Berbeda dengan kloning sesungguhnya, voice cloning aman, mudah dipelajari, dan bisa diakses siapa saja yang punya koneksi internet. Selain praktis, teknologi ini juga bermanfaat besar, mengubah cara kita mendekati pendidikan, bisnis, gim, literatur, dan banyak lagi. Tertarik mencoba? Simak terus!
Apa itu voice cloning?
Voice cloning adalah meniru dan menghasilkan suara seseorang lewat kecerdasan buatan (AI). Kedengarannya mungkin seperti teknologi masa depan, tapi Anda mungkin sudah pernah memakainya. Ingat teks ke suara (TTS) yang dulu Anda pakai untuk membaca berita dengan suara ala Arnold Schwarzenegger? Itu salah satu contoh voice cloning. Ekstensi dan aplikasi TTS sederhana memang tidak secanggih voice cloning sesungguhnya, dan itu wajar karena bukan itu tujuan utama mereka. Solusi voice cloning yang bagus mampu menganalisis pola bicara lebih dalam dan menangkap detail unik dari suara seseorang. Semakin baik analisisnya, makin otentik suara AI dan hasil belajar mesin yang dihasilkan.
Penggunaan voice cloning
Voice cloning bukan sekadar gimmick dan punya banyak manfaat di pendidikan, bisnis, medis, dan seterusnya. Tentu saja, sama seperti kloning sesungguhnya, ada pertanyaan etis yang muncul (misalnya soal deepfake yang sering bocor). Tapi mari kita lihat sisi positifnya dulu.
Pendidikan
Pendidikan pelan tapi pasti makin digital. Kita tidak akan membahas pro-kontranya, hanya fakta bahwa kelas kini sering digantikan layar dan Zoom. Artinya, kita punya lebih banyak sumber daya untuk bikin pelajaran lebih hidup. Dengan voice cloning, misalnya, kita bisa memakai deep learning untuk menirukan suara tokoh sejarah. Bayangkan mendengar Nikola Tesla sendiri menjelaskan arus bolak-balik.
Audiobook
Berikutnya, audiobook. Audiobook bukan hanya alat belajar atau relaksasi, tapi sangat penting bagi banyak orang, terutama tunanetra. Dengan teknologi voice cloning, kita bisa membuat audiobook jadi lebih hidup, ekspresif, dan seru didengar.
Layanan text to speech
Sebelum membahas real-time voice cloning dan sintesis suara, kita lihat dulu bagaimana program TTS saat ini bekerja. Contohnya, Speechify, salah satu solusi TTS paling canggih. Apa yang bisa dilakukan Speechify? Speechify bisa mengubah teks jadi audio, memindai dokumen fisik jadi suara, dan membuat voiceover untuk blog, dan lain-lain. Kenapa ini relevan? Karena aplikasi TTS mudah diakses dan harganya terjangkau, mereka bisa sangat diuntungkan dari teknologi voice cloning dan ikut mengenalkannya ke publik luas. Misalnya, Speechify punya suara selebriti, sehingga Anda bisa mendengarkan novel favorit dibacakan oleh Gwyneth Paltrow. Coba sekarang.
Bagaimana suara AI dibuat?
Sekarang, mari bahas sedikit soal teknis pembuatan suara AI dan kenapa hasilnya bisa terdengar natural. Tenang saja — penjelasannya akan tetap sederhana. Seperti dijelaskan tadi, teknologi voice cloning memakai deep learning untuk mengenali ciri khas suara seseorang: nada, intonasi, aksen, volume, dan lain-lain. Tentu butuh perangkat canggih untuk itu, tapi hal ini sepenuhnya memungkinkan. Yang terpenting: deep neural network membutuhkan banyak input audio. Mirip proses belajar bahasa asing! Kini, teknologinya makin maju, bahkan hanya perlu beberapa jam rekaman untuk meniru suara tertentu — solusi ideal kalau data audio terbatas (misalnya suara tokoh sejarah).
Aplikasi Voice Cloning
Sekarang banyak aplikasi voice cloning yang bermunculan berkat internet. Tentu saja, ada yang lebih unggul dari yang lain. Berikut beberapa pilihan teratas kami untuk membuat suara sintetis sendiri dan memanfaatkan speech synthesis langsung dari rumah:
- Respeecher
- Murf
- Resemble
- Descript
Website Voice Cloning
Jika Anda akrab dengan alat TTS, Anda tahu Anda tidak selalu harus mengunduh aplikasi untuk menyelesaikan tugas. Anda bisa pakai ekstensi browser atau website untuk solusi yang lebih cepat. Begitu juga dengan voice cloning AI. Misalnya, Anda bisa gunakan Zzlab. Namun, agar hasil lebih maksimal, kami sarankan mengunduh Speechify atau program lain yang sudah disebut tadi.
FAQ
Apa beda voice cloning dan voice morphing?
Singkatnya: voice morphing adalah mengubah suara agar terdengar berbeda, biasanya lewat filter digital. Voice cloning jauh lebih kompleks karena menggunakan deep learning dan machine learning untuk menciptakan suara AI yang bisa menghasilkan audio sendiri, bukan hanya memodifikasi suara asli secara real-time.
Siapa yang paling mudah untuk dikloning suaranya?
Model suara yang paling mudah dikloning adalah yang punya paling banyak data suara dan sampel audio. Contohnya, Anda bisa memakai rekaman suara sendiri atau memakai suara pembuat konten populer dan selebritas, karena algoritma biasanya lebih mudah mengolah datanya.

