Audiobook & teks ke suara Live Journal
Banyak orang memakai blog untuk menuangkan dan membagikan pemikiran mereka ke dunia. Di antara banyak platform, Live Journal adalah salah satu pilihan utama bagi blogger, baik yang serius maupun santai.
Lalu, bagaimana posisi Live Journal di dunia audiobook dan teks ke suara? Ini yang perlu kamu tahu.
Apa itu Live Journal?
Live Journal bukan jejaring sosial biasa. Platform ini adalah blog dengan komunitas besar yang mendukung dan melindungi hak setiap orang untuk berekspresi.
Misi utama Live Journal mencakup nilai-nilai berikut:
- Ekspresi diri
- Keberagaman
- Kreativitas
- Komunitas
- Privasi
Platform ini menyambut kontributor dan pembaca dari berbagai latar belakang, budaya, dan kepercayaan. Live Journal mendorong kreativitas pembuat konten untuk membagikan ide dan pengalaman mereka, baik dengan anggota komunitas yang sepemikiran maupun yang berbeda pandangan.
Mengapa memakai Live Journal?
Kalau kamu ingin merekam pikiran atau menulis diari, ada banyak pilihan. Misalnya menulis di buku catatan, di akun Google Docs, atau mengetik beberapa paragraf harian di dokumen Microsoft Word. Semua itu sangat pribadi kalau kamu tidak ingin berbagi.
Tapi Live Journal juga bisa jadi alternatif menarik untuk menulis jurnal konvensional. Berikut beberapa fitur yang ditawarkan:
- Jurnal kerja
- Log proyek
- Halaman pengumuman
- Weblog
- Forum diskusi terbuka/privat
Perangkat lunak open-source ini serbaguna dan dipakai di banyak aspek kehidupan keluarga, sosial, maupun profesional.
Misalnya, kamu bisa memakai Live Journal untuk mendapatkan umpan balik atas tulisanmu sekaligus memulai karier blogging. Atau, menyimpan jurnal kerja dan log proyek agar lebih fokus dan terorganisir, baik di kantor maupun di rumah.
Live Journal membantu perusahaan memperlancar komunikasi antar divisi dan menghubungkan karyawan di zona waktu UTC maupun lokasi berbeda. Platform ini menyediakan alat pembuat konten, saluran komunikasi, dan kontrol privasi.
Alasan lain Live Journal menarik adalah banyaknya entri dalam berbagai bahasa asing. Ini cara yang bagus untuk berkomunikasi dan berbagi ide dengan orang di seluruh dunia.
Platform open-source ini dapat diakses dari New York, Moskow, dan kota-kota lain.
Apakah ada audiobook di Live Journal?
Sayangnya, Live Journal belum punya audiobook atau konten audio/video dalam jumlah besar. Tapi ada banyak cerpen, ide, opini pribadi, dan buku non-fiksi untuk para penggemar.
Di tengah ritme hidup serba cepat dan banyak distraksi, cukup sulit bagi sebagian orang untuk mengikuti entri Live Journal.
Untungnya, teknologi makin canggih. Sekarang, kamu bisa mengubah semua konten—termasuk cerita, ide, dan artikel di Live Journal—jadi audiobook sehingga lebih mudah dinikmati.
Tidak perlu lagi ke Amazon, Kindle, Audible, atau LibriVox hanya untuk mencari audiobook domain publik. Teks apa pun bisa dijadikan audiobook, mp3, atau narasi WAV. Forum diskusi pun bisa diubah menjadi podcast dengan berbagai suara.
Di sinilah pembaca teks ke suara (TTS) jadi solusi yang efisien.
Apa itu pembaca TTS?
Pembaca TTS adalah perangkat lunak online atau offline yang menggunakan teknologi asistif teks ke suara untuk membacakan teks secara langsung. Teknologinya memakai AI atau deep neural network seperti WaveNet untuk membuat audio dari teks digital.
Pembaca TTS mampu mengubah berbagai format file teks, dari transkripsi hingga dataset spreadsheet HTML sampai PDF menjadi file audio berkualitas hanya dalam beberapa langkah. Teknologi ini memanfaatkan sintesis suara dengan narasi buatan komputer yang dapat dikontrol pengguna.
Teknologi asistif ini membantu produktivitas, memudahkan multitasking, sekaligus mendukung mereka dengan disabilitas membaca atau gangguan pemrosesan bahasa.
Pembaca TTS dapat membantu pengenalan kata, mengurangi kebingungan karakter, menambah retensi informasi, dan meningkatkan fokus.
Bisa menggunakan suara sintesis, suara buatan, ucapan alami, atau suara manusia tanpa distorsi—tergantung teknologi pemrosesan sinyalnya.
Speechify – Teknologi teks ke suara ideal untuk Live Journal
Jarang ada pembaca TTS yang menyaingi Speechify soal akurasi bacaan, kualitas audio, dan fleksibilitas. Sejak berdiri tahun 2016, Speechify membawa perangkat lunak teks ke suara ke browser, Mac, Windows PC, Android, dan perangkat mobile iOS.
Pembacanya dapat menarasikan halaman web dan entri Live Journal dengan suara manusia atau mengubahnya menjadi file audio yang bisa diunduh dan didengarkan offline, sesuai suasana hati. Tentu tersedia banyak pilihan suara.
Selain itu, Speechify juga memakai teknologi OCR (pengenalan karakter) untuk membacakan teks dari gambar.
Dengan fitur ini, pengalamanmu menikmati konten di Live Journal jadi makin maksimal.
Speechify adalah perangkat lunak asistif untuk desktop, mobile, dan browser. Jadi, kamu bisa memperbaiki keterampilan sekaligus kecepatan menulis. Apa pun tujuanmu, entah membaca atau berbagi konten Live Journal, Speechify bisa membantu keduanya.
Ada lagi alasan memilih Speechify untuk Live Journal. Platform ini minim konten bahasa Inggris. Entri lama masih bisa ditemukan, tapi entri baru perlu terjemahan yang akurat. Fitur multibahasa Speechify pas untuk membaca teks digital dalam berbagai bahasa.
Kalau ingin merasakan Live Journal dari sudut pandang berbeda, coba Speechify sekarang di Android kamu, iPhone, atau ekstensi Chrome. Dalam beberapa hari mencoba versi gratisnya, kamu akan merasakan perbedaan saat berinteraksi dengan platform dan komunitas Live Journal.
FAQ
Apa saja manfaat aplikasi teks ke suara?
Aplikasi TTS dapat membacakan teks untuk penyandang disleksia atau orang yang tidak sempat membaca konten favorit. Juga bisa mengubah berbagai format file digital menjadi audiobook.
Apa perbedaan utama Live Journal dengan situs sosial lain?
Live Journal lebih dari sekadar platform penerbitan. Orang bisa mencatat dan menyimpan pikiran secara online, atau tetap menjadikannya privat bila diinginkan.
Apakah masih ada pengguna Live Journal di 2022?
Menurut sejumlah data, Live Journal sudah tidak sepopuler puncaknya pada 2005. Namun platform ini tetap aktif dan masih menerima banyak kontribusi. Penurunan popularitasnya terjadi seiring beralihnya banyak pengguna berbahasa Inggris ke jejaring sosial lain.

