1. Beranda
  2. VoiceOver
  3. Bagaimana Bad Luck Brian Jadi Meme
Dipublikasikan pada VoiceOver

Bagaimana Bad Luck Brian Jadi Meme

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

#1 Generator Voice Over AI.
Buat rekaman suara seperti manusia
secara real time.

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Internet adalah tempat yang ajaib di mana hal sepele bisa tiba-tiba jadi terkenal, dan momen acak bisa menjadikan seseorang ikon dunia meme. Salah satu kisahnya adalah "Bad Luck Brian," meme yang identik dengan kejadian apes tapi kocak. Tapi bagaimana foto buku tahunan seorang bocah Ohio memakai rompi kotak-kotak bisa berubah jadi "Bad Luck Brian meme"? Yuk, kita bahas asal-usulnya.

Awal sederhana di Ohio

Di Cuyahoga Falls, Ohio, seorang siswa bernama Kyle Craven bersiap untuk foto buku tahunan. Tanpa diduga, foto itu akan membuatnya jadi sensasi internet. Craven sengaja memasang ekspresi konyol sambil mengenakan rompi kotak-kotak, demi menciptakan momen lucu yang bikin temannya tertawa.

Temannya, Ian Davies, yang melihat langsung, terhibur, tapi pihak sekolah tidak. Mereka menilai aksi itu mengganggu dan meminta Craven untuk mengambil ulang foto. Namun, foto asli itu tetap tersimpan rapi, menunggu saatnya meledak jadi viral.

Dari buku tahunan jadi viral di internet

Bertahun-tahun kemudian, Januari 2012, Davies mengunggah foto lama itu ke subreddit r/AdviceAnimals, tempat nongkrong favorit para penggemar meme, dengan caption "Takes driving test... gets DUI." Template-nya terbentuk, dan meme "Bad Luck Brian" pun lahir.

Cepat jadi populer, meme ini menarik perhatian BuzzFeed bahkan The Washington Post, lalu menyebar ke media arus utama. Di media sosial, "Bad Luck Brian" makin meledak dengan berbagai variasi kejadian sial nan kocak.

Siapa di balik meme ini

Di sisi lain, Kyle Craven sadar dirinya mendadak terkenal. Ketika orang penasaran siapa di balik meme ini, terungkaplah kalau "Bad Luck Brian" adalah foto Craven muda. Seorang pemilik perusahaan konstruksi, Craven menikmati ketenarannya: ia membuat channel YouTube dan bahkan ikut "Ask Me Anything" (AMA) di Reddit.

AMA-nya langsung ramai, pengguna Reddit ingin tahu seperti apa rasanya jadi "Bad Luck Brian." Mereka kepo soal Ian, proses terciptanya meme itu, serta kisah kocak seperti kentut saat pelajaran. Tapi, bukan cuma hal lucu—Craven juga membahas sisi kurang enak, seperti dikenali di Walmart atau orang asing menirukan meme itu tepat di depannya.

Membesarkan brand meme ini

Melihat potensi meme ini, Craven mulai berjualan. Kaos bergambar dirinya dijual di toko seperti Hot Topic. Ia bahkan membuat NFT dari foto aslinya, ikut meramaikan tren digital masa kini.

Warisan Bad Luck Brian dan selanjutnya

"Bad Luck Brian" bukan tren sesaat. Ia jadi bagian penting budaya meme, sejajar dengan "Overly Attached Girlfriend" dan "College Freshman". Know Your Meme, ensiklopedi meme online, juga menampilkan dan membahas evolusi serta pengaruhnya.

"Bad Luck Brian" versi Craven juga sering diajak kolaborasi. Ia pernah tampil bareng "Overly Attached Girlfriend" di YouTube, atau beraksi dengan "Scumbag Steve." Bahkan media besar meminta kolaborasi, misalnya video promosi untuk universitas.

Simbol zaman Internet

"Bad Luck Brian," dimulai dari kenangan SMA dan viral di media sosial, mewakili kekuatan internet. Foto buku tahunan sederhana berubah jadi template lawakan, cerita, dan refleksi hidup yang penuh kejutan.

Kepribadian Craven yang kocak dan apa adanya, di AMA Reddit maupun YouTubenya, membuatnya disukai banyak orang. Ia bisa menertawakan dirinya sendiri, dengan bangga pakai rompi kotak-kotak, dan berbagi kisah tentang Ian serta lahirnya meme ini. Cerita "Bad Luck Brian" layak dikenang.

Kisah sukses meme ini juga menunjukkan kekuatan kolaborasi internet. Situs seperti Reddit jadi titik awal, lalu BuzzFeed dan The Washington Post memperluas jangkauan. Kesenangan bersama dalam membuat dan membagikan meme, dari lelucon "takes driving test" sampai versi terbaru, menggambarkan betapa terhubungnya dunia kita.

Meme "Bad Luck Brian" lebih dari sekadar meme. Ini bukti betapa tak terduganya dunia maya dan bagaimana pengalaman bersama bisa menyatukan kita. Bagi Kyle Craven, foto gokil di buku tahunan pada hari sekolah biasa di Ohio kini jadi warisan digital legendaris.

Dari lorong SMA Cuyahoga Falls hingga luasnya internet, Bad Luck Brian sudah melangkah jauh. Walau dijuluki si apes, di dunia meme ia justru paling beruntung!

Bawa meme kamu ke level berikut bersama Speechify AI VoiceOver

Kisah Bad Luck Brian menunjukkan kekuatan dunia digital. Saat kita menavigasi dunia online ini, alat yang mempermudah dan menyempurnakan konten makin penting. Bayangkan bisa menghidupkan kisah Brian atau lainnya bersama produk Speechify AI.

Speechify AI Video Generator memungkinkan siapa saja membuat video keren tanpa aktor atau perlengkapan rumit. Kurang dari 5 menit, kamu bisa ubah teks jadi video berkualitas tinggi pakai avatar AI dan voiceover kece.

Demikian juga, dengan Speechify AI VoiceOver, pengguna bisa ubah teks jadi pengalaman audio seru. Inovasi ini bikin kisah seperti Brian makin dekat ke audiens global serta mengubah cara kita membuat dan menikmati konten digital. Coba Speechify AI VoiceOver sekarang juga!

FAQ:

1. Apa yang terjadi pada Bad Luck Brian?

- Setelah jadi meme, Bad Luck Brian (nama aslinya Kyle Craven) menikmati popularitasnya. Ia memanfaatkan ketenaran, ikut berbagai interaksi online, sampai bikin merchandise. Meski meme mengangkat namanya, Craven tetap menjalani hidupnya, jadi pemilik perusahaan konstruksi dan kadang muncul di media budaya meme.

2. Kenapa dia disebut Bad Luck Brian?

- Nama "Bad Luck Brian" sesuai dengan gaya humornya. Setiap meme menggambarkan kejadian sial, sehingga dipilihlah julukan "Bad Luck." Nama "Brian" dirasa pas dengan wajah bocah di foto, jadi judul yang mudah diingat.

3. Siapa yang memerankan Bad Luck Brian?

- Bad Luck Brian bukan karakter yang diperankan aktor. Meme ini berasal dari foto buku tahunan asli Kyle Craven, yang kemudian dikenal sebagai Bad Luck Brian berkat meme tersebut.

Hasilkan voice over, dubbing, dan cloning dengan 1.000+ suara dalam 100+ bahasa

Coba gratis
studio banner faces

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.