Memahami cara mengenali kesulitan belajar sedini mungkin sangat penting. Misalnya, bayangkan seorang anak mengalami attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Kondisi ini sangat memengaruhi kemampuan mereka untuk belajar.
Mengenali gejala ADHD sejak dini membantu guru menyiapkan pelajaran yang lebih baik untuk siswa.
Hal yang sama juga berlaku untuk anak dengan disleksia.
Jika guru dapat mengenali tanda disleksia yang umum, mereka bisa membantu anak tersebut dengan kesulitan membaca. Artikel ini menjelaskan gejala disleksia paling umum untuk tiap kelompok usia.
Apa itu disleksia?
Disleksia adalah gangguan belajar yang memengaruhi keterampilan membaca dan menulis. Kondisi ini juga memengaruhi kemampuan seseorang memproses informasi. Akibatnya, penyandang disleksia mungkin kesulitan mengingat informasi yang mereka lihat dan dengar.
Kondisi ini memengaruhi memori verbal, kecepatan memproses verbal, dan kesadaran fonologis. Artinya, anak disleksia sering kesulitan mengenali pola dalam tulisan dan ucapan.
Sekitar 10% orang mengalami salah satu bentuk disleksia. Estimasi ini bisa beragam, dengan beberapa peneliti menyebut gangguan membaca dialami hingga 20% populasi dunia.
Tanda-tanda disleksia di berbagai usia
Banyak orang tahu beberapa gejala disleksia yang umum. Kesulitan mempelajari kata baru sering terjadi. Begitu juga ejaan yang buruk, masalah pengucapan kata, dan kesulitan membaca. Namun, banyak yang tidak tahu bahwa gejala disleksia bisa berbeda sesuai usia.
Pra-sekolah
Cukup sulit mengidentifikasi disleksia pada anak pra-sekolah. Anak usia ini masih mengembangkan kemampuan dasar membaca. Namun, ada beberapa tanda yang dapat diperhatikan guru dan orang tua:
- Kesulitan mengingat lagu anak-anak dasar adalah gejala yang cukup umum.
- Bicara bayi yang bertahan hingga masuk TK. Salah mengucapkan kata sederhana juga sering terjadi.
- Sulit mengenali pola kata sederhana, seperti bat, cat, dan rat.
- Kesulitan mengenali huruf yang ada di namanya.
Penting juga melihat riwayat keluarga. Disleksia diduga sebagian dipengaruhi faktor genetik. Jika ada riwayat keluarga, kemungkinan anak juga mengalaminya lebih tinggi.
Usia sekolah awal
Saat anak sudah masuk sekolah dasar, mereka seharusnya sudah punya kemampuan membaca dasar. Tidak jarang siswa pada usia ini kesulitan mempelajari kata. Namun, anak-anak dengan gejala berikut bisa jadi mengalami disleksia:
- Masalah dengan fonik, yakni mengaitkan bunyi dengan huruf, sering terjadi. Contohnya, siswa tidak mengaitkan bunyi “c” dengan hurufnya.
- Kesulitan memahami bahwa kata tersusun dari huruf dan pola.
- Masalah kepercayaan diri. Siswa mungkin menolak saat diminta membaca.
Beberapa anak mengganti kata karena tidak bisa membaca kata sederhana. Misal, anak disleksia melihat gambar kucing dan tulisan “cat”. Tapi alih-alih membaca “cat”, mereka menyebutnya “kitty”.
Sekolah menengah & SMA
Semakin tinggi kelas, masalah anak dalam memahami bahasa tulis makin terlihat. Anda mungkin mulai melihat masalah dengan membaca, berbicara, kemampuan sosial, dan keterampilan sekolah anak.
Berikut gejala terkait membaca:
- Siswa mungkin menghindari membaca keras di depan kelas.
- Saat membaca, mereka bisa butuh banyak bantuan dengan kata-kata.
- Menebak saat menemukan kata baru. Anak mungkin sulit mengucapkan kata dengan benar untuk menemukan kata yang tepat.
Anda juga dapat melihat hal berikut pada cara bicara dan menulis mereka:
- Tulisan berantakan dan banyak salah eja.
- Menggunakan kata-kata samar saat tidak menemukan kata yang pas.
- Sering berhenti saat berbicara.
- Mencampuradukkan kata yang mirip bunyi, misal ocean dan lotion.
- Perlu waktu lebih lama untuk menjawab pertanyaan dibanding siswa lain.
Akhirnya, Anda juga bisa melihat masalah sosial dan sekolah berikut yang menunjukkan perlunya pendidikan khusus:
- Kurang percaya diri membuat anak lebih banyak menghabiskan waktu sendirian.
- Sangat kesulitan belajar bahasa asing.
- Sulit mengingat tanggal, waktu, dan daftar barang.
- Sulit menyelesaikan ujian dalam waktu yang ditentukan.
Tes untuk disleksia
Tidak selalu mudah mengenali gejala yang dijelaskan dalam artikel ini. Banyak anak bisa menutupi gejala mereka, bahkan tanpa sadar. Selain itu, beberapa anak punya gejala sosial serupa tanpa benar-benar mengalami disleksia.
Untungnya, ada beberapa tes yang bisa membantu menentukan apakah Anda atau keluarga memiliki disleksia.
Speechify’s Dyslexia Assessment salah satunya. Tes ini gratis di website Speechify dan membantu Anda mengetahui apakah Anda memiliki gejala disleksia.
Kenapa perlu melakukan tes?
- Mengetahui apakah Anda punya perbedaan belajar.
- Memahami seperti apa perbedaannya.
- Mendapat waktu tambahan saat ujian.
- Akses pendidikan & akomodasi khusus.
Cukup kirimkan data diri untuk mendapatkan tes ini, lalu kami akan mengirimkan salinannya kepada Anda.
Perlu diingat bahwa tes ini bukan pengganti diagnosis resmi dari profesional medis. Neuropsikolog dapat memberikan tes komprehensif dan diagnosis yang tepat.
Speechify – alat text to speech untuk penyandang disleksia
Setelah membaca artikel ini, Anda mungkin merasa Anda atau orang terdekat punya gejala disleksia. Hasil tes Anda mungkin saja menguatkan hal itu.
Apa langkah selanjutnya?
Menemukan alat yang tepat untuk membantu mengatasi disleksia itu krusial. Di sinilah Speechify berperan.
Speechify adalah aplikasi text to speech yang membacakan teks dengan suara. Aplikasi ini sangat membantu penyandang disleksia:
Aplikasi ini dapat membacakan teks jika Anda kesulitan membaca sendiri.
Selain aplikasi aksesibilitas, Speechify punya banyak fitur berguna. Misal, aplikasi ini mendukung bacaan dalam 14 bahasa, cocok untuk pembelajar bahasa asing. Tersedia pula beberapa suara pria dan wanita, sehingga Anda bisa memilih suara yang sesuai.
Dengan Speechify, membaca jadi lebih mudah bagi penyandang disleksia. Anda dapat mencoba aplikasi secara gratis hari ini di website Speechify.
FAQ
Kapan tanda disleksia muncul?
Tanda disleksia bisa muncul sebelum anak masuk sekolah. Namun, banyak gejala baru terlihat saat usianya lebih besar.
Apa tanda bahaya disleksia?
Tanda bahaya disleksia meliputi kesulitan membaca kata baru, tulisan yang banyak salah eja, dan keterlambatan perkembangan bahasa.
Apa perbedaan disleksia dan diskalkulia?
Disleksia berkaitan dengan masalah membaca & menulis kata. Diskalkulia adalah gangguan serupa tapi menyulitkan orang dalam berhitung sederhana.
Apa gejala paling umum disleksia?
Kesulitan membaca adalah tanda paling umum disleksia, tetapi diperlukan asesmen yang tepat sebelum diagnosis bisa diberikan.
Apa saja tanda disleksia pada dewasa?
Orang dewasa menunjukkan banyak tanda disleksia yang sama seperti anak SMA. Namun, efek sampingnya bisa lebih berat, seperti susah tidur, cemas, dan kurang percaya diri.

