Penggemar horor bisa menikmati banyak buku, film, dan acara TV yang seru. Namun, mereka selalu mencari bacaan baru yang bisa memicu imajinasi dan bikin merinding seperti yang diharapkan.
Kalau beruntung, mereka bisa menemukan novel horor lawas yang belum masuk arus utama tapi tetap sangat berharga. Contohnya adalah karya novelis horor dan fiksi ilmiah T. Chris Martindale.
Semua karyanya berusia 30 tahun atau lebih, tapi belakangan justru makin relevan secara budaya. Jika kamu ingin menambah daftar bacaan dan tahu seperti apa novel horor awal 1990-an, karya T. Chris Martindale adalah tempat yang pas untuk mulai.
Siapa T. Chris Martindale?
Informasi soal T. Chris Martindale cukup sulit ditemukan karena ia sudah lama berhenti menulis. Tak semua novelnya sukses, dan setelah “The Voice in the Basement” tahun 1993, ia tidak menerbitkan apa pun lagi.
Novel fiksi ilmiah pertamanya, “Curse of the Werewolf” terbit pada 1987. Ia pernah dinominasikan untuk kategori Best First Novel oleh Horror Writers of America lewat “Nightblood.”
Perlu dicatat, saat T. Chris Martindale menulis novelnya, genre horor sedang cukup terpinggirkan. Ketika penulis terkenal Grady Hendrix menyebut “Nightblood” di salah satu bukunya, banyak pembaca muda baru kenal karya T. Chris Martindale.
Penyebutan itu memicu penerbitan ulang novel terkenalnya setelah 30 tahun dan mungkin akan menghidupkan kembali karya-karyanya yang lain. Sebelumnya, Nightblood karya T. Chris Martindale hanya bisa ditemukan di toko buku bekas atau penjual daring.
Akhirnya, minat baru pada novel horor sang penulis menghasilkan dua audiobook. Buku "Nightblood” dan “Where the Chill Waits” hadir dalam versi audio di platform Amazon Audible pada 2019 dan 2022.
Empat buku T. Chris Martindale yang wajib dibaca
Kalau kamu suka penulis seperti Grady Hendrix dan Stephen King, kamu kemungkinan besar akan suka keunikan novel horor karya T. Chris Martindale. Berikut ringkasan singkat buku-buku terkenalnya.
Demon Dance
Novel ini memadukan horor dan western. Kisahnya tentang Willie, gadis 17 tahun jago tembak cepat, Tol si koboi bermasalah, dan dukun bernama No Moon.
Di penghujung abad ke-19, suku Indian yang hampir punah menaruh harapan pada Ghost Dance, aksi balas dendam pamungkas dari 10 suku tersisa. Banyak bagian novel ini penuh aksi, petualangan, dan detail sejarah yang menarik.
Where the Chill Waits
“Where the Chill Waits” adalah bagian dari seri Macabre Ink Resurrected Horrors, nomor 18 dari 19 judul. Novel ini mengikuti empat pria yang masuk ke hutan dingin minim cahaya untuk memburu kejahatan kuno.
Mereka melawan makhluk supranatural yang tak bisa mati dan angin kencang yang bisa menerbangkan mereka. Novel ini mengangkat proses remaja pria menuju dewasa, menghadapi ketakutan, dan bertahan hidup.
The Voice in the Basement
Novel ini pasti cocok untuk penggemar Stephen King. “The Voice in the Basement” bercerita tentang pasangan Cathy dan Mitch Ballard yang membeli rumah mungil di Indiana Woods.
Sejak awal sudah terasa ada yang tak beres, dan suara-suara mulai terdengar dari basement. Seiring cerita bergulir, mereka mendapat penglihatan aneh dan harus melawan monster berwujud manusia. Cerita penuh aksi ini dijamin memacu adrenalin pembaca.
Nightblood (Paperbacks From Hell)
Kalau kamu hanya ingin membaca satu novel T. Chris Martindale, pilihlah “Nightblood.” Banyak yang menganggap ini karya terbaiknya dan satu-satunya yang menjadi best seller. Edisi terbaru memuat pengantar dari Grady Hendrix yang ikut memopulerkan novel ini.
Buku ini berkisah tentang prajurit Chris Stiles yang berperang di hutan Vietnam. Sepulangnya, ia tahu saudaranya dibunuh secara brutal di Central Park, New York, dan ia bertekad mencari jawaban.
Perjalanannya membawanya ke Isherwood, kota kecil di Indiana berpenduduk kurang dari 1.000 jiwa. Kenyataan mengerikan terkuak: ia harus melawan mayat hidup, vampir kuno yang ingin memusnahkan umat manusia. "Nightblood” awalnya terbit di Warner Books dan kini dicetak ulang oleh Valancourt Books.
Gunakan Speechify untuk membaca teks daring
Kalau kamu butuh alat untuk membacakan teks digital, Speechify adalah solusi tepat. Aplikasi text to speech ini dapat membaca teks digital dalam berbagai format seperti PDF, ePUB, dan lainnya.
Speechify untuk perangkat seluler juga dilengkapi teknologi OCR (optical character recognition) untuk memindai buku dan dokumen fisik. Ubah konten tertulis menjadi file yang bisa dibacakan dalam hitungan menit.
Selain itu, Speechify menawarkan banyak pilihan suara alami pria/wanita dalam 15 bahasa. Kamu bisa memilih kecepatan, nada suara, dan mengatur volume sesuai selera. Coba Speechify gratis dan dengarkan bacaan dari teks apa saja.
FAQ
Apakah ada penulis lain bernama Chris Martindale?
Penambahan inisial “T” pada nama T. Chris Martindale sekilas terkesan ingin membedakan diri dari penulis lain, tapi sepertinya bukan itu alasannya.
Kebingungan muncul dari novel "Duel of Masters" tahun 1984 oleh Chris Martindale (tanpa "T."). Novel ini bagian dari seri horor TSR Endless Quest, yang menguatkan kemungkinan bahwa mereka penulis yang sama.
Siapa penulis "The Business of Nonprofits"?
Penulis “The Business of Nonprofits” adalah Amy Fass.

