5 Audiobook Terbaik Kate Quinn
Kate Quinn adalah penulis novel fiksi sejarah bestseller New York Times dan USA Today. Lima audiobook terbaik Quinn adalah The Diamond Eye, The Alice Network, The Rose Code, Empress of Rome Saga, dan The Huntress.
Tentang Kate Quinn
Kate Quinn telah menulis 15 novel dan merupakan penulis bestseller New York Times serta USA Today. Pembaca dapat menikmati novel sejarah Quinn yang berlatar Renaisans Italia, Perang Dunia, abad ke-20, dan Revolusi Prancis.
Biografi
Kate Quinn kini tinggal di San Diego bersama suami dan tiga anjing adopsi. Quinn lulus dari Boston University dengan gelar Sarjana dan Magister di bidang Classical Voice. Quinn sangat menyukai sejarah dan gemar berbagi kisah serta tawa dari sejarah yang kita semua miliki bersama.
Genre Buku Kate Quinn
Novel Kate Quinn ber-genre fiksi sejarah.
Penghargaan
Kate Quinn meraih status penulis terlaris New York Times untuk The Alice Network dan The Huntress. The Alice Network juga dipilih Reese Witherspoon untuk klub bukunya, dinobatkan sebagai Amazon Best Book of the Month, GoodReads Best Books of the Month, serta NPR Best Book of the Year.
The Empress of Rome Saga
The Empress of Rome Saga terdiri dari 4 buku -
- Mistress Of Rome
- Daughters Of Rome
- Empress Of The Seven Hills
- The Three Fates (Buku 3.5)
- Lady Of The Eternal City
Detail Publikasi
Seluruh buku dalam saga ini terbit antara 2010 dan 2015 oleh Berkley Publishing Group.
Sinopsis
- Mistress Of Rome (Buku 1) - Thea, penyintas tangguh yang dibeli oleh pewaris kaya Lepida Pollia, memenangkan hati salah satu gladiator terbaik Roma. Thea diusir dan harus berjuang bertahan hidup sebagai penyanyi. Berkat suara indahnya, ia menarik perhatian sang Kaisar dan belajar bahwa perhatian orang berkuasa membawa risiko besar.
- Daughters Of Rome (Buku 2) - Cornelia adalah gambaran istri Romawi sempurna dan ingin suaminya menjadi Kaisar. Saat kekuasaan bisa direbut dan kudeta berdarah terjadi, hidup Cornelia dan adiknya, Marcella, jungkir balik. Mereka harus bertahan. Cornelia berusaha bangkit, sementara Marcella ternyata piawai mempengaruhi para pria berkuasa di Roma. Ketegangan memuncak ketika keduanya menghadapi kenyataan bahwa hanya akan ada satu Kaisar dan satu Maharani.
- Empress Of the Seven Hills (Buku 3) - Kaisar Trajan membawa Romawi ke puncak kejayaan. Vix, mantan gladiator, dan Sabina, putri senator yang haus petualangan, terikat oleh kesetiaan mereka kepada Trajan. Saat Trajan jatuh, Vix dan Sabina terseret dalam hubungan penuh bahaya dan hasrat.
- The Three Fates (Buku 3.5) - Trajan telah wafat, dan pewarisnya Hadrian semakin dekat ke Roma. Vix, Sabina, dan Titus harus mengambil keputusan penting soal kematian, kebebasan, dan loyalitas demi masa depan mereka dan Romawi.
- Lady Of The Eternal City (Buku 4) Sabina kini menjadi Permaisuri Roma, berjuang menjaga damai antara suami dan cinta pertamanya. Hadrian adalah Kaisar Roma sekaligus suami Sabina, sedangkan Vix adalah cinta pertama Sabina sekaligus ayah dari obsesi terbaru Hadrian. Saat tragedi menimpa dan membuat Hadrian terguncang, Vix dan Sabina harus bersatu menyelamatkan Kekaisaran. Sementara itu, nasib Roma berada di tangan gadis berambut merah yang mungkin menjadi penerus Lady of the Eternal City.
Ulasan Umum
Novel-novel ini cocok untuk pecinta sejarah Romawi kuno. Kisahnya penuh intrik, hiburan, dan detail Romawi. Hubungan dramatis dan karakter kuat dapat Anda temukan di seri ini. Quinn berhasil membuat Anda betah membaca dari awal sampai akhir dan ingin lanjut ke buku berikutnya.
The Huntress: sebuah novel
Detail Publikasi
The Huntress terbit pada Februari 2019 oleh William Morrow Paperbacks.
Sinopsis
The Huntress berlatar sesudah Perang Dunia II dan menceritakan Nina. Nina bergabung dengan Night Witches, regu pengebom perempuan yang melawan Jerman.
Setelah bergabung dengan Night Witches, Nina berada dalam bahaya. Ia terjebak di wilayah musuh dan jadi target pembunuh Nazi, Sang Huntress. Saat Huntress melarikan diri ke Amerika Serikat, Nina dan Jordan McBride, fotografer muda Amerika, berusaha menyeret Huntress ke pengadilan.
Ulasan Umum
The Huntress memang tebal, tapi pas untuk penggemar fiksi Perang Dunia II. Juga cocok bagi yang tertarik pada Night Witches dan pemburu penjahat perang. The Huntress kaya akan sejarah mendalam, kisah cinta, dan romansa.
The Diamond Eye
Detail Publikasi
The Diamond Eye terbit pada Maret 2002 oleh William Morrow & Company.
Sinopsis
The Diamond Eye adalah novel fiksi sejarah tentang Mila Pavlichenko, warga Kiev, ibu kota Rusia. Mila fokus pada pekerjaan di perpustakaan dan anak lelakinya.
Fokus Mila berubah drastis ketika Hitler menginvasi Ukraina dan Rusia. Pavlichenko menjadi pemburu Nazi yang ditakuti dan dijuluki "Lady Death".
Mila, kini dikenal sebagai penembak jitu ulung, akhirnya dikirim ke Amerika untuk tur perdamaian. Meski diguncang perang, Pavlichenko menemukan persahabatan dengan Ibu Negara Eleanor Roosevelt. Ia tetap harus menghadapi masa lalu dan musuh lama dalam duel paling mematikan dalam hidupnya.
Ulasan Umum
Berlatar Perang Dunia II, The Diamond Eye kadang terasa berat, tapi tetap menyelipkan humor dan romansa yang menghibur. Novel ini berdinamika cepat dengan riset sejarah yang mendalam. Kate Quinn membuat sejarah terasa hidup lewat The Diamond Eye.
The Alice Network
Detail Publikasi
The Alice Network terbit pada 2017 oleh William Morrow & Company.
Sinopsis
Saat Perang Dunia I, Eve Gardiner yang ingin melawan Jerman direkrut ke Alice Network. Eve dilatih oleh Lili, nama sandi Alice, sang "ratu mata-mata".
Setelah Perang Dunia II, Charlie, sosialita Amerika yang sedang hamil dan mencari sepupunya di Prancis, bertemu Eve. Keduanya lalu berpetualang mencari kebenaran.
Ulasan Umum
Ditulis dari sudut pandang perempuan Amerika, The Alice Network memberi sudut pandang menarik soal perang dan Nazi. Buku ini pas untuk penggemar sejarah atau siapa pun yang mencari cerita seru. The Alice Network penuh misteri, aksi, dan humor. Meski ada sedikit romansa, fokus utamanya pada hubungan Eva dan Charlie.
The Rose Code
Detail Publikasi
The Rose Code terbit pada 2021 oleh HarperCollins Publishers.
Sinopsis
Saat Inggris bersiap melawan Nazi di PD II, tiga perempuan pemecah kode - Osla, Mabel, dan Beth - mulai bekerja di Bletchley Park.
Osla, si gadis yang punya segalanya bahkan perhatian Pangeran Philip dari Yunani, ingin lebih dari sekadar debutan. Ia menjadi penerjemah Jerman di Bletchley Park.
Mabel yang rajin dan berasal dari kemiskinan London, ikut bekerja di Bletchley Park sebagai operator mesin kode.
Osla dan Mabel melihat potensi Beth yang suka menyendiri. Di balik sikap pemalu Beth, ada bakat unik dalam teka-teki dan akhirnya ia pun menjadi kriptanalis perempuan.
Waktu berlalu, dan karena Beth tahu ada penghianat di Bletchley Park, ia dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Beth harus mengandalkan Osla dan Mabel—dulunya sahabat, kini musuh—untuk keluar dan membongkar sang penghianat.
Ulasan Umum
The Rose Code adalah novel sarat sejarah, drama, dan romansa. Kate Quinn menghidupkan karakter-karakternya di buku ini. Karya memikat yang tidak mengecewakan, penuh misteri dan kisah cinta.
Pertanyaan Umum
Apakah ada urutan khusus membaca buku Kate Quinn?
Disarankan membaca buku-buku Kate Quinn dalam urutan berikut:
The Empress of Rome karya Kate Quinn
- Mistress of Rome
- Daughters of Rome
- Empress of the Seven Hills
- The Three Fates
- Lady of the Eternal City
Borgia Chronicles karya Kate Quinn
- The Serpent and the Pearl
- The Lion and the Rose
Novel Standalone Kate Quinn
- A Year of Ravens
- A Song of War
- The Alice Network
- The Huntress
- The Rose Code
Antologi Kate Quinn
- A Year of Ravens
- Ribbons of Scarlet
Apakah The Rose Code berdasarkan kisah nyata?
Kisah ini fiksi sejarah, tapi Osla, Mabel, dan Beth terinspirasi dari para perempuan pemecah kode sungguhan di Bletchley Park.
Apa arti judul The Alice Network?
Judul ini merujuk jaringan mata-mata perempuan di masa lampau, yang dipimpin Louise de Bettignies. Jaringan ini dinamakan Alice Network karena nama sandi Louise adalah Alice. Dalam buku ini, Eve—salah satu tokoh utama—mengikuti perintah Louise de Bettignies

