Disgrafia adalah kondisi neurologis yang membuat orang kesulitan menuliskan pikirannya, sehingga termasuk perbedaan belajar yang dialami banyak orang. Meski sudah ada panduan dan rencana belajar yang baik, mereka dengan disgrafia tetap akan menemui kendala. Karena gejala disgrafia beragam, diagnosis jadi lebih sulit. Agar yakin kamu atau orang terdekat punya disgrafia, penting untuk mengikuti serangkaian tes. Cara terbaik memang datang ke spesialis, tapi ini membutuhkan biaya. Untungnya, ada banyak tes online gratis yang bisa digunakan untuk melihat apakah kamu perlu konsultasi ke dokter.
Memahami disgrafia dan dampaknya pada gangguan belajar
Pada dasarnya, menulis adalah proses kompleks yang melibatkan banyak keterampilan serta fungsi otak. Mulai dari motorik halus, kemampuan memahami ruang sekitar, mengolah dan menyimpan informasi, pengkodean ortografis, pemrosesan bahasa, hingga konseptualisasi. Satu atau lebih fungsi tersebut bisa jadi masalah bagi penyandang disgrafia. Maka, disgrafia menjadi istilah umum untuk masalah pada berbagai kemampuan itu. Biasanya terjadi pada anak autisme usia dini, sehingga sering disebut gangguan perkembangan. Namun, efeknya juga bisa muncul belakangan akibat cedera kepala, sehingga disgrafia baru muncul karena faktor tersebut.
Tes disgrafia gratis yang tersedia sekarang
Seperti tes disleksia, kamu juga bisa mengecek disgrafia lewat kuesioner atau kuis online. Saat ini ada ratusan opsi tes yang bisa dicoba. Namun, perlu diingat hasil tes online tidak sepenuhnya akurat. Hanya spesialis yang bisa memberikan diagnosis pasti. Tetap saja, pilihan tes online sangat membantu karena praktis dan beberapa gratis. Kamu bisa melakukannya di rumah untuk cek mandiri. Jika hasil tes positif, kamu bisa bawa hasilnya ke spesialis untuk konfirmasi dan saran langkah selanjutnya.
Tes disgrafia dari Exceptional Individuals
Selain informasi dasar tentang disgrafia, situs Exceptional Individuals menyediakan tes disgrafia singkat. Cukup 4 menit mengerjakannya. Namun, hasil hanya sebagai indikasi awal; tetap perlu dikonfirmasi dokter. Exceptional Individuals juga menawarkan layanan chat untuk diskusi tentang disgrafia dan topik kesehatan lainnya.
Tes disgrafia Lexercise
Salah satu situs populer untuk screening disgrafia adalah Lexercise. Sama seperti sebelumnya, kamu bisa baca penjelasan dasar lalu lanjut ke kuesioner. Ada 15 pertanyaan seputar kemampuan dan pengalaman menulis. Setelah semua dijawab, kamu tinggal submit dan hasil langsung keluar.
Tes disgrafia dari majalah ADDitude
Walau bukan klinik online, majalah ADDitude punya tes disgrafia gratis yang sederhana namun efektif. Tinggal centang jawaban yang cocok dan hasil langsung keluar dalam hitungan menit. Di sini juga ada berbagai artikel informasi tentang disgrafia.
Tes disgrafia dari Nebula
Pilihan lain adalah tes disgrafia dari Nebula yang bisa dicetak. Tes ini berupa PDF yang mudah diunduh dan dicetak. Bisa diberikan ke anak dan dipantau saat mengerjakan, sehingga dapat diketahui apakah ada kesulitan dalam menulis.
Tes disgrafia Learning Success
Terakhir, ada tes disgrafia dari blog Learning Success. Formatnya 29 pertanyaan sederhana yang bisa diisi untuk anak. Ada juga video edukasi yang menjelaskan lebih detail. Tes ini mudah, efektif, dan hanya perlu beberapa menit.
Perbedaan antara disgrafia, disleksia, diskalkulia, dan ADHD
Banyak orang keliru mengira disgrafia adalah bagian dari disleksia. Padahal, keduanya kondisi neurologis berbeda meski gejalanya mirip. Disleksia adalah gangguan pemrosesan fonologis yang menyebabkan kesulitan membaca, sedangkan disgrafia membuat orang sulit menulis. Ada juga diskalkulia, yakni kesulitan memahami dan menggunakan angka. Disgrafia kadang disamakan dengan ADHD (gangguan hiperaktif dan kurang perhatian), padahal berbeda. Pengidap ADHD sulit memperhatikan, mengontrol impuls, dan biasanya sangat aktif. Tapi, semua kondisi ini dapat memengaruhi rasa percaya diri, harga diri, dan kualitas hidup anak. Agar makin paham soal disgrafia, mari kita bahas gejala-gejalanya.
Gejala dan kesulitan belajar akibat disgrafia
Seperti disebutkan, gejala disgrafia bisa berbeda-beda. Namun, ada yang lebih sering muncul dibanding gejala lain. Berikut di antaranya.
Sulit membentuk huruf dan bentuk
Selain tulisan tangan berantakan, terutama saat menulis sambung, penyandang disgrafia sering memegang pensil terlalu erat hingga terasa sakit, dan kadang menulis huruf terbalik.
Sulit menyusun kalimat
Gejala lain adalah sulit menyusun kalimat di atas kertas meski bisa lancar saat berbicara.
Perbedaan antara konten lisan dan tulisan
Gejala lainnya, penyandang disgrafia cenderung salah paham saat membaca tulisan tapi bisa memahami dengan baik saat mendengar dan mengingat informasi.
Speechify — alat bantu belajar disgrafia
Speechify adalah teknologi text-to-speech yang membantu orang dengan disgrafia. Fitur TTS canggihnya memungkinkan kamu memfoto catatan dan aplikasi akan membacakannya. Ini membantu mengenali kesalahan ejaan sekaligus melatih kemampuan menulis dan membaca. Speechify juga bisa dipakai untuk keperluan harian lain dengan suara alami dan fitur tambahan lainnya.

