkan tahun 2021, kursus ini mengajarkan praktik menulis untuk semua siswa. Guru diperkenalkan dengan model-model baru seperti:
- The Writing Cycle
- The Not-So-Simple View of Writing
Kursus 10 modul ini membutuhkan waktu sekitar 20 jam untuk diselesaikan. Guru mendapatkan 30 CEUs setelah lulus.
Pathways to Structured Literacy
Jika ingin tahu cara mengajar yang terstruktur dengan teknik berbasis riset, kursus ini cocok untuk Anda.
Berdasarkan pendekatan Orton-Gillingham, kursus ini mengajarkan komponen utama pelajaran membaca terstruktur.
Kursus mandiri ini menawarkan 30 CEUs dan terdiri dari sembilan modul.
Steps to Literacy
Bagaimana jika Anda tertarik kursus AIM, tapi tidak sempat mengikuti rangkaian lengkap AIM Pathways?
Di sinilah program Steps to Literacy menjadi solusi.
Ini rangkaian kursus singkat yang menyediakan alat dan sumber bagi guru. Fokus pada keterampilan dasar. Selain itu, guru jadi lebih paham disleksia dan tantangan yang dialami siswa.
Speechify juga bisa membantu kesulitan membaca
AIM aktif mendorong pembelajaran berbasis riset di ruang kelas. Beragam alatnya terbukti bermanfaat bagi guru di seluruh Amerika Serikat.
Di Speechify, kami juga ingin mendukung para guru.
Speechify adalah aplikasi text to speech yang membantu siswa mengasah kemampuan membaca. Aplikasi ini bisa membacakan konten digital dan fisik sehingga siswa dapat mengikuti pelajaran dengan lebih mudah. Selain itu, aplikasi ini membantu mengajarkan pelafalan dan keterampilan sejenis.
Aplikasi tersedia untuk iOS, Android, dan Microsoft Windows. Kami juga menawarkan Speechify dalam bentuk ekstensi Chrome. Ingin tahu lebih lanjut, coba Speechify gratis dan rasakan langsung manfaat text to speech.
FAQ
Apa manfaat mengikuti kursus AIM?
Mengikuti kursus AIM membantu Anda mengembangkan keterampilan mengajar siswa yang berkendala membaca. Anda juga bisa mengakses riset terbaru dengan cara yang praktis.
Apa kualifikasi Dewan Direksi AIM Institute?
AIM meminta beberapa data saat Anda melamar menjadi anggota dewan. Di antaranya info pribadi, pekerjaan saat ini, dan pengalaman di organisasi nonprofit.
Apa perbedaan gelar dan sertifikat?
Gelar adalah kualifikasi dari lembaga pendidikan tinggi seperti universitas. Sertifikat biasanya berdiri sendiri, meski ada juga yang bisa dikonversi menjadi kredit kuliah.

