1. Beranda
  2. VoiceOver
  3. Apa itu audio lossless dan apa yang membuatnya unik?
Dipublikasikan pada VoiceOver

Apa itu audio lossless dan apa yang membuatnya unik?

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

#1 Generator Voice Over AI.
Buat rekaman suara seperti manusia
secara real time.

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Audio lossless adalah istilah yang sudah akrab di telinga audiophile, penggemar teknologi, dan pelaku industri musik. Format ini makin populer di era digital yang mengutamakan pengalaman mendengarkan berkualitas tinggi. Tapi apa sebenarnya audio lossless, dan apa bedanya dengan audio berkualitas tinggi biasa? Mari kita kupas satu per satu agar Anda benar-benar paham soal audio lossless.

Penjelasan audio lossless

Audio lossless, sesuai namanya, adalah file audio yang dikompresi tanpa kehilangan data, sehingga ukuran file berkurang tanpa mengorbankan kualitas suara. Free Lossless Audio Codec (FLAC) dan Apple Lossless Audio Codec (ALAC) adalah format lossless populer yang menjaga data audio asli tetap utuh. Format ini menawarkan kualitas audio setara rekaman asli, dikenal sebagai kualitas CD (44,1 kHz, 16-bit), bahkan bisa lebih tinggi seperti Hi-Res Lossless (hingga 192 kHz, 24-bit).

Sebaliknya, audio lossy menggunakan kompresi yang mengurangi ukuran file dengan membuang sebagian data audio. Format seperti AAC dan MP3 memakai kompresi ini sehingga kualitas suara bisa menurun.

Format file audio

Format file audio ada banyak jenis, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Dua kategori utamanya yaitu tak terkompresi (lossless) dan terkompresi (bisa lossless atau lossy). Berikut beberapa yang paling umum digunakan:

Format audio tak terkompresi

  1. WAV: Dikembangkan IBM dan Microsoft, WAV adalah format umum untuk menyimpan audio mentah tanpa kompresi. Kualitas sangat baik, tapi ukuran file besar.
  2. AIFF: Mirip WAV, AIFF dibuat Apple dan umum di Mac. Kualitas suara tinggi, tetapi ukuran file juga besar.

Format audio lossless

  1. FLAC: Codec audio lossless populer, cocok bagi yang mengutamakan kualitas terbaik. Mengompresi file tanpa kehilangan kualitas, dengan ukuran lebih kecil dibanding WAV atau AIFF.
  2. ALAC: Apple Lossless Audio Codec, setara FLAC namun dirancang untuk ekosistem perangkat Apple.
  3. APE: Monkey's Audio, codec lossless yang cukup tangguh meski kurang populer. Mengurangi ukuran file tanpa mengurangi kualitas.
  4. DSD: Direct Stream Digital, format lossless resolusi tinggi untuk Super Audio CD (SACD). Menggunakan metode encoding berbeda dan diakui kualitas audionya.

Format audio lossy

  1. MP3: Mungkin format paling populer, MP3 memakai kompresi lossy untuk memperkecil file. Cocok untuk perangkat dengan penyimpanan terbatas, tapi kualitas suara berkurang.
  2. AAC: Advanced Audio Coding, format standar iTunes Apple, juga dipakai YouTube, PlayStation, dan Nintendo. Kualitas lebih baik dari MP3 di bitrate yang sama, banyak dipilih untuk musik digital.
  3. OGG: Ogg Vorbis, alternatif gratis dan open-source untuk MP3/AAC. Kualitas baik, ukuran kecil, digunakan oleh Spotify.
  4. WMA: Windows Media Audio buatan Microsoft. Kompresinya mirip MP3, tetapi kini makin jarang dipakai dan kurang didukung.
  5. Opus: Format coding audio lossy dari Xiph.Org Foundation dan distandarisasi IETF. Efisien untuk suara dan musik, latensi rendah untuk komunikasi real-time.

Setiap format punya fungsi unik; pilihannya tergantung kebutuhan Anda: kualitas audio, ukuran file yang ringkas, atau kompatibilitas dengan perangkat dan software tertentu.

Apakah audio lossless lebih baik dari audio berkualitas tinggi?

Audio lossless sering dianggap lebih unggul daripada audio berkualitas tinggi biasa. Bedanya terletak pada metode kompresi. Audio berkualitas tinggi biasanya berformat lossy dengan bitrate tinggi (kbps), tetapi tetap kehilangan sebagian data saat kompresi. Meski begitu, audio berkualitas tinggi sudah lebih dari cukup untuk mendengar musik santai sehari-hari.

Audio lossless menjaga semua detail dari rekaman asli, sehingga menghasilkan suara lebih jernih dan dinamis—favorit para audiophile. Ibarat perbedaan antara lukisan asli dan foto resolusi tinggi dari lukisan itu—foto mungkin tampak bagus, tapi karya asli menyimpan detail yang tak bisa sepenuhnya ditiru foto.

Mengapa memilih audio lossless?

Alasan utama memakai audio lossless adalah ingin menikmati musik sebaik mungkin, sedekat mungkin dengan versi yang dimaksudkan artis. Format ini digemari audiophile dan profesional musik yang menginginkan pengalaman mendengarkan tanpa kompromi, terutama jika memakai perangkat audio kelas atas yang mampu menampilkan peningkatan kualitas suara.

Tentu ada kekurangannya. File lossless jauh lebih besar daripada lossy, jadi butuh lebih banyak ruang di perangkat dan menghabiskan data lebih besar jika streaming. Namun banyak orang menganggapnya sepadan, apalagi harga penyimpanan makin murah dan Wi-Fi makin cepat serta luas jangkauannya.

Cara menyalakan atau mematikan audio lossless

Banyak layanan streaming seperti Apple Music, Tidal, Qobuz, Deezer, dan Amazon Music HD kini menawarkan audio lossless. Anda bisa mengaktifkan fitur ini di pengaturan aplikasi dan memilih kualitas audio yang diinginkan. Di iPhone/iPad, buka Settings > Music > Audio Quality lalu pilih Lossless atau Hi-Res Lossless.

Perlu diingat, mengaktifkan audio lossless akan meningkatkan penggunaan data dan kadang butuh hardware yang lebih mumpuni (misalnya DAC untuk Hi-Res audio) serta dukungan software (iOS, Mac, Android). Tidak semua perangkat, seperti AirPods Max dan HomePod, mendukung lossless.

Bisakah streaming audio lossless via Bluetooth?

Bluetooth di headphone dan speaker nirkabel punya keterbatasan untuk streaming audio lossless karena bandwidth terbatas. Codec AAC pada Bluetooth tidak sanggup menangani file lossless berukuran besar, sehingga tetap menggunakan kompresi lossy.

Untuk merasakan kualitas lossless yang sesungguhnya, gunakan headphone kabel, DAC berkualitas, atau speaker via Wi-Fi/analog. LDAC Sony dan aptX HD Qualcomm memang memberi kualitas lebih baik di Bluetooth, tapi tetap belum sepenuhnya lossless.

Kesimpulannya, audio lossless menawarkan pengalaman mendengarkan yang istimewa bagi penikmat musik yang ingin menangkap tiap detail lagu. Semakin banyak layanan seperti Spotify HiFi yang menawarkan fitur ini, audio lossless makin mudah diakses dan menghadirkan kualitas tinggi ke lebih banyak orang. Jadi, baik Anda audiophile sejati maupun sekadar penikmat musik yang ingin mendengar karya sebagaimana mestinya, audio lossless bisa jadi jawabannya.

Dapatkan audio voiceover AI berkualitas tinggi dengan Speechify Voiceover Studio

Jika Anda audiophile yang mencari generator voice AI berkualitas, coba Speechify Voiceover Studio. Dengan kecerdasan buatan canggih dan pemrosesan audio terkini, Anda dapat membuat voiceover yang terdengar natural dari lebih 120 suara di 20+ bahasa dan aksen. Fitur lainnya: edit audio cepat, unggah/unduh tanpa batas, ribuan soundtrack berlisensi, hak komersial, hingga 100 jam voiceover per tahun, dan dukungan pelanggan 24/7.

Lihat berbagai hal yang bisa Anda buat dengan Speechify Voiceover Studio.

Hasilkan voice over, dubbing, dan cloning dengan 1.000+ suara dalam 100+ bahasa

Coba gratis
studio banner faces

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.