Apa itu gangguan pemrosesan pendengaran?
Berbagai kondisi dapat mengganggu komunikasi dan proses belajar Anda, seperti gangguan pemrosesan pendengaran (APD). Tanpa pemahaman yang baik tentang kondisi ini, dampaknya bisa terasa lebih mengkhawatirkan. Artikel ini akan mengulas gangguan pemrosesan pendengaran dan beberapa strategi penanganannya.
Penjelasan APD
APD adalah gangguan pendengaran yang memengaruhi sekitar 3-4% anak usia sekolah. Nama lainnya adalah gangguan belajar atau central auditory processing disorder (CAPD).
Penderitanya kesulitan memahami orang lain karena otak dan telinga mereka tidak sepenuhnya sinkron. Ada gangguan di otak yang membuat anak sulit mengartikan dan mengenali bunyi ujaran.
Faktor risiko dan penyebab APD yang paling umum meliputi:
- Infeksi telinga kronis
- Kelainan genetik
- Gangguan sistem saraf
- Keracunan timbal
- Cedera otak atau kepala
- Komplikasi saat lahir
APD biasanya memengaruhi pendengaran normal anak, juga kemampuan berbicara, menulis, mengeja, dan membaca. Gejala APD juga bisa berupa sulit mengucap ending kata atau mencampur suara yang mirip.
Berkomunikasi dengan orang lain jadi sangat menantang. Karena penderita tidak bisa memproses suara dengan baik, mereka juga bisa kesulitan merespons dengan cepat.
Berikut beberapa gejala lain gangguan pemrosesan pendengaran:
- Kesulitan mengikuti percakapan
- Sulit mengurutkan suara (memahami dan mengingat urutan suara dan kata)
- Sulit menikmati musik akibat gangguan pendengaran dan sistem auditori
- Memori auditori rendah (sulit mengingat instruksi lisan, terutama yang bertahap banyak)
- Sulit mengenali dari mana arah datangnya suara
- Sulit membedakan suara di tempat ramai dan memahami percakapan dengan banyak pembicara
Saat mendiagnosis APD, klinisi mungkin menyarankan beberapa tes berikut:
- Tes mendengarkan (mendengar ucapan di lingkungan bising)
- Tes pendengaran untuk mendeteksi perubahan suara kecil
- Mengisi bagian ujaran yang hilang
- Mengukur respons otak terhadap suara dengan elektroda
Penanganan APD
Walau APD belum bisa disembuhkan, ada banyak cara mengelola kondisi ini agar penderita bisa beradaptasi lebih baik.
Cara paling efektif menangani kondisi ini pada anak dan dewasa adalah dengan dukungan tim multidisipliner, antara lain:
- Audiolog
- Psikolog
- Guru
- Terapis wicara-bahasa
Para ahli ini dapat membantu penderita memahami kondisinya, menilai gangguan bahasa, meningkatkan kemampuan kognitif, dan memperbaiki prestasi akademis.
Strategi pengobatan khusus bergantung pada penyebabnya. Namun, sebagian besar metode mencakup hal-hal berikut:
- Pendampingan anak
- Alat bantu dengar
- Sistem penguat suara alat bantu dengar
- Teknik mendengarkan khusus
- Latihan auditori
Ada beberapa subkelompok dari metode di atas:
- Modifikasi lingkungan—Penyesuaian ini bisa berupa mengurangi kebisingan latar atau mengubah cara penyampaian informasi auditori. Misalnya dengan cek pemahaman, isyarat visual, instruksi tertulis, dan pengulangan informasi penting.
- Terapi wicara—Terapis wicara-bahasa membantu penderita APD mengenali suara dengan benar serta meningkatkan kemampuan berbahasa.
- Strategi kompensasi—Profesional dapat mengajarkan penderita APD cara menyesuaikan diri, misalnya dengan proaktif bertanya atau menggunakan alat perekam di lingkungan belajar.
American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) merekomendasikan audiolog memberikan strategi-strategi ini. Namun, guru dan profesional lain juga berperan besar.
Karena semuanya punya tujuan yang sama—mengatasi gangguan belajar dan memenuhi kebutuhan siswa.
Alat & perawatan terbaik untuk APD
Berikut beberapa perawatan dan alat khusus yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi APD, disesuaikan dengan lingkungan Anda.
Sekolah
Guru siswa dengan APD dapat menerapkan strategi berikut untuk melatih keterampilan auditori mereka:
- Perbaiki akustik kelas dengan menambah rak buku, karpet, dan gorden agar kebisingan mereda.
- Tempatkan anak di depan kelas, jauh dari pintu, kipas, akuarium, rautan pensil, atau sumber bising lainnya.
- Gunakan sinyal perhatian (misalnya, menyentuh bahu siswa untuk mengingatkan fokus).
- Gunakan alat bantu visual, buat kerangka gambar, dan tulis kata kunci/instruksi di papan.
- Perjelas komunikasi dengan memberi jeda agar siswa punya waktu memproses info dan lakukan kontak mata.
- Cek pemahaman untuk memastikan anak mengikuti pelajaran dan parafrase materi jika belum dipahami.
- Berikan waktu istirahat berkala karena siswa APD bekerja lebih keras untuk fokus dan memproses info.
- Gunakan headset dan mikrofon untuk memperjelas suara guru dan membantu fokus siswa.
Rumah
Orang tua dan keluarga anak dengan APD dapat mencoba berbagai alat bantu.
- Perkenalkan rekaman dan permainan seperti Simple Simon untuk melatih perhatian dan kemampuan mendengar.
- Dampingi tugas sekolah dengan mengulas konsep dasar serta mengenalkan kosakata baru agar anak tidak cemas.
- Gunakan pendekatan terstruktur agar anak bisa tetap fokus di lingkungan ramai (misalnya, buat daftar barang yang harus dibawa pulang agar tidak tertinggal).
- Kurangi gangguan sebelum bicara, misalnya matikan komputer/TV.
- Minta anak mengulangi perkataan Anda untuk cek pemahaman.
- Bicara singkat dan langsung ke inti, tanpa detail berlebihan.
- Gunakan teknik relaksasi agar anak tenang sebelum diskusi penting.
Di mana saja
Beberapa metode di atas dapat digunakan di sekolah maupun di rumah. Namun, hasilnya bisa lebih optimal jika dipadukan dengan teknologi, yang sangat efektif dalam pengelolaan APD.
Ada banyak teknologi yang bisa dimanfaatkan, misalnya fitur teks ke suara (TTS). Contohnya Speechify, platform TTS yang membacakan teks dengan beragam pilihan suara. Kecepatan bisa diperlambat untuk membantu pemahaman, pengecekan, dan mendengarkan.
Aplikasi ini juga memudahkan multitasking. Anda bisa mendengarkan lewat headphone sambil berolahraga atau beraktivitas lainnya.
Speechify memudahkan mendengarkan
Speechify sangat membantu untuk APD, disleksia, dan gangguan belajar lain. Mudah digunakan dengan banyak fitur teks ke suara untuk membantu fokus. Coba gratis di aplikasinya sekarang.
FAQ
Apa contoh gangguan pemrosesan pendengaran?
Contoh APD adalah kesulitan membedakan suara satu per satu serta urutan bunyi dalam sebuah kata.
Apakah APD termasuk autisme?
Tidak, APD bukan bagian dari autisme.
Apa APD berkaitan dengan ADHD?
APD dan gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas (ADHD) adalah kondisi yang berbeda dengan ciri yang berbeda.
Bagaimana mengetahui seseorang punya APD?
Penderita APD biasanya kesulitan memahami instruksi verbal dan berkomunikasi dengan orang lain.
Apa bedanya APD dan gangguan perhatian?
Penderita APD utamanya sulit memproses suara dan sering butuh pengulangan, sedangkan ADHD lebih berkaitan dengan hiperaktivitas dan sulit fokus.

