1. Beranda
  2. TTS
  3. Text to speech vs screen reader. Apa bedanya?
Dipublikasikan pada TTS

Text to speech vs screen reader. Apa bedanya?

Tyler Weitzman

Tyler Weitzman

MS Ilmu Komputer Stanford, Advokat Disleksia & Aksesibilitas, CEO/Pendiri Speechify

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Text to speech vs screen reader. Apa bedanya?

Dengan banyaknya teknologi saat ini, pertanyaan “bagaimana cara membacakan layar saya” punya banyak jawaban. Meski sering dianggap sama, text-to-speech dan screen reader adalah dua aplikasi berbeda—masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Keduanya adalah aplikasi sintesis suara yang bisa mengubah teks di layar menjadi audio. Namun, screen reader dan text-to-speech melakukannya dengan cara berbeda dan menghasilkan pengalaman pengguna yang berbeda. Untuk membantu kamu memilih teknologi yang paling pas, berikut semua yang perlu kamu tahu tentang text-to-speech vs screen reader, termasuk perbandingan fungsi, fitur, serta rekomendasi aplikasi terbaik di tiap kategori.

Apa itu Screen Reader?

Aplikasi screen reader adalah aplikasi yang mengubah teks di layar komputer menjadi audio atau braille agar penyandang tunanetra dapat menggunakan komputer. Karena memang dirancang khusus untuk tunanetra di Windows atau Chrome, screen reader memiliki fitur lebih lengkap dibanding text-to-speech biasa. Pengguna screen reader yang tunanetra butuh bantuan navigasi antar halaman dan membaca teks, dan screen reader dibuat untuk kebutuhan tersebut. Dengan aksesibilitas sebagai prioritas utama, screen reader memungkinkan pengguna melompat antar bagian teks serta navigasi pakai keyboard. Untuk yang memakai braille display tanpa kursor, screen reader bisa mengubah teks digital ke braille atau audio. Screen reader juga dapat membaca alt text pada gambar di halaman web atau dokumen, sehingga tunanetra bisa mendapatkan deskripsi audio untuk gambar, grafik, dan elemen visual lain.

Kegunaan Screen Reader

Karena screen reader memang dibuat untuk tunanetra, fiturnya sangat lengkap, melebihi kebutuhan pengguna biasa. Namun, bagi tunanetra fitur ini sangat penting. Mengingat komputer dan internet kini sangat krusial, tunanetra juga harus mendapat akses yang sama. Dalam konteks tutorial, TalkBack adalah teknologi pendukung yang membantu pengguna dengan gangguan penglihatan dan menyediakan output braille. Dengan membantu tunanetra mengoperasikan komputer tanpa melihat layar, software screen reader sangat penting untuk mendukung aksesibilitas dan kesetaraan bagi komunitas disabilitas.

Aplikasi Screen Reader Populer

Beberapa screen reader paling populer saat ini antara lain:

  • NVDA
  • JAWS
  • VoiceOver
  • Narrator

Aplikasi ini bisa dipakai untuk membaca konten web di Chrome, Microsoft, Firefox, atau perangkat open-source.

Kekurangan Screen Reader

Screen reader sangat menolong tunanetra. Namun, ada beberapa kekurangan yang membuat text-to-speech lebih cocok untuk pengguna umum, misalnya:

  • Biaya – Karena screen reader jauh lebih canggih dari text-to-speech, harganya juga lebih mahal. Untuk membeli aplikasi screen reader, kamu bisa menghabiskan ratusan hingga ribuan dolar.
  • Kompleksitas – Screen reader punya banyak fitur canggih dan butuh waktu belajar untuk menguasainya. Jika tidak butuh semua fitur itu, justru bisa terasa merepotkan.
  • Aksesibilitas – Kalau website tidak didesain dengan prinsip aksesibilitas, screen reader bisa kesulitan membacanya. Jika kamu punya disabilitas, pemformatan yang kurang ramah bisa membuat TTS reader tidak berfungsi optimal. Misalnya, tanpa atribut alt pada gambar, screen reader tidak bisa mendeskripsikan gambar. Meski website makin membaik soal aksesibilitas, kadang tetap ada kendala saat memakai screen reader.

Apa itu Software Text-to-Speech?

Sesuai namanya, software text-to-speech memakai sintetis suara untuk mengubah teks jadi audio yang jelas. Dengan text-to-speech, kamu bisa membacakan teks dari web atau dokumen dari awal sampai akhir. Berbeda dengan screen reader, text-to-speech tidak dibuat khusus untuk tunanetra atau disleksia, sehingga fiturnya lebih sederhana. Tujuannya untuk pengguna umum yang ingin meningkatkan produktivitas dan mengurangi lelah mata dengan mendengarkan teks, misalnya di perangkat Android.

Kegunaan Text-to-Speech

Ada banyak alasan menggunakan text-to-speech meski tidak kesulitan membaca. Pertama, kamu bisa jadi lebih produktif dengan mendengarkan dokumen sambil multitasking; misalnya saat menyetir, memasak, atau bersih-bersih. Banyak orang juga bisa mendengarkan lebih cepat daripada membaca, sehingga makin efisien. Alasan kedua, text-to-speech membantu mencegah lelah mata karena terlalu lama menatap layar. Gejalanya bisa berupa sakit kepala, mata kering, kejang otot, susah fokus, atau pandangan kabur. Dengan mendengarkan tanpa harus menatap layar, masalah ini bisa dikurangi. Terakhir, banyak orang memang lebih suka mendengarkan daripada membaca. Jika kamu lebih mudah paham saat mendengar atau senang dibacakan, text-to-speech bisa jadi solusi buatmu.

Aplikasi Text-To-Speech Populer

Beberapa aplikasi text-to-speech terpopuler saat ini antara lain:

Dari semua aplikasi text-to-speech, Speechify unggul dalam kemudahan dan fungsinya. Dengan Speechify, kamu bisa membacakan teks dari web atau dokumen digital lewat web app di PC atau aplikasi mobile di Android maupun iOS device. Speechify juga memungkinkan pengaturan kecepatan baca dan pilihan suara alami yang jernih.

Kekurangan Text-to-Speech

Walau text-to-speech menawarkan banyak manfaat, ada beberapa kekurangan, seperti:

  • Pemahaman – Tidak semua orang lebih mudah memahami informasi lewat audio ketimbang membaca. Selain itu, memakai text-to-speech berarti kamu tidak melihat ejaan atau tata bahasa, jadi lebih susah belajar aturan tersebut dari teks yang didengar.
  • Biaya – Text-to-speech memang lebih murah dari screen reader. Tapi untuk aplikasi terbaik tetap perlu bayar, sedangkan membaca sendiri gratis.
  • Nada Baca – Meski aplikasi terbaik seperti Speechify punya suara alami, tetap tidak bisa meniru nada bacaan manusia secara utuh. Tone teks kadang tidak tersampaikan dengan tepat seperti narator asli.

{HTML TABLE GOES HERE}

Pertanyaan Umum

Apakah text-to-speech sama dengan screen reader?

Semua screen reader dilengkapi text-to-speech, tetapi punya fitur tambahan khusus untuk membantu tunanetra menavigasi perangkat digital. Text-to-speech hanya berfungsi membacakan teks digital saja.

Apa yang disebut sebagai screen reader?

Semua software yang dirancang untuk membantu tunanetra menavigasi perangkat dan mengakses konten digital termasuk kategori aplikasi screen reader.

Kenapa seseorang memakai screen reader?

Screen reader dipakai tunanetra yang butuh bantuan navigasi, sementara text-to-speech bisa digunakan siapa saja yang ingin mendengarkan teks digital tanpa perlu membaca sendiri.

Apakah VoiceOver itu screen reader?

Ya, VoiceOver adalah aplikasi screen reader populer buatan Apple yang sudah tersedia di Mac, iPhone, dan iPad terbaru.

Bisakah screen reader membaca PDF?

Screen reader bisa membaca PDF selama PDF-nya mendukung aksesibilitas.

Apa screen reader paling populer?

Beberapa screen reader terpopuler saat ini adalah:

  • NVDA
  • JAWS
  • VoiceOver
  • Narrator

Nikmati suara AI tercanggih, file tanpa batas, dan dukungan 24/7

Coba gratis
tts banner for blog

Bagikan artikel ini

Tyler Weitzman

Tyler Weitzman

MS Ilmu Komputer Stanford, Advokat Disleksia & Aksesibilitas, CEO/Pendiri Speechify

Tyler Weitzman adalah Co-Founder, Kepala AI, dan Presiden Speechify, aplikasi text-to-speech #1 di dunia dengan 100.000+ ulasan bintang 5. Ia lulus dari Stanford dengan gelar BS Matematika dan MS Ilmu Komputer jalur AI. Ia terpilih sebagai salah satu Top 50 Entrepreneur versi Inc. Magazine, dan pernah diliput di Business Insider, TechCrunch, LifeHacker, CBS, dan lainnya. Riset S2-nya berfokus pada AI & text-to-speech, dengan makalah akhir berjudul: “CloneBot: Personalized Dialogue-Response Predictions.”

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.