Apakah Anda sedang mengonsumsi obat ADHD saat ini? Adakah alternatif yang bisa membantu Anda? Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang obat ADHD yang umum, efek samping, dan opsi pengobatan lain.
Ini dapat membantu Anda mencapai tujuan penting seperti menjaga kesehatan dan menemukan cara lain untuk merawat diri. Ingat, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengubah obat atau mengambil keputusan terkait kesehatan Anda.
Apa itu Adderall, Focalin, dan Ritalin?
Adderall, Focalin, Ritalin, Vyvanse, dan banyak obat lain sering digunakan oleh penderita attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Walau efeknya mirip, tiap obat punya formula berbeda.
Misalnya, Adderall (atau Adderall XR) dan Dexedrine adalah nama dagang obat gabungan yang mengandung campuran garam amfetamin. Cara kerjanya juga bisa berbeda. Pilihannya biasanya meliputi immediate-release (IR), extended-release (ER/XR), short-acting, dan long-acting, sesuai rekomendasi dokter.
Focalin dan Focalin XR menggunakan dexmethylphenidate, sementara Ritalin, Ritalin LA, Daytrana, Metadate CD, dan Concerta berbasis methylphenidate. Ritalin juga bisa dipakai untuk mengobati narkolepsi, meski tidak seefektif kegunaan utamanya.
Ketiga merek ini umum di AS. Obat-obat ini disetujui FDA dan sering diresepkan. Selain itu, termasuk golongan obat yang diawasi karena dapat mengandung obat seperti Adzenys XR, yang berupa amfetamin.
Obat ADHD biasanya menargetkan dopamin dan norepinefrin. Obat ini membantu mengembalikan keseimbangan neurotransmitter. Stimulan (spansule) dan, kadang-kadang, antidepresan juga bisa diresepkan tergantung anjuran dokter.
Efek samping umum dari obat ADHD
Obat ADHD bisa menimbulkan efek samping. Ini alasan utama banyak orang mencari alternatif pengobatan ADHD. Efek samping beda-beda tergantung jenis obat yang dipakai.
Sering kali, efek samping muncul saat seseorang mulai menggunakan obat atau menaikkan dosisnya. Efek ini bisa berupa gangguan tidur, hilang nafsu makan, mudah berubah suasana hati, impulsif, sakit kepala, detak jantung meningkat, mulut kering, dan sebagainya.
Beberapa orang melaporkan efek jangka panjang akibat obat ADHD. Ini bisa termasuk penyakit jantung, detak jantung tidak teratur, kejang (dari atomoxetine/Strattera), tekanan darah tinggi, perubahan warna kulit, masalah mental, penurunan berat badan, dan lain-lain.
Dokter Anda yang akan menentukan apakah manfaat obat melebihi efek sampingnya.
Alternatif non-obat ADHD yang bisa tingkatkan fokus & produktivitas
Meski obat dari dokter membantu banyak penderita ADHD, ada cara lain untuk mengatasi ADHD. Ada banyak pendekatan untuk menangani gejalanya.
Beberapa strategi tersebut ada di sini. Setiap orang berbeda, jadi beberapa mungkin lebih efektif untuk Anda. Bisa jadi pendekatan ini membantu mengurangi bahkan menghilangkan efek samping atau masalah akibat obat.
1. Pakai aplikasi text-to-speech
Bagi penderita ADHD yang suka membaca, terkadang lebih mudah fokus pada aktivitas membacanya ketimbang isi bacaan itu sendiri.
Agar lebih mudah, gunakan aplikasi text-to-speech. Alat ini membantu tunanetra, disleksia, dan pembelajar auditori.
Speechify adalah salah satu TTS terbaik. Aplikasi ini bisa dipakai di semua perangkat, baik mobile maupun ekstensi Chrome. Anda bisa menyinkronkan semua perangkat dengan satu akun.
Karena Speechify menawarkan paket gratis, tidak ada alasan untuk tidak mencoba. Aplikasi ini berfungsi pada semua jenis teks dan membuat semuanya jadi lebih mudah.
2. Zona bebas gangguan
Memiliki area bebas gangguan di tempat kerja atau rumah sangat membantu. Bagi yang sulit konsentrasi, apa saja bisa jadi pengalih perhatian. Walau terlihat steril, zona ini sangat efektif.
Anda tidak akan buang waktu gonta-ganti saluran TV jika tidak ada TV di ruang kerja. Lebih baik lagi jika ruang kerja kedap suara karena kebisingan bisa mengganggu fokus Anda.
Semua kembali ke preferensi pribadi. Jika menemukan sumber gangguan, hilangkan satu per satu.
3. Buat rutinitas yang menyenangkan
Rutinitas bisa terasa membosankan, tapi punya rutinitas berarti punya rencana. Ini sangat membantu konsentrasi dan produktivitas.
Fokus satu jam penuh lebih baik daripada setengah hari tanpa arah. Setelah tahu apa yang membantu fokus Anda, masukkan ke rutinitas harian. Mungkin perlu beberapa kali percobaan, tapi lama-lama Anda akan terbiasa.
4. Lakukan satu hal dalam satu waktu
Multitasking justru menambah masalah. Jika fokus pada banyak hal sekaligus, perhatian Anda akan terbagi dan tidak ada pekerjaan yang benar-benar selesai.
Biasakan melakukan satu hal dulu. Setelah selesai, baru lanjut ke tugas berikutnya.
5. Gunakan fidget
Bagi banyak orang, fidget genggam bisa meningkatkan konsentrasi. Anda bisa memakai mainan kecil, bola anti-stres, atau sekadar pulpen dan kertas. Mainan ini cukup terjangkau.
Alat yang membantu Anda fokus memberi manfaat jangka panjang. Jangan ragu mencoba berbagai cara.
Pakai Speechify untuk bantu tingkatkan fokus & produktivitas
Menelaah banyak email bisnis bisa melelahkan. Jika Anda punya ADHD, tugas ini bisa terasa makin berat. Dengan Speechify, Anda bisa santai, dengarkan email, dan fokus pada suara AI.
Aplikasi ini berfungsi untuk laman web, email, PDF, file ODT, dan apa pun. Bahkan bisa untuk teks fisik — cukup ambil foto, aplikasi akan membacakannya untuk Anda.
FAQ
Bagaimana cara menghentikan efek samping Focalin?
Cara paling mudah menghentikan efek samping Focalin adalah berhenti minum obatnya. Namun, jangan memutuskan sendiri. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk cara yang paling aman. Jangan pernah mengubah resep tanpa anjuran dokter.
Bolehkah pakai Focalin & Ritalin bersamaan?
Ada yang melaporkan kombinasi obat stimulan dan non-stimulan (misalnya, clonidine, guanfacine/Intuniv) bermanfaat dan bisa mengurangi efek samping. Jangan pernah mencampur obat tanpa izin jelas dari dokter.
Bagaimana cara mengatasi tic ADHD?
Pada beberapa anak atau remaja, tic dapat menghilang sendiri. Bagi yang lain, obat justru bisa memperparah dan memperjelas tic. Konsultasikan dengan dokter untuk solusi mencegah tic dan menjaga kesehatan Anda.

