Sudah umum diketahui bahwa membaca—apa pun jenis bukunya—adalah salah satu cara terbaik menjaga ketajaman pikiran. Membaca juga hobi menyenangkan yang bisa membuka wawasan, pengetahuan, dan ide baru.
Berkat teknologi dan aplikasi seperti Audible, mendengarkan audiobook kini makin populer sebagai alternatif buku cetak. Lalu, apakah mendengarkan audiobook memberi manfaat yang sama dengan membaca buku tradisional? Apakah audiobook sama informatif, menghibur, dan baik bagi kesehatan otak seperti membaca, atau cuma tren teknologi yang justru mengurangi nilai membaca?
Ternyata, mendengarkan audiobook dan membaca tulisan memberi beberapa manfaat serupa sekaligus keunikan masing-masing. Untuk membantu menjawab perdebatan audiobook vs membaca, mari lihat kelebihan dan kekurangannya.
Audiobook vs membaca: Manfaat untuk otak
Penelitian yang menunjukkan manfaat membaca bagi kesehatan otak secara rutin sangat luas dan tak terbantahkan. Namun, riset yang membandingkan manfaat membaca dan mendengarkan masih jarang. Menurut profesor psikologi dan penulis Dr. Kristen Willeumier, ada alasan kuat untuk meyakini bahwa pengalaman “membaca” lewat audiobook memberi banyak manfaat otak yang sama seperti membaca buku fisik.
Dalam sebuah wawancara di Well and Good, Dr. Willeumier menjelaskan bahwa mendengarkan audiobook atau podcast mengaktifkan banyak area otak yang sama dengan membaca. Mendengarkan buku menstimulasi area otak untuk pemrosesan bahasa, sementara membaca lebih ke pemrosesan visual, tetapi keduanya memproses makna di area otak yang sama. Artinya audiobook dan buku tradisional sama-sama bisa menambah pengetahuan, mempertajam ingatan, dan menjaga ketajaman mental dengan cara serupa.
Dengan berkembangnya text-to-speech dan AI generated voices, aktivitas mendengarkan akan jadi bagian yang makin besar dalam hidupmu.
Audiobook vs membaca: Daya ingat
Pemahaman membaca adalah ukuran seberapa banyak pengetahuan yang kamu serap dari bacaan, terutama penting saat membaca buku nonfiksi untuk belajar hal baru. Tiap orang punya gaya belajar berbeda, dan apakah kamu lebih ingat lewat membaca atau mendengarkan sangat bergantung pada preferensi pribadi.
Satu keunggulan membaca dibanding audiobook dalam hal daya ingat adalah mengulang bagian tulisan jauh lebih mudah saat membaca buku cetak daripada mendengarkan audiobook. Dengan buku fisik atau e-reader, kamu bisa kembali ke kalimat, paragraf, atau halaman berkali-kali. Sementara saat mendengarkan audiobook, kamu perlu sering memundurkan audio.
Namun, banyak orang lebih mudah mengingat informasi saat mendengarkan orang lain dibanding membacanya sendiri. Jika pemahaman mendengarkanmu lebih baik daripada membaca, mungkin audiobook lebih pas untuk belajar hal baru.
Membaca vs audiobook: Kenikmatan
Apakah mendengarkan versi audio buku lebih menyenangkan daripada membacanya, itu soal selera. Tapi ada beberapa hal penting yang bisa dibandingkan soal kenikmatan masing-masing.
Di beberapa aspek, mendengarkan audiobook bisa lebih imersif dan seru dibanding membaca buku biasa. Narator yang berbakat mampu menirukan nada dan intonasi yang menghidupkan karakter, membuat pengalaman mendengar terasa lebih nyata. Mendengarkan juga memungkinkan multitasking—cocok untuk kamu yang sulit fokus lama saat membaca.
Namun, ada juga alasan kenapa membaca lebih menyenangkan bagi sebagian orang. Dibanding audiobook, membaca membuat imajinasi lebih terlibat. Kamulah yang membayangkan suara dan percakapan di kepala, membentuk adegan tanpa bantuan narator. Kadang narator juga tidak sepenuhnya berhasil menghidupkan suara karakter.
Meski narator yang bagus punya jangkauan suara luas, bahkan narator terbaik belum tentu bisa menirukan semua suara berbeda di buku. Misalnya, narator pria biasanya sulit menirukan suara wanita, dan sebaliknya. Beberapa audiobook menyiasati ini dengan banyak narator untuk karakter berbeda, tapi format seperti ini lebih jarang.
Pada akhirnya, buku yang bagus tetaplah bagus, entah dibaca atau didengar. Tapi penting juga menentukan format mana yang paling kamu nikmati.
Kelebihan dan kekurangan membaca vs audiobook
Kalau kamu sudah sampai sini, pasti sudah cukup paham
Sudah umum diketahui bahwa membaca—apa pun jenis bukunya—adalah salah satu cara terbaik agar otak tetap tajam. Ini juga hobi menyenangkan yang bisa membuka cara pandang baru, pengetahuan, dan ide.
Berkat teknologi dan aplikasi seperti Audible dan Speechify Audiobooks, mendengarkan audiobook kini makin populer sebagai alternatif membaca buku cetak. Lalu, apakah mendengarkan audiobook memberi manfaat yang sama dengan membaca buku tradisional? Apakah audiobook sama informatif, menghibur, dan bermanfaat untuk otak seperti membaca tulisan, atau hanya cara baru menikmati teknologi yang justru mengurangi nilai membaca? Apakah audiobook dihitung sebagai membaca?
Ternyata, mendengarkan audiobook dan membaca tulisan memberikan manfaat yang mirip, plus manfaat unik masing-masing. Untuk bantu kamu menyimpulkan perdebatan audiobook vs membaca, mari simak kelebihan dan kekurangannya.
Audiobook vs membaca: Manfaat otak
Penelitian tentang manfaat membaca secara rutin untuk otak sangat luas dan jelas. Tetapi riset yang membandingkan manfaat membaca dan mendengarkan masih jarang. Menurut profesor psikologi dan penulis Dr. Kristen Willeumier, ada alasan kuat untuk yakin bahwa pengalaman “membaca” lewat audiobook membawa banyak manfaat otak yang sama dengan membaca buku tradisional.
Dalam wawancara di Well and Good, Dr. Willeumier menjelaskan bahwa mendengarkan audiobook atau podcast mengaktifkan banyak area otak yang sama seperti membaca tulisan. Mendengarkan buku mengaktifkan bagian otak untuk pemrosesan bahasa, sedangkan membaca mengaktifkan area pemrosesan visual, tapi keduanya tetap memproses makna di area yang sama. Artinya audiobook dan buku tradisional sama-sama bisa menambah pengetahuan, menguatkan memori, serta mempertajam pikiran dengan cara serupa.
Dengan kemajuan text to speech dan AI generated voices, mendengarkan audio akan makin dominan. Ini sangat bermanfaat untuk orang dengan kesulitan membaca seperti disleksia atau gangguan belajar lainnya, karena mereka bisa belajar dan menikmati buku lewat audiobook, dan mendapat hampir semua manfaat membaca buku fisik.
Audiobook vs membaca: Daya ingat
Pemahaman membaca mengukur seberapa banyak pengetahuan yang bisa diserap dari bacaan, penting terutama pada buku nonfiksi untuk belajar hal baru. Tiap pembelajar itu unik, jadi apakah kamu lebih ingat lewat membaca atau mendengarkan sangat bergantung pada diri masing-masing.
Salah satu keunggulan membaca dibanding audiobook soal retensi adalah mengulang bagian tulisan jauh lebih mudah dengan buku fisik dibanding lewat audio. Dengan buku atau e-reader, kamu bisa mengulang kalimat, paragraf, atau halaman sesering yang kamu mau. Jika lewat audiobook, kamu perlu sering memundurkan audio.
Namun, banyak orang justru lebih mudah menyerap informasi jika didengar, bukan dibaca. Jika pemahaman auditori kamu lebih bagus dibanding membaca, maka audiobook bisa jadi cara belajar yang paling pas untukmu.
Membaca vs audiobook: Kenikmatan
Apakah mendengarkan versi audio buku lebih menyenangkan daripada membacanya adalah soal selera pribadi. Tapi, ada beberapa faktor penting yang bisa dibandingkan dari pengalaman keduanya.
Dalam beberapa aspek, mendengarkan audiobook bisa terasa lebih hidup dan seru daripada membaca. Narator handal bisa menirukan nada serta emosi yang menghidupkan karakter, membuat dialog lebih berkesan. Selain itu, audiobook memungkinkan multitasking—pilihan pas bagi kamu yang sulit konsentrasi lama saat membaca.
Namun, membaca tetap lebih menyenangkan bagi banyak orang. Tidak seperti audiobook, membaca melatih imajinasi lebih kuat karena kamulah yang membayangkan suara dan penggambaran di benak, membangun adegan sesuai versimu. Ada kalanya narator tidak berhasil menyampaikan karakter secara utuh.
Meski narator hebat punya rentang suara luas, bahkan narator terbaik pun belum tentu bisa menirukan semua suara karakter di buku. Misalnya, narator pria biasanya kesulitan meniru suara wanita, dan sebaliknya. Beberapa audiobook mengatasi hal ini dengan banyak narator, tapi rata-rata tetap hanya memakai satu narator.
Akhirnya, buku bagus tetaplah buku bagus, entah didengar atau dibaca. Namun tetap penting memilih cara yang paling nyaman dan kamu paling nikmati.
Kelebihan dan kekurangan membaca vs audiobook
Jika kamu sudah sampai sejauh ini, kamu sudah cukup paham mengenai manfaat membaca dibanding audiobook. Untuk menegaskan, mari lihat sekali lagi kelebihannya:
paham bagaimana manfaat membaca dan audiobook saling dibandingkan. Untuk mengulang, mari lihat lagi kelebihan dan kekurangan tiap metode:
| Kelebihan Audiobook | Kekurangan Audiobook | Kelebihan Membaca | Kekurangan Membaca |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Speechify Audiobooks
Jika kamu ingin mendengarkan buku favorit atau memulai klub buku, Speechify Audiobooks adalah pilihan yang tepat. Tidak hanya bisa menikmati audiobook gratis saat mencoba, kamu juga dapat mengakses puluhan ribu judul hebat dalam banyak bahasa, termasuk New York Times best-sellers. Bahkan kamu bisa mendengar judul dalam bahasa lain selain Inggris.
Coba Speechify Audiobooks hari ini.

