Menurut Dyslexia International, disleksia memengaruhi 5%-10% penduduk dunia, atau sekitar 700 juta orang. Jika ada pegawai Anda yang termasuk, apakah lingkungan kerja Anda sudah memberi dukungan yang tepat?
Kesadaran akan disleksia masih rendah, dan banyak perusahaan belum tahu cara terbaik mendukung karyawan disleksia. Artikel ini membahas alat-alat unggulan yang bisa Anda gunakan.
Mendukung penyandang disleksia di tempat kerja
Kesulitan belajar seperti disleksia dan ADHD bisa membuat seseorang kesulitan menjalankan tugas kantor sehari-hari seperti mencatat, mengingat informasi, dan membaca peta. Mendukung pegawai disleksia memastikan kepatuhan pada Equality Act sekaligus memberi mereka kesempatan bekerja secara optimal.
Tempat kerja bisa mendukung disabilitas belajar dengan berbagai cara, mulai dari teknologi hingga pelatihan. Dengan lingkungan minim distraksi, pegawai dapat fokus dan menunjukkan potensi terbaik.
Mari bahas cara-cara praktis mendukung karyawan disleksia di bisnis Anda.
Teknologi bantu
Platform seperti Read&Write dan Speechify dapat meningkatkan pengalaman kerja sekaligus kinerja karyawan Anda. Untungnya, ada banyak pilihan yang bisa dicoba.
Ambil contoh text to speech. Fitur ini membantu penyandang disleksia menyelesaikan tugas harian dengan lebih mudah. Fitur bawaan seperti di iPhone dan iPad juga mendukung, begitu pula Immersive Reader dan Spell Checker di Word. Pegawai bisa mendengarkan isi dokumen dan mengurangi salah ketik di email dan laporan.
Untuk dukungan penuh pada text to speech, gunakan software khusus. Padukan dengan speech-to-text seperti Siri, Alexa, atau Dictation agar karyawan makin efisien.
Banyak pekerja disleksia sudah memakai Speechify dalam aktivitas mereka. Aplikasi ini mengubah teks menjadi audio berkualitas tinggi. Bisa memindai teks digital maupun kertas, sehingga cocok untuk berbagai materi kerja.
Software mind mapping
Penyandang disleksia biasanya lebih mudah memproses informasi secara visual. Karena itu, alat visualisasi data bisa sangat membantu.
Software mind mapping membantu penyandang disleksia mengatur informasi dengan cara yang paling cocok untuk mereka. Ini membuat tempat kerja lebih inklusif, sekaligus mempermudah penyusunan dan pengingatan informasi.
Mind mapping juga bermanfaat bagi pelajar disleksia yang perlu mengelola banyak informasi. Bila bisnis Anda menyediakan program magang, Anda bisa menyediakan teknologi ini untuk mereka.
Ada banyak platform mind mapping, seperti iMindMap untuk iOS dan Miro untuk mind mapping online. Diskusikan dulu dengan karyawan untuk menentukan fitur yang dibutuhkan, lalu pilih platform yang paling pas.
Alat pencatat
Untuk mendukung fungsi eksekutif, penyandang disleksia bisa memasang aplikasi pencatatan lengkap di ponsel mereka. Ini membantu manajemen waktu dan memastikan info penting selalu dalam jangkauan.
Pilih aplikasi dengan fitur pengenalan suara atau rekaman seperti Evernote. Aplikasi ini sangat berguna untuk daftar tugas, catatan tulis atau suara, dan memindai tulisan tangan.
Alat lain yang tak kalah membantu adalah Microsoft To Do. Pegawai bisa mengatur beberapa daftar tugas dan menyisipkan catatan suara pada aktivitas tertentu untuk menunjang produktivitas.
To Do tersedia di iOS dan Android serta laptop dan PC. Data bisa disinkronkan di berbagai perangkat agar tetap rapi saat bepergian.
Stabilo, pena warna, dan Post-it
Sensitivitas scotopic umum pada disleksia. Mereka kesulitan menangkap informasi dari latar belakang putih atau terang. Kontras hitam/putih bisa jadi masalah, padahal ini sangat umum di kantor, dari kontrak hingga dokumen Word—huruf hitam di atas putih adalah standar.
Penderita disleksia mungkin kesulitan memakai alat tradisional ini. Jadi, kantor sebaiknya melakukan penyesuaian untuk membantu mereka.
Kabar baiknya, Anda tidak perlu mengubah banyak hal; menambahkan warna saja sudah bisa sangat memudahkan karyawan disleksia mengakses informasi.
Banyak alat edit dokumen memiliki highlighter digital yang siap dipakai. Anda juga dapat membeli spidol warna dan mengganti pena hitam dengan pena berwarna.
Post-it adalah alat kecil dengan dampak besar. Selain warnanya membantu sensitivitas scotopic, Post-it juga memudahkan pegawai mengelola info penting.
Tempat kerja yang tenang
Disleksia bukan hanya soal ejaan atau membaca. Ini gangguan pemrosesan bahasa, jadi bahasa lisan juga bisa menimbulkan tantangan. Suasana kantor yang terlalu riuh dapat membuat pegawai disleksia sulit fokus dan bekerja.
Edukasi karyawan agar cara mereka berbicara tidak mengganggu rekan yang disleksia. Dorong empati dan kehati-hatian; jangan bicara terlalu keras di dekat mereka, terutama saat mereka sedang mengerjakan tugas penting.
Sediakan waktu tenang khusus agar pegawai bisa beristirahat dan kembali fokus. Istirahat tenang bermanfaat bagi semua, tetapi sangat membantu penyandang disleksia.
Anda juga dapat menawarkan opsi kerja dari rumah agar pegawai bisa mengatur lingkungan dan kondisi kerja sesuai kebutuhan.
FAQ
Bagaimana cara mengakomodasi disleksia di tempat kerja?
Cara yang paling efektif adalah menyediakan lingkungan kerja yang tenang dan teknologi bantu yang tepat.
Apa saja sumber daya terbaik untuk disleksia?
Sumber terbaik untuk disleksia antara lain Reading Rockets, Storyline Online, dan Learning Ally.
Teknologi bantu apa untuk disleksia?
Teknologi bantu yang paling umum adalah software text to speech. Pilihan lain antara lain aplikasi pencatat dan software mind mapping.
Layar warna apa yang terbaik untuk disleksia?
Layar gelap dapat membantu penyandang disleksia. Kombinasi yang paling umum adalah hitam dan kuning.
Bagaimana cara terbaik mengelola disleksia di kantor?
Sering beristirahat, gunakan font yang mudah dibaca, dan manfaatkan software yang tepat untuk mengurangi gejala disleksia.
Bagaimana cara terbaik membantu pengidap disleksia di kantor?
Sediakan alat yang tepat, jangan memberi tekanan berlebihan, dan edukasi seluruh tim di tempat kerja.
Apa itu disleksia?
Disleksia adalah kesulitan belajar yang memengaruhi kemampuan menulis, membaca, dan mengeja.
Apa saja gejala disleksia?
Gejala disleksia antara lain lambat merespons, sulit membedakan huruf mirip, dan kerap membalikkan bunyi saat berbicara.
Apa gejala paling umum disleksia?
Gejala paling umum disleksia adalah kesulitan membaca dengan cepat atau tanpa kesalahan.

