Penulis kerap memakai nama samaran saat menerbitkan karya. Alasannya beragam, terutama jika buku tersebut tidak sesuai dengan gaya atau genre biasanya. Artikel ini membagikan deretan penulis terkenal yang memakai nama pena.
Penulis terkenal dan nama pena mereka
Stephen King - Richard Bachman
Saat Stephen King mulai menulis, penerbitnya hanya mengizinkan satu buku terbit per tahun. Tapi Stephen ingin lebih. Ia membujuk penerbit agar merilis novel lain dengan nama Richard Bachman. Stephen memilih nama ini karena mirip nama band favoritnya, Bachman-Turner Overdrive. King menerbitkan Rage dan The Running Man dengan nama pena ini. Namun, tak butuh waktu lama sampai Steve Brown, penjual buku dari Washington DC, menyadari karya King dan Bachman terlalu mirip.
J.K. Rowling - Robert Galbraith
Sebagian besar pembaca mengenal Joanne Rowling dari saga Harry Potter. Tapi, hanya sedikit yang tahu nama penanya, Robert Galbraith. Ia menerbitkan buku dewasa seperti The Cuckoo’s Calling, novel pertama seri Cormoran Strike, dengan nama samaran. Ia juga menerbitkan The Ink Black Heart dengan nama pena tersebut. Ia memilih Robert karena itu nama pria favoritnya, terinspirasi dari Robert F. Kennedy. Karena tidak ada karakter Harry Potter bernama itu, akhirnya ia pakai nama tersebut.
Agatha Christie - Mary Westmacott
Agatha Christie menulis 66 novel detektif. Ia pencipta karakter legendaris seperti Miss Marple dan Hercule Poirot. Selain novelnya, ia juga menerbitkan 14 kumpulan cerpen dan sebuah drama, The Mousetrap. Ia menulis enam novel dengan nama pena Mary Westmacott. Ia juga menerbitkan Unfinished Portrait dan The Burden dengan nama samaran itu. Ia pernah mengaku memakai nama samaran agar bisa mengeksplorasi sisi kreatifnya lebih jauh.
Anne Rice - A. N. Roquelaure
Anne Rice terkenal lewat novel bestseller The Vampire Chronicles. Namun, ia juga menulis dengan dua nama pena:
- A.N. Roquelaure
- Anne Rampling
Rice memakai nama pena pertama untuk novel erotis berlatar abad pertengahan, sedangkan nama lainnya digunakan untuk dua novel fiksi erotisnya.
Charlotte Bronte - Currer Bell
Charlotte Bronte dan saudari-saudarinya, Currer, Ellis, dan Acton (yang juga penulis), semua memakai nama pena. Penerbit laki-laki mereka menyarankan agar karya mereka terbit dengan nama pria. Charlotte memilih Currer Bell: “Currer” nama donatur sekolahnya, “Bell” nama tengah calon suaminya. Namun, petualangan nama pena Charlotte tak bertahan lama. Pengulas sejak awal sudah curiga Currer sebenarnya perempuan.
C.S Lewis - Clive Hamilton dan N. W. Clerk
Penulis The Chronicles of Narnia memakai dua nama pena:
- N. W. Clerk
- Clive Hamilton
Ia memakai Hamilton untuk karya pertamanya. Ia menerbitkan beberapa puisi dengan nama itu, termasuk Spirits in Bondage. Lalu, ia memakai inisial aslinya untuk novel. Lewis memakai nama N. W. Clerk untuk A Grief Observed, sebagai penghormatan untuk istrinya yang telah tiada.
Isaac Asimov - Paul French
Salah satu penulis fiksi ilmiah Rusia-Amerika paling terkenal ini memakai nama pena Paul French. Ia ingin mengeksplorasi genre baru, buku fiksi sains anak Lucky Starr. Ia menulis enam novel lagi dalam genre serupa dengan nama itu.
Daniel Handler - Lemony Snicket
Daniel Handler termasuk penulis yang nama penanya juga muncul sebagai karakter di bukunya. Lemony Snicket adalah nama pena sekaligus tokoh di beberapa karyanya. Ia terkenal lewat A Series of Unfortunate Events dengan nama Lemony Snicket.
Dean Koontz - Multiple
Dean Koontz memakai banyak nama pena sepanjang kariernya:
- David Axton
- Brian Coffey
- Deanna Dwyer
- K. R. Dwyer
- Leigh Nichols
- John Hill
- Richard Paige
- Anthony North
- Aaron Wolfe
Di masa puncaknya, Koontz menerbitkan lebih dari delapan buku per tahun. Ia memakai banyak nama pena agar pasar tidak cepat jenuh.
Nora Roberts - J.D. Robb
Nora Roberts telah menerbitkan lebih dari 200 novel roman. Tapi ia khawatir jika menulis genre lain akan membingungkan pembacanya. Maka ia memakai nama J. D. Robb untuk novel detektif seperti:
- Naked in Death
- Glory in Death
- Immortal in Death
- Rapture in Death
Temukan buku penulis terkenal di Speechify Audiobooks
Speechify Audiobooks adalah tempat terbaik untuk mendengarkan buku dari penulis terkenal. Temukan penulis klasik seperti Emily Bronte, George Eliot, dan banyak lainnya yang menggunakan nama pena. Unduh audiobook untuk didengarkan offline, nikmati konten hingga 4x kecepatan normal, dan jelajahi karya berbahasa Inggris maupun berbagai bahasa lain. Coba versi gratisnya mulai hari ini. FAQ Apa sebutan penulis yang menulis dengan nama berbeda? Penulis yang memakai nama berbeda dan menyembunyikan identitas aslinya dikenal memakai pseudonim atau nama pena. Apakah James Patterson menulis dengan nama samaran? Ya, ia kadang menulis bersama penulis lain, jadi Anda dapat menemukan nama lain di sampul bukunya. Bolehkah menulis dengan nama pena? Boleh. Banyak penulis memakai nama samaran saat menulis di genre berbeda dari yang biasa mereka garap. Misal, Mark Twain (nama asli Samuel Langhorne Clemens), Michael Douglas (Michael Crichton), Dr. Seuss (Theodor Seuss Geisel), George Orwell (Eric Arthur Blair), George Eliot (Mary Anne Evans), dan Lewis Carroll (Charles Lutwidge Dodgson) semua adalah nama pena. Apakah nama penulis sangat penting? Nama penulis sukses penting sebagai brand mereka. Banyak penulis fiksi berusaha membuat nama yang mudah diingat pembaca. Apa beda nama pena dan pseudonim? Nama pena, pseudonim, dan nom de plume adalah istilah yang sama untuk penulis yang memakai nama fiktif. Apa itu pseudonim? Pseudonim adalah nama samaran atau nama palsu yang sering digunakan penulis. Apa salah satu nama samaran J.D. Salinger? Thomas Pynchon mungkin adalah nama samaran J.D. Salinger.

