5 Font Gratis Terbaik untuk Disleksia
Disleksia adalah gangguan belajar umum yang memengaruhi kemampuan seseorang membaca, menulis, dan mengeja. Sekitar 10% populasi diperkirakan mengalami disleksia yang bisa berdampak besar pada aktivitas sehari-hari. Namun, beberapa font tertentu dapat membantu pembaca disleksia lebih mudah membaca. Di artikel ini, kami bahas font terbaik untuk disleksia dan alasannya.
Apa itu Disleksia?
Disleksia adalah kondisi neurologis yang memengaruhi cara otak memproses bahasa. Disleksia dapat ringan hingga berat dan bisa dialami semua usia.
Individu dengan disleksia bisa mengalami kesulitan dalam kesadaran fonemik, mengeja, dan kelancaran membaca sehingga pemahaman bacaan terganggu. Disleksia juga memengaruhi kemampuan menulis, membuat seseorang kesulitan mengeja atau menyusun ide dengan jelas. Efek disleksia dapat berbeda-beda dan penting dicatat bahwa disleksia tidak memengaruhi kecerdasan.
5 Font Gratis Ramah Disleksia Terbaik
Salah satu cara mempermudah membaca bagi penyandang disleksia adalah dengan menggunakan font ramah disleksia. Font ini dirancang agar tiap huruf mudah dibedakan dan mengurangi kerumunan visual yang membuat membaca jadi tantangan. Berikut 5 font gratis, ramah disleksia, dan mudah ditemukan untuk meningkatkan keterbacaan dan pemahaman:
- Arial — Arial adalah font sans-serif yang sering dipakai di web dan desain grafis. Direkomendasikan untuk pembaca disleksia karena mudah dibaca dan bentuk tiap huruf seragam. Arial juga mudah ditemui dan diakses penyandang disleksia.
- Verdana — Verdana adalah font sans-serif yang dibuat khusus untuk web. Disarankan untuk disleksia karena mudah dibaca dan bentuk hurufnya konsisten. Verdana juga umum digunakan dan tersedia luas.
- Comic Sans — Comic Sans kerap diremehkan di dunia desain, tetapi terbukti efektif untuk disleksia. Tiap huruf punya bentuk unik sehingga lebih mudah dibedakan. Comic Sans juga terlihat lebih santai, sehingga kegiatan membaca terasa lebih menyenangkan.
- Century Gothic — Century Gothic adalah font sans-serif dengan x-height besar dan konsisten, memudahkan pembaca disleksia membedakan huruf dan kata. Hurufnya membulat dan rapi, mengurangi kebisingan visual serta membantu fokus pada teks. Jarak antar huruf dan kata juga lebar sehingga membaca lebih nyaman.
- Open Sans — Open Sans adalah sans-serif dengan x-height tinggi—tinggi huruf kecil dibanding huruf kapital—sehingga memudahkan pembaca disleksia mengenali tiap huruf. Ruang antar huruf dan katanya lebar, jadi penyandang disleksia lebih mudah memahami teks.
Font yang Dirancang untuk Disleksia
Meski lima font di atas sangat baik untuk penyandang disleksia dan gratis, ada juga beberapa font khusus yang memang didesain untuk disleksia. Font khusus ini dibuat untuk meningkatkan keterbacaan dengan mengurangi kerumunan visual, memperjelas bentuk huruf, dan meminimalkan kebingungan antara huruf yang mirip. Berikut beberapa font tambahan yang cocok untuk disleksia.
OpenDyslexic
OpenDyslexic didesain oleh Abelardo Gonzalez, dan merupakan font open-source yang tersedia gratis. Keunikannya ada pada penambahan berat di bagian bawah setiap huruf sehingga lebih mudah dibedakan oleh penyandang disleksia. Jarak antar hurufnya juga lebih longgar sehingga keterbacaan meningkat.
Dyslexie Font
Christian Boer menciptakan font Dyslexie, jenis huruf yang didesain khusus untuk pembaca disleksia. Setiap huruf punya bentuk dan berat berbeda agar tidak mudah tertukar. Font ini juga lebih renggang, dan hurufnya sedikit dimiringkan sehingga lebih mudah dibaca. Anda bisa mendapatkannya beserta ekstensi Google Chrome di situs Dyslexie dengan biaya kecil.
Sylexiad
Dr. Robert Hillier mendesain dan mengembangkan rangkaian font Sylexiad bagi pembaca dewasa dengan disleksia—hasil penelitiannya untuk gelar Ph.D. berjudul A typeface for the adult dyslexic reader (2006). Font Sylexiad yang ramah disleksia ini tersedia gratis di websitenya, Sylexiad.com, serta menawarkan pilihan serif dan sans serif.
Ciri-ciri Font Ramah Disleksia
Ada bukti bahwa font tertentu lebih mudah dibaca penyandang disleksia dibanding yang lain. Meski belum ada satu "font disleksia" terbaik yang disepakati, riset menunjukkan fitur tertentu pada font dapat memudahkan membaca bagi disleksia. Berikut ciri-ciri font ramah disleksia.
- Sans-serif — Font sans-serif lebih mudah dibaca daripada serif karena bentuknya sederhana, seragam, tanpa garis kecil tambahan di ujung huruf seperti pada Times New Roman. Font sans-serif lain yang umum antara lain Tahoma, Calibri, Helvetica, dan Trebuchet.
- Bukan miring/oblique — Font miring atau oblique dapat membuat huruf tampak janggal dan menyulitkan, jadi sebaiknya dihindari untuk disleksia.
- Monospace — Font monospace punya jarak antar huruf yang seragam, sehingga memudahkan membedakan huruf. Setiap karakter lebarnya sama, jadi terlihat konsisten dan jelas. Contoh font monospace: Courier, Lucida Console, dan Source Code Pro.
- Spasi — Font ramah disleksia biasanya memiliki spasi yang lebih longgar antar huruf sehingga keterbacaan meningkat.
- Huruf kecil — Font dengan huruf kecil lebih mudah dibaca dibanding seluruh huruf kapital.
- Keterbacaan — Font ramah disleksia mengutamakan kejelasan dan jarak antar huruf yang cukup besar untuk mempercepat dan mempermudah membaca.
- Ukuran besar — Ukuran font standar idealnya 12-14 poin (sekitar 1-1,2em/16-19px), tetapi beberapa pembaca disleksia mungkin membutuhkan ukuran lebih besar.
Kenapa Harus Memakai Font Ramah Disleksia di Proyek Anda
Dalam desain web dan grafis, penting untuk memperhatikan aksesibilitas, termasuk tipografi yang dipilih. Menggunakan font ramah disleksia dapat membuat konten Anda lebih mudah diakses dan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Namun, meskipun font ini membantu bagi penyandang disleksia, penting diingat bahwa font saja tidak bisa menyembuhkan atau mengatasi disleksia. Disleksia merupakan kondisi kompleks yang membutuhkan dukungan dan penyesuaian lain di luar sekadar font khusus.
Selain memakai font ramah disleksia, ada juga strategi desain lain untuk meningkatkan aksesibilitas, seperti memakai panduan gaya yang konsisten, menghindari semua huruf kapital atau italic, mengatur spasi dan hierarki judul dengan baik, menambahkan fitur text to speech, serta memastikan teks kontras dan mudah dibaca di atas warna latar.
Bagaimana Speechify Membantu Disleksia
Menggunakan software text to speech seperti Speechify membantu penyandang disleksia dan kesulitan belajar lain mengakses informasi tertulis, sehingga belajar dan menyelesaikan tugas jadi lebih mudah. Bagaimana caranya? Speechify dapat mengubah teks tertulis menjadi suara—artikel, webpage, dll—jadi pengguna bisa mendengarkan konten tanpa harus membacanya. Ini mengurangi waktu dan tenaga dalam memproses tulisan.
Speechify juga memungkinkan pengguna mengatur kecepatan membaca sesuai kebutuhan, sangat membantu penyandang disleksia yang perlu mendengar lebih lambat agar bisa memahami dengan optimal.
Speechify juga memungkinkan pengguna menyorot teks saat dibacakan, sehingga mudah memberi catatan pada konten. Ini membantu penyandang disleksia yang terbantu dengan petunjuk visual agar tetap fokus dan terorganisir.
Coba Speechify gratis sekarang dan rasakan sendiri perbedaannya dalam pengalaman membaca Anda.
FAQ
Bagaimana Font Serif Mempengaruhi Orang Disleksia?
Font serif seperti Times New Roman dapat menambah gangguan visual sehingga penyandang disleksia sulit membedakan huruf serupa seperti "b" dan "d."
Aplikasi Terbaik untuk Disleksia?
Aplikasi text to speech sangat membantu penyandang disleksia karena aplikasi seperti Speechify akan membacakan konten sehingga pengguna tidak perlu kesulitan membaca sendiri.
Apa Font Paling Ramah Disleksia?
Tidak ada "font paling ramah disleksia" karena tiap orang punya preferensi berbeda. Namun, font yang dijelaskan dalam artikel ini telah dirancang atau diuji khusus untuk meningkatkan keterbacaan bagi penyandang disleksia.

