Review Manga Demon Slayer
Seri Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba manga , atau Demon Slayer singkatnya, telah jadi nama besar di kalangan pecinta manga dan anime di seluruh dunia. Banyak pembaca menilai seri ini selevel shonen populer seperti Naruto, One Piece, Jujutsu Kaisen, Bleach, dan Attack on Titan—daftar yang luar biasa untuk dijadikan pembanding.
Cari tahu lebih jauh tentang manga populer ini untuk mengerti kenapa ramai dibahas dan putuskan apakah layak masuk daftar bacaanmu.
Alur utama dan tema di Demon Slayer
Tokoh utama di Demon Slayer adalah Tanjiro Kamado. Hidup Tanjiro berubah total saat Muzan Kibutsuji, pencipta semua iblis, membantai keluarganya dan mengubah adik perempuannya, Nezuko Kamado, menjadi iblis.
Dalam usahanya mencari obat untuk kutukan adiknya, Tanjiro berkelana di Jepang era Taishō dan menjadi Demon Slayer di Korps Pembasmi Iblis. Tanjiro menghadapi banyak musuh berat, tapi Raja Iblis tetap target utamanya.
Ia juga bertemu sejumlah karakter unik:
- Zenitsu Agatsuma, anak penakut yang dipaksa bergabung dengan Korps Pembasmi Iblis
- Kanao Tsuyuri, pembasmi iblis perempuan
- Tengen Uzui, Sound Hashira (pembasmi tingkat tertinggi) saat ini
- Giyū Tomioka, Water Hashira saat ini
- Kyojuro Rengoku, Flame Hashira saat ini
- Inosuke Hashibira, bocah yang dibesarkan babi hutan
Demon Slayer jadi sangat populer berkat tema, visual, dan berbagai elemen unik lain yang membedakannya dari seri manga lain.
Dari segi tema, Demon Slayer utamanya mengangkat kehilangan, harapan, dan kegigihan. Ikatan keluarga dan cinta selalu jadi inti motivasi Tanjiro, membuat pembaca gampang merasa terhubung dengan misinya.
Hal lain yang membedakan Demon Slayer adalah hadirnya tokoh perempuan yang kuat.
Di manga lain, heroine perempuan sering hanya jadi pelengkap dan menunggu diselamatkan karakter laki-laki. Di Demon Slayer, tiap Hashira perempuan mendapat peran dan porsi cerita sendiri. Walau beberapa perempuan seperti Shinobu tampak lembut dan ramah, kekuatan, peran, dan posisi mereka tak pernah diragukan. Demon Slayer membangun dunia di mana laki-laki dan perempuan berdiri setara.
Para karakter juga digali dengan lebih dalam. Meski Tanjiro bertugas membasmi, ia tidak menikmatinya. Ia justru berduka untuk para iblis dan sisi manusia yang telah hilang. Tujuan utamanya melindungi orang lain agar tak merasakan kehilangan serupa.
Soal visual, penulis Koyoharu Gotouge memakai gaya minimalis dalam membangun dunia dan karakter. Hasilnya, adegan laga mudah diikuti dan pergerakan pertarungan lebih menonjol.
Namun, ada beberapa peringatan konten. Misalnya, Demon Slayer tidak menutupi kekerasan dan darah, nyaris tak menyisakan apa pun untuk imajinasi pembaca. Banyak adegan berdarah dan eksplisit, seperti pemenggalan dan pembantaian keluarga.
Selain itu, wujud iblis kebanyakan sangat menyeramkan, dengan banyak kepala, mata, dan bentuk mengganggu lain. Contohnya, Gyutaro adalah iblis yang mengerikan dengan bentuk panggul menyiku aneh.
Tapi kalau kamu tak masalah dengan konten seperti itu, kamu akan sangat menikmati seri ini—tanpa bermaksud main kata.
Adaptasi anime dan film Demon Slayer
Musim pertama Demon Slayer anime diproduksi studio Ufotable dan tayang 2019 dengan 26 episode. Musim kedua tayang 2021, mengadaptasi arc Entertainment District. Musim ketiga (arc Swordsmith Village) tayang perdana pada 2023.
Ada juga film adaptasi berjudul Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba the Movie: Mugen Train yang rilis di bioskop. Sesuai judul, film ini mengangkat arc Mugen Train.
Kalau ingin menonton adaptasinya secara kronologis, berikut urutannya:
- Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba: Musim 1
- Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba the Movie: Mugen Train
- Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba: Musim 2
Perlu diketahui, tujuh episode pertama musim kedua sebenarnya adalah film Mugen Train yang dipecah jadi episode. Jika sudah menonton filmnya, kamu bisa langsung mulai Musim 2 dari Episode 8.
Baik film maupun anime Demon Slayer sangat sukses. Filmnya khususnya jadi box office, memecahkan rekor dan menjadi film terlaris di dunia tahun 2020 sekaligus film anime terlaris sepanjang masa.
Kesuksesan luar biasa film ini karena sangat menghormati sumber aslinya. Tidak seperti banyak film anime yang sekadar promosi manga, Mugen Train jadi fenomena tersendiri. Banyak kritikus bilang film ini bahkan melampaui sumbernya.
Kalau masih belum puas dengan kisah ini, kamu bisa mencari adaptasi Demon Slayer lain. Ada light novel, yaitu novel pendamping yang fokus ke karakter tertentu. Salah satu novelnya bahkan menceritakan dunia alternatif di mana para karakter bisa sekolah seperti biasa.
Dapatkan audiobook supranatural terbaik di Speechify
Kalau tertarik menjelajah dunia supranatural lebih jauh, coba audiobook. Audiobook memberi pengalaman jauh lebih imersif, seolah kamu menghadapi iblis dan monster secara langsung.
Speechify adalah platform audiobook terdepan dengan koleksi lengkap, termasuk genre fantasi. Kamu bisa beli audiobook satuan yang menarik perhatian, atau berlangganan Speechify untuk menerima audiobook premium tiap bulan.
Unduh Speechify gratis hari ini dan temukan dunia supranatural favoritmu.
FAQ
Apakah Demon Slayer manga sudah selesai?
Manga Demon Slayer sudah tamat. Terdiri dari 23 volume dan terbit di majalah Weekly Shōnen Jump milik Shueisha dari Februari 2016 hingga Mei 2020. Kamu bisa beli box set lengkap di Amazon atau toko Barnes & Noble.
Apakah manga Demon Slayer cocok untuk anak 12 tahun?
Manga Demon Slayer mungkin kurang cocok untuk usia 12 tahun karena mengandung banyak kekerasan, gambar eksplisit, kata kasar, serta sedikit konten dewasa dan seksual.
Siapa penulis manga Demon Slayer?
Koyoharu Gotouge adalah penulis Demon Slayer. Nama ini adalah nama pena karena identitas aslinya belum diketahui.
Apa nama lain dari manga Demon Slayer?
Di Jepang, Demon Slayer disebut 鬼滅の刃, sementara penerbit VIZ Media sering menyebutnya Blade of Demon Destruction.

