Gangguan belajar seperti disleksia dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) bisa menjadi tantangan bagi anak, remaja, maupun orang dewasa. Khususnya, gejala disleksia dapat menghambat proses belajar, menyulitkan belajar bahasa asing, serta mengganggu pemahaman bacaan.
Kabar baiknya, sekarang tersedia banyak alat bantu untuk penyandang disleksia. Namun sebelum mencoba solusi modern, sebaiknya pahami dulu apa itu disleksia beserta gejalanya.
Apa itu disleksia?
Sebagai gangguan belajar, disleksia menyebabkan kesulitan membaca dan menulis, serta biasanya memengaruhi kemampuan berbahasa. Namun, tidak semua penyandang disleksia harus menunjukkan masalah yang sama. Disleksia pada dasarnya memengaruhi cara otak memproses informasi, yang bisa tampak berbeda pada tiap orang. Penderita disleksia juga bisa kesulitan mengatur waktu dan mengorganisasi kegiatan.
Perlu dicatat, disleksia tidak memengaruhi kesehatan mental atau kecerdasan umum. Misalnya, mereka yang disleksia mungkin mengalami kesulitan belajar tetapi justru unggul dalam kreativitas atau berpikir kritis.
Disleksia cukup umum ditemukan. Persentasenya dalam populasi berbeda-beda menurut sumber, tetapi seluruh perkiraan berkisar antara lima hingga dua puluh persen. Perbedaan statistik ini mungkin karena kurangnya pengenalan terhadap tipe-tipe disleksia. Jika Anda belum familier, mungkin baru tahu bahwa ternyata ada lebih dari satu jenis gangguan belajar ini.
Secara umum, disleksia terbagi menjadi empat jenis:
- Fonologis
- Permukaan
- Defisit penamaan cepat
- Defisit ganda
Setiap tipe memiliki gejala berbeda. Disleksia fonologis menimbulkan kesulitan dengan fonik - hubungan antara bentuk tulisan dan bunyi huruf/suku kata. Penderita disleksia permukaan sulit mendekode atau mengenali kata. Tipe ini biasanya berkaitan dengan pemrosesan visual.
Disleksia defisit penamaan cepat membuat seseorang sulit menyebutkan istilah seperti huruf, benda, angka, atau warna. Akibatnya, mereka perlu waktu lebih lama menyebutkan istilah-istilah tersebut. Terakhir, disleksia defisit ganda menggabungkan tipe fonologis dan defisit penamaan cepat, dan biasanya dialami penyandang disleksia yang lebih berat.
Gejala disleksia juga berbeda menurut kelompok usia. Berikut cara gejala muncul di usia yang berbeda.
Gejala umum disleksia
Tanda-tanda disleksia bisa terlihat di usia yang berbeda. Tentu saja, gejala tidak sama di setiap kelompok umur. Kita dapat membagi gejala sesuai kemunculannya menjadi empat kelompok:
- Pra-sekolah
- Sekolah dasar
- SMA/remaja
- Dewasa
Gejala di pra-sekolah
- Terlambat bicara: Anak disleksia biasanya mulai berbicara lebih lambat daripada anak lain.
- Sulit belajar kata baru: Anak disleksia usia lima tahun ke atas sering kesulitan mempelajari kata baru.
- Salah mengucapkan kata dan membalik bunyi: Anak disleksia bisa membalik huruf/suku kata atau tertukar pada kata yang bunyinya mirip.
- Masalah menamai: Anak disleksia kesulitan menyebut nama angka, warna, atau huruf dengan tepat.
- Sulit mengenali rima: Anak disleksia cenderung kesulitan mengikuti permainan atau lagu berima.
Gejala di sekolah dasar
- Kemampuan membaca di bawah usia seharusnya
- Sulit memahami dan memproses kata, kalimat, serta bunyi saat mendengar
- Sulit menjawab pertanyaan karena mencari kata yang tepat
- Masalah ingatan berurutan
- Sulit mengenali kata dan huruf yang berbeda/mirip
- Sulit mengucapkan kata yang asing
- Ejaan yang buruk
Gejala di SMA/remaja
- Riwayat gangguan belajar spesifik
- Kemampuan membaca kurang baik
- Rendah diri saat membaca nyaring
- Cemas, bicara kurang lancar/tepat
- Sering salah mengucapkan kata
- Membingungkan nama yang mirip
- Kosa kata terbatas
- Sulit mengerjakan ujian pilihan ganda
- Cepat lelah saat membaca
Gejala pada dewasa
- Tulisan dan tata letak kurang rapi
- Sulit menulis laporan/surat
- Sulit belajar menjelang ujian
- Cenderung menghindari kegiatan baca-tulis
- Kesulitan menyalin teks/mencatat
- Ejaan buruk
- Sulit mengingat nomor telp, PIN, dan sejenisnya
- Kesulitan mengikuti tenggat waktu
Tes disleksia
Ahli dapat mendiagnosis disleksia dengan tes khusus. Tes ini bisa mendeteksi ciri-ciri yang menunjukkan adanya gangguan belajar ini.
Anak disleksia umumnya cerdas, tetapi tingkat bacanya di bawah rata-rata usia. Mereka juga bisa terlihat bermasalah atau dinilai kurang berusaha. Namun, label ini keliru dan justru dapat merusak rasa percaya diri.
Orang disleksia sering berbakat di seni, olahraga, bisnis, teknik, dan banyak bidang lain. Namun, mereka sulit berkonsentrasi atau belajar dengan cara biasa, sehingga performa bisa terganggu.
Kesulitan mengeja dan membaca adalah ciri utama disleksia, kadang disertai masalah bicara dan mendengar. Keterampilan motorik tertentu seperti menulis dan gerakan halus juga kadang terlambat berkembang, meski penyandang disleksia sering bisa menggunakan dua tangan dengan sama baik.
Manajemen waktu dan matematika juga bisa menjadi tantangan, terutama pada soal-soal matematika yang lebih rumit.
Speechify – pembaca teks ke suara untuk disleksia
Kami telah menyebutkan alat bantu agar penyandang disleksia bisa berkembang. Text to speech termasuk salah satunya, dan Speechify menonjol di bidang ini.
Speechify dapat mengubah teks apa saja menjadi suara. Fitur ini sangat membantu penderita disleksia untuk membaca, serta mengatasi masalah umum disleksia. Dengan demikian, Speechify bisa meningkatkan kemampuan belajar dan membantu mereka menikmati literasi.
Anda bisa mencoba Speechify gratis hari ini dengan mengunjungi www.speechify.com.
FAQ
Apa saja empat tipe disleksia?
Empat tipe disleksia adalah fonologis, permukaan, defisit penamaan cepat, dan defisit ganda.
Apakah bisa hanya sedikit disleksia?
Karena disleksia berada dalam suatu spektrum, dimungkinkan mengalami disleksia ringan.
Kapan tanda disleksia mulai muncul?
Tanda awal disleksia bisa muncul di berbagai usia. Gejala paling awal mungkin sudah terlihat sebelum usia lima tahun.
Apakah disleksia bisa disembuhkan?
Saat ini belum ada metode untuk menyembuhkan disleksia. Namun, banyak alat bantu agar penderita disleksia dapat mengembangkan potensinya dan hidup lebih baik.
Apa tipe disleksia paling umum?
Disleksia fonologis adalah tipe yang paling sering dikaitkan dengan gangguan ini.
Apa perbedaan disleksia dan diskalkulia?
Walau disleksia dan diskalkulia tampak serupa, dasarnya berbeda. Disleksia utamanya mengganggu proses bahasa (membaca/menulis). Diskalkulia mengganggu pemrosesan angka, ruang, dan waktu. Diskalkulia juga bisa disertai gejala disleksia tertentu.

