Materi audio GRE dan persiapan
Untuk bisa masuk ke sebagian besar program S2 di AS dan Kanada, kamu harus lulus Graduate Record Examinations (GRE). GRE dikelola oleh Education Testing Service (ETS) dan sudah ada sejak tahun 1936.
Tes GRE umum bertujuan menilai kemampuan penalaran verbal, penulisan analitik, penalaran kuantitatif, dan berpikir kritis peserta. Kamu akan menemui soal aljabar, geometri, aritmatika, dan kosa kata.
Karena penting dan reputasinya, banyak siswa merasa cemas saat persiapan, dan itu wajar. Ujian memang memicu stres, baik GRE maupun ujian penting lainnya. Namun, kamu bisa mengurangi kecemasan ujian dengan beberapa cara saat belajar dan mempersiapkan diri.
Supaya bisa meraih nilai GRE terbaik, sebaiknya kamu mempersiapkan diri sedini mungkin. Di sini, kami akan membahas tips belajar agar peluangmu lulus semakin besar dan masuk ke program pascasarjana pilihan kamu. Kami juga akan berbagi “rahasia” bernama Speechify.
Persiapan ujian GRE kamu
Seperti ujian lain, persiapan GRE sebaiknya dimulai sejak dini. Tapi apa artinya sejak dini? Apakah seminggu, dua minggu, atau lebih? Kenyataannya, waktu belajar tergantung pada seberapa cepat kamu menyerap informasi dan performamu saat ujian.
Panduan resmi menyarankan belajar antara 1 sampai 5 bulan sebelum ujian sebagai waktu ideal agar lulus GRE. Namun, ini sangat tergantung target skor kamu. Untuk skor minimal, tak perlu 5 bulan; tetapi kalau ingin punya keunggulan masuk S2 atau S3 impian, waktu segitu memang dibutuhkan. Jadi, durasi belajar ditentukan skor target pribadi dan perlu disesuaikan.
Cara meraih skor GRE maksimal
Kalau ingin hasil terbaik, buat jadwal belajar yang realistis. Selama masa itu, biasakan diri dengan format ujian, termasuk tiga bagian utamanya.
- Bagian analitik GRE
- Bagian verbal GRE
- Bagian kuantitatif GRE
Saat persiapan, sangat dianjurkan mengikuti tes latihan. Kamu bisa mendapatkannya dari ETS setelah registrasi, atau mencarinya secara online dan di kursus persiapan. Setelah mengerjakan, evaluasi hasilnya. Cari tahu bagian mana yang nilaimu paling rendah dan perbaiki bagian tersebut.
Tes latihan dengan flashcard
Ini mungkin terdengar klasik, tapi tetap manjur. Menggunakan flashcard kosa kata GRE adalah metode belajar yang bagus meski terkesan kuno. Cara ini memudahkan hafalan kata-kata penting yang wajib dikuasai di ujian.
Gunakan alat bantu belajar untuk mengingat materi
Kadang, teknik belajar klasik dengan pena dan kertas kurang efektif, khususnya bagi pelajar dengan hambatan belajar. Misalnya, mereka yang mengalami disleksia sulit belajar dengan teks tertulis. Mereka bisa memanfaatkan alat bantu belajar seperti audiobook untuk mendengarkan materi.
Bukan hanya peserta dengan hambatan belajar yang diuntungkan dari alat bantu audio. Mendengarkan sambil membaca membantu memahami materi lebih baik. Materi audio juga meningkatkan kecepatan membaca, memperkaya kosa kata, dan daya ingat.
Pembaca TTS
Text to speech (TTS) adalah standar emas dalam persiapan ujian GRE ataupun GMAT. Aplikasi ini mengubah teks atau panduan belajar digital menjadi buku persiapan GRE audio. Sangat membantu bagi siswa yang kesulitan membaca atau mudah kehilangan fokus.
Selain itu, alat TTS memungkinkan multitasking. Artinya, kamu bisa membaca sambil mendengarkan, cara yang terbukti bisa meningkatkan pemahaman bacaan. TTS dapat membantu belajar saat kamu menjalankan aktivitas seperti belanja, bersih-bersih, bepergian, olahraga, atau kegiatan lain yang biasanya menyita perhatianmu.
Sekarang, mari lihat aplikasi text to speech mana yang sebaiknya kamu pilih untuk persiapan GRE-mu.
Tingkatkan peluang meraih skor GRE tinggi dengan Speechify
Untuk mendapat hasil GRE terbaik, kami rekomendasikan Speechify. Ini aplikasi TTS nomor satu dengan fitur canggih. Speechify memakai machine learning, optical character recognition (OCR), dan AI modern untuk mengubah tulisan apa pun jadi panduan audio GRE. Bahkan foto catatan tanganmu juga bisa dijadikan audio berkat OCR.
Speechify punya lebih dari 30 suara untuk dipilih saat latihan soal. Semua AI naratornya sangat alami—nyaris tak bisa dibedakan dari podcast sungguhan. Cocok juga untuk siswa luar negeri karena mendukung lebih dari 15 bahasa selain bahasa Inggris.
Lebih lengkap, Speechify tersedia di semua platform populer. Kamu bisa menambahkannya sebagai plug-in di Google Chrome atau browser Safari. Untuk smartphone/tablet, tersedia di App Store iOS dan Google Play bagi pengguna Android untuk persiapan ujian.
Mulailah mendengarkan panduan belajar, catatan, bahan ujian, dan lainnya dengan Speechify hari ini—kejar skor GRE tinggi yang kamu impikan.
FAQs
Bagaimana cara terbaik belajar GRE?
- Buat jadwal belajar realistis dan patuhi. Belajar satu jam sehari saja bisa sangat membantu.
- Kenali tiga bagian ujian—verbal, kuantitatif, dan analitik—serta subbagiannya.
- Ikuti tes latihan dari ETS, sumber online, atau kursus singkat.
- Evaluasi hasil latihan, perhatikan jawaban yang salah.
- Fokus ke bagian yang masih lemah, jangan hanya mengulang kemampuan yang sudah kuat.
- Gunakan flashcard untuk memperkuat kosakata GRE-mu.
- Latihan menulis esai untuk bagian penulisan analitik.
- Hemat waktu dengan mempelajari petunjuk ujian saat persiapan.
- Tinjau dasar matematika: geometri, aljabar, dan trigonometri.
Bisa belajar GRE dalam 2 minggu?
Bisa, tapi hasilnya mungkin kurang memuaskan. Idealnya, sediakan waktu 1–5 bulan belajar agar hasil maksimal.
Bisa lulus GRE tanpa belajar?
Tanpa belajar, hampir mustahil lulus—baik GRE maupun ujian lainnya.

