Pendidik perlu memenuhi kebutuhan semua siswa. Banyak yang membutuhkan dukungan perilaku, yang terkadang sulit diberikan di sekolah umum. Dalam situasi seperti ini, intervensi akademik sering kali justru paling efektif.
Di sinilah sistem dukungan berjenjang (MTSS) berperan.
MTSS memberi guru cara untuk mendukung siswa berkebutuhan khusus. Ini adalah kerangka pengembangan profesional yang menyediakan alat bagi pendidik dalam mengajar siswa penyandang disabilitas. Artikel ini membahas MTSS lebih jauh dan mengulas beberapa alat yang sering digunakan.
Apa itu sistem dukungan berjenjang?
MTSS adalah struktur pengembangan profesional dan pembelajaran yang berjenjang. MTSS menggunakan pendekatan berbasis data untuk mencocokkan hasil penilaian siswa dengan kebutuhan akademik mereka. Hasilnya, tercipta kerangka pembelajaran berkualitas tinggi yang mendorong keberhasilan siswa.
Dengan data, pendidik menyusun kerangka agar sebagian besar siswa merespons dengan baik pada pembelajaran inti. Pendekatan berbasis data ini juga memudahkan identifikasi siswa yang memerlukan bantuan lebih lanjut.
Apa tiga jenjang dalam MTSS?
MTSS memiliki tiga jenjang yang dapat digunakan guru untuk mengumpulkan informasi tentang siswa.
Jenjang 1 – seluruh kelas
Setiap siswa di kelas reguler termasuk dalam jenjang ini. Umumnya, mereka memiliki keterampilan pemecahan masalah yang cukup baik untuk bekerja dalam kelompok.
Sekolah memantau semua siswa untuk mengenali siapa yang mengalami kesulitan. Siswa-siswa ini akan beralih ke Jenjang 2.
Jenjang 2 – intervensi kelompok kecil
Siswa pada jenjang ini menerima dukungan tambahan melalui sesi belajar dalam kelompok kecil. Sebagian besar juga tetap mengikuti pelajaran Jenjang 1 di samping intervensi ini.
Pelajaran difokuskan pada kebutuhan individu dan tantangan siswa terkait pengambilan keputusan serta pemecahan masalah. Pemantauan kemajuan dilakukan untuk menemukan siswa yang belum menunjukkan perkembangan di jenjang ini.
Jenjang 3 – intervensi intensif
Dukungan yang lebih intensif, seperti pelajaran individual, diberikan untuk siswa di jenjang ini. Siswa mungkin masih mengikuti kelas umum sesekali, tetapi sebagian besar waktu dihabiskan dalam sesi yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Contoh MTSS dalam praktik
Meskipun jenjang MTSS sama di semua versi kerangka, pelaksanaannya bisa berbeda. Berikut dua contoh yang umum.
Response to Intervention (RTI)
Versi MTSS ini membantu siswa yang mengalami kesulitan akademis. Sebuah distrik sekolah dapat menggunakannya untuk mengenali siswa berkebutuhan khusus.
Dalam kasus ini, jenjang MTSS bertujuan memberikan tingkat dukungan sesuai tolok ukur yang ditetapkan sekolah. Guru juga kerap memakai alat pemantauan kemajuan untuk menilai siswa dan menentukan jenjang yang tepat.
RTI membantu guru menemukan tanda awal bahwa siswa butuh sumber daya khusus. Namun, ini bukanlah program pendidikan khusus yang sepenuhnya berdiri sendiri.
Positive Behavioral Interventions and Supports (PBIS)
Sekolah sering memakai PBIS untuk mendorong perilaku positif dan keterampilan menjaga keselamatan.
Siswa diajari bagaimana seharusnya mereka berperilaku. Pengajaran selalu berfokus pada hal positif. Misalnya, sekolah mengarahkan siswa untuk “dengarkan dengan saksama,” bukan “jangan melawan.”
Sistem jenjang juga digunakan di sini. Siswa yang kesulitan mengikuti instruksi naik ke jenjang berikutnya. Yang tetap mengalami kesulitan akan mendapat pembelajaran yang lebih intensif. RTI dan PBIS dapat digunakan di semua tingkat kelas.
Alat yang mendukung MTSS
Guru perlu mengambil keputusan berbasis data dalam MTSS. Selain itu, MTSS bukan proses skrining universal. Perbedaan demografi dan kemampuan belajar memengaruhi bagaimana sistem ini berjalan.
Untungnya, guru punya akses ke berbagai alat dan template untuk membantu mereka membangun kerangka MTSS.
Rubrik
Rubrik adalah alat penilaian yang membantu guru menilai kualitas pekerjaan siswa. Alat ini juga kerap memberikan level kualitas sesuai kriteria yang sudah ditentukan.
Misalnya, bayangkan Anda guru SMA yang mengajar siswa pembelajar Bahasa Inggris. Anda bisa menggunakan rubrik untuk menilai seberapa baik mereka berbicara. Rubrik dapat memuat indikator seperti “Sangat Baik,” “Baik,” dan “Perlu Perbaikan.”
Dalam kerangka MTSS, siswa yang masuk kategori “Perlu Perbaikan” kemungkinan membutuhkan intervensi Jenjang 2 atau 3.
Skala penilaian
Skala penilaian mirip dengan rubrik. Bedanya, ia bersifat tertutup dan fokus pada menjawab pertanyaan terarah tentang performa.
Contoh sederhananya adalah kuesioner yang meminta responden mengisi tingkat kepuasan dari 1 sampai 5. Dalam MTSS, skala penilaian dapat menjadi dasar intervensi berbasis bukti. Siswa yang nilainya rendah di banyak kriteria biasanya menjadi kandidat pendidikan khusus.
Survei
Seperti skala penilaian, survei juga memakai pilihan tetap untuk menjawab pertanyaan. Namun, siswa dalam survei bisa jadi lebih terlibat aktif.
Contohnya, guru dapat membagikan survei rahasia kepada seluruh kelas. Survei itu bisa berisi pertanyaan agar siswa menilai sendiri kemajuan mereka di pelajaran tertentu.
Guru dapat memeriksa hasil untuk melihat apakah ada siswa yang merasa perlu bantuan tambahan. Distrik sekolah juga dapat menggunakan survei agar guru bisa menilai siswa mereka.
Daftar periksa
Daftar periksa merangkum pertanyaan dan kriteria menjadi jawaban ya atau tidak. Intinya, disajikan pernyataan dan guru menjawabnya secara sederhana dengan ya atau tidak.
Contoh sederhananya, “apakah siswa mendengarkan dengan baik saat di kelas?” Jawaban “tidak” dapat menandakan adanya disabilitas belajar terkait perhatian. Jika dikombinasikan dengan jawaban negatif lain, daftar periksa dapat menunjukkan perlunya intervensi.
Aplikasi text to speech
Berbeda dengan alat lain di daftar ini, perangkat lunak text to speech bukanlah alat penilaian. Namun, ini adalah alat yang bisa digunakan guru untuk mendampingi pendidikan khusus siswa.
Mengajar anak dengan disleksia adalah salah satu contohnya. Banyak siswa ini mengalami kesulitan membaca, seperti yang ditunjukkan oleh alat penilaian.
Hasil penilaian bisa membuat guru memberikan akses ke aplikasi TTS. Siswa lalu dapat memakai aplikasi ini untuk membacakan teks. Dengan begitu, anak disleksia bisa tetap mengikuti pelajaran umum tanpa harus terbebani kesulitan membaca.
Cara Speechify membantu penerapan MTSS
Speechify adalah perangkat lunak text to speech yang memiliki banyak kegunaan di kelas. Siswa bisa menggunakan Speechify untuk membacakan teks dengan lantang, sangat membantu bagi yang punya disleksia. Karena itu, Speechify bermanfaat untuk mendukung jenjang akhir dalam sistem MTSS.
Speechify tersedia dalam 14 bahasa dan memiliki versi untuk Android, iOS, macOS, dan Google Chrome. Coba gratis hari ini dan lihat apakah cocok untuk kelas Anda.
FAQ
Apa strategi MTSS?
Strategi MTSS membantu guru menilai dan memahami kebutuhan siswa mereka.
Apa manfaat MTSS?
MTSS memudahkan guru mengenali siswa berkebutuhan khusus dan memberikan dukungan yang tepat.
Apa bedanya MTSS dan pendidikan tradisional?
Sistem tiga jenjang dan adanya intervensi individual menjadi perbedaan utamanya.
Apa komponen terpenting MTSS?
Guru yang mampu menafsirkan hasil secara efektif adalah kunci dalam MTSS.

