Siswa dengan disleksia biasanya menghadapi banyak tantangan di sekolah umum. Utamanya karena sistem sekolah belum punya solusi bantuan belajar bagi penyandang disabilitas belajar tertentu. Masalah ini jadi penting, sebab Sally Shaywitz dari Yale Center for Dyslexia melaporkan hingga 90% hambatan belajar disebabkan oleh disleksia.
Karena sistem belum siap untuk siswa dengan masalah membaca, ADHD, disleksia, atau perbedaan belajar lain, tantangan untuk anak disleksia muncul di semua jenjang pendidikan. Ini termasuk saat masuk SMA atau perguruan tinggi, dan juga bisa memengaruhi rasa percaya diri mereka.
Untungnya, kesadaran tentang hambatan belajar meningkat beberapa dekade terakhir. Khususnya, siswa disleksia kini mendapat kesempatan pendidikan lebih baik melalui sekolah disleksia. Artikel ini akan menjelaskan apa itu sekolah disleksia dan tips memilih yang tepat.
Apa itu sekolah disleksia?
Sekolah disleksia adalah sekolah pendidikan khusus yang berfokus pada siswa disleksia. Umumnya sekolah ini swasta dengan kurikulum yang disesuaikan kebutuhan siswanya.
Sekolah disleksia biasanya punya kelas kecil dan pendampingan satu-satu. Bantuan khusus tersedia sepanjang hari, dan alat khusus disediakan dalam setiap pelajaran. Sekolah disleksia juga punya pendekatan fleksibel untuk berbagai gaya belajar, termasuk IEP (Individualized Education Plan) untuk siswa disleksia.
Alat di sekolah disleksia misalnya perangkat lunak dan keras dengan teknologi terbaru. Ini membantu siswa disleksia mengatasi gejalanya, belajar membaca dengan lebih tepat, dan berkembang di aspek belajar lain.
Kelebihan utama sekolah disleksia adalah lingkungan yang aman dan suportif. Karena seluruh siswa memiliki hambatan belajar, tidak ada yang merasa berbeda hanya karena kemampuan menulis atau membaca yang belum berkembang.
Perlu dicatat, beberapa sekolah umum juga punya program inklusi yang baik untuk siswa disleksia. Namun, siswa disleksia bisa tetap sulit bersaing karena sekolah umum belum dioptimalkan untuk pendidikan khusus.
Rasa diterima dan nyaman bergaul dengan siswa lain adalah salah satu keunggulan sekolah disleksia. Semua siswa punya pengalaman serupa, dan cara belajarnya disesuaikan, jadi tidak ada beban tambahan di lingkungan sekolah.
Hasilnya, siswa disleksia bisa berkembang di sekolah khusus dan merasa lebih percaya diri serta termotivasi. Sekolah disleksia menerapkan metode dan berbagai alat motivasi demi terciptanya efek positif tersebut.
Bagaimana sekolah disleksia membantu siswa?
Sekolah disleksia memakai banyak teknik untuk membantu siswa dengan hambatan belajar. Selain alat khusus, sekolah-sekolah ini punya pendekatan belajar berbeda, rencana belajar pribadi untuk tiap siswa, dan guru yang sudah dilatih khusus.
Selain membaca dan menulis, sekolah disleksia menggunakan teknik multisensori agar siswa lebih terlibat. Teknik ini mengaktifkan indra secara bersamaan, seperti sentuhan, pendengaran, penglihatan, dan gerak.
Aktivitas belajar berbasis multisensori misalnya menulis di pasir, membangun kata, dan lainnya. Teknik ini tak hanya berguna untuk pelajaran bahasa, tapi juga untuk mata pelajaran lain.
Dengan kelas kecil, guru di sekolah disleksia dapat memberi perhatian lebih ke setiap siswa serta menyesuaikan materi dan metode belajar sesuai kebutuhan.
Program pendidikan yang fleksibel memastikan metode pengajaran lebih tepat sasaran. Misalnya, siswa yang bermasalah dalam pengenalan kata mendapat bantuan khusus, berbeda dengan yang kesulitan membaca fonik.
Guru terlatih adalah kunci di sekolah disleksia. Karena ahli di bidangnya, mereka tahu kebutuhan masing-masing siswa dan memilih metode paling tepat agar siswa lebih mudah belajar.
Tips memilih sekolah disleksia yang baik
Saat mencari sekolah disleksia, perhatikan beberapa poin penting berikut:
- Kualifikasi staf
- Teknologi bantu
- Ukuran kelas
- Rencana pendidikan individual
- Handout
- Alat kelas
- Sertifikasi Orton-Gillingham
- Sertifikasi IDA (International Dyslexia Association)
Ada baiknya melihat daftar sekolah disleksia ternama untuk tahu standar yang sebaiknya dimiliki. Contohnya, Riverside School di Chesterfield, Virginia, Lab School di Baltimore, Maryland, atau Jemicy School di Owings Mills, Maryland.
Gunakan Speechify untuk bantu belajar anak
Text to speech software sangat membantu siswa disleksia belajar lebih baik. Siswa bisa mendengarkan materi, sehingga fokus dan daya ingat meningkat.
Speechify sangat cocok untuk kebutuhan ini dan bisa dipakai berdampingan dengan pendidikan khusus di sekolah disleksia. Speechify mengubah teks apa saja jadi suara dengan AI canggih—termasuk Google Docs dan PDF.
Dengan Speechify, pengguna bisa memilih bahasa, suara narator, dan kecepatan baca sesuai kebutuhan.
Coba gratis Speechify sekarang juga. Kunjungi websitenya di www.speechify.com dan lihat text to speech dalam aksi.
FAQ
Bagaimana sekolah umum menangani disleksia?
Sekolah umum sering kali belum siap sepenuhnya untuk siswa disleksia. Namun, ada juga sekolah yang sudah memiliki program inklusi yang bagus.
Kenapa sekolah mengabaikan disleksia?
Beberapa sekolah umum memang kesulitan memberi pendidikan terbaik untuk siswa disleksia. Akibatnya, masalah ini kerap terabaikan. Namun, hal ini mulai berubah setelah Dinas Pendidikan meminta sekolah lebih fokus pada inklusi dan memberi perhatian khusus kepada siswa disleksia.
Apakah disleksia butuh pendidikan khusus?
Pendidikan khusus untuk disleksia memang tidak wajib, tapi bisa sangat membantu meningkatkan prestasi akademik. Keunggulan sekolah disleksia ada pada teknik dan alat khusus yang tidak selalu ada di sekolah biasa.
Apa saja gejala disleksia?
Gejala disleksia meliputi kesulitan menulis, membaca, mengeja, mengucapkan kata, hingga kesulitan menyelesaikan soal matematika.

