AI Influencer, kekuatan baru di pemasaran digital, sedang menggebrak media sosial. Kombinasi AI, grafis komputer, dan strategi influencer membuat AI influencer jadi gambaran masa depan iklan dan metaverse. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka jadi alat pemasaran yang efektif dan mampu menarik banyak audiens.
Bagaimana AI Influencer Dibuat?
AI influencer, juga disebut virtual influencer/digital avatar, adalah karakter virtual yang dibuat dengan CGI dan teknologi kecerdasan buatan. Karakter ini sering dirancang mirip manusia asli. Penampilan dan kepribadiannya dibentuk dengan algoritma dan machine learning, salah satu cabang AI yang membuat mereka bisa belajar dan beradaptasi.
Pembuatan AI influencer meliputi pengembangan latar belakang, penampilan fisik, dan kepribadian. Kepribadian virtual ini lalu dilatih dengan natural language processing, cabang AI lain, agar bisa berkomunikasi dan berinteraksi di platform media sosial seperti Instagram dan TikTok secara lebih manusiawi.
Apa Keuntungan Menggunakan AI Influencer?
AI influencer punya beberapa keunggulan dibanding influencer manusia. Salah satu manfaat utama adalah tidak terikat batasan dunia nyata. Mereka bisa hadir di beberapa tempat sekaligus, melakukan aksi ekstrem, dan mengikuti event apa pun secara virtual.
Selain itu, mereka menawarkan konsistensi kampanye yang lebih baik, mengurangi ketidakpastian dari influencer manusia. AI influencer juga cenderung punya engagement rate tinggi. Mereka menyajikan konten sesuai rencana tanpa risiko kontroversi atau skandal seperti yang bisa terjadi pada manusia.
Siapa AI Influencer Pertama?
Lil Miquela, atau Miquela Sousa, dianggap sebagai salah satu AI influencer pertama. Perempuan 19 tahun berdarah Brazil–Spanyol–Amerika ini dibuat oleh Brud, startup asal Los Angeles. Sejak diluncurkan, ia mengumpulkan banyak pengikut dan berkolaborasi dengan brand besar seperti Prada dan Calvin Klein.
Bagaimana Cara Kerja AI Influencer?
AI influencer seperti Lil Miquela atau Bermuda menggunakan algoritma machine learning canggih untuk membuat konten dan merespons pengikut. Mereka berinteraksi secara real-time, meniru spontanitas influencer manusia. Semua tindakan mereka dirancang detail oleh pembuatnya, mulai dari konten yang diposting sampai produk yang dipromosikan, agar sesuai dengan audiens target.
Siapa Pembuat AI Influencer?
AI influencer umumnya dibuat perusahaan teknologi atau startup spesialis AI dan CGI. Pembuatnya mulai dari raksasa teknologi seperti Samsung (pencipta Neon), startup seperti Brud, hingga kreator individu seperti fotografer Cameron-James Wilson (pencipta digital supermodel pertama di dunia, Shudu).
Kenapa AI Influencer Ada?
AI influencer hadir untuk mengubah strategi pemasaran digital dan menciptakan pengalaman iklan yang lebih terkontrol serta imersif. Mereka menawarkan alat pemasaran baru yang bisa disesuaikan dengan demografi spesifik, sekaligus membawa sudut pandang segar dalam influencer marketing berkat potensi besar teknologi AI.
Berapa Biaya AI Influencer?
Biaya pembuatan AI influencer sangat bervariasi, tergantung kompleksitas AI, tingkat interaksi, dan jejak digitalnya. Umumnya, pengembangan AI influencer yang interaktif dan kompleks bisa mencapai puluhan ribu dolar.
Bagaimana Masa Depan AI Influencer?
AI influencer diprediksi jadi bagian penting masa depan marketing. Dengan kemajuan AI dan metaverse, mereka makin interaktif dan makin sulit dibedakan dari manusia asli. Permintaan virtual influencer juga akan terus tumbuh seiring brand mencari cara baru menjangkau audiens.
Apa Bedanya AI Influencer dan Bot?
AI influencer berbeda dengan bot dari sisi kecanggihan dan cara berinteraksi. Bot biasanya hanya menjalankan tugas otomatis dasar tanpa bisa membuat konten asli. Sementara AI influencer menghasilkan konten unik, meniru perilaku manusia, dan bisa berinteraksi lebih dalam dengan pengikut.
8 Software/Aplikasi AI Influencer Teratas
- ChatGPT: AI buatan OpenAI, dipakai untuk melatih virtual influencer agar bisa berkomunikasi efektif.
- Brud: Perusahaan teknologi asal Los Angeles, pencipta Lil Miquela.
- Neon: Proyek Samsung yang menawarkan avatar AI realistis.
- Imma: Model virtual Jepang ciptaan ModelingCafe dari Tokyo.
- Shudu: Dibuat Cameron-James Wilson, Shudu adalah digital supermodel pertama di dunia.
- Zepeto: Aplikasi Korea yang memungkinkan pengguna membuat avatar 3D & berinteraksi di dunia virtual.
- Spark AR: Platform Facebook untuk membuat efek AR, populer di kalangan desainer digital influencer.
- Blender: Suite 3D open-source gratis yang sering dipakai menciptakan karakter virtual.

