1. Beranda
  2. Buku
  3. Audiobook remaja favorit
Dipublikasikan pada Buku

Audiobook remaja favorit

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Audiobook remaja favorit

Menemukan buku yang tepat

Novel young adult sangat naik daun dua dekade terakhir. Bahkan, beberapa buku terlaris ada di kategori ini. Ini menunjukkan remaja kini membaca lebih banyak dari sebelumnya.

Meski begitu, ada dua hal yang justru berdampak buruk pada kebiasaan baca remaja. Pertama, konten serba cepat dan instan makin menjamur. Kedua, genre YA makin terasa jenuh.

Sekarang ada banyak sub-genre novel YA, dari fantasi, fiksi sejarah, kisah cinta, sampai misteri—tapi tetap ada masalah.

Tak semua novel bisa jadi Harry Potter berikutnya atau The Hunger Games. Tak semua penulis seperti Suzanne Collins atau Brandon Sanderson. Dan rekomendasi dari teman, pustakawan, atau klub buku pun belum tentu klik. Jadi, bagaimana memilih buku yang langsung bikin kamu ketagihan baca?

Kebanjiran novel YA justru bikin remaja makin sulit tertarik membaca, karena mencari buku berkualitas jadi tantangan. Untungnya, banyak platform seperti Audible menawarkan bukan hanya novel tapi juga novel grafis dalam format audio.

Kali ini, kami akan berbagi daftar audiobook remaja terbaik yang wajib kamu coba!

Manfaat audiobook

Bagi remaja yang super sibuk, membaca buku bisa terasa seperti PR. Begitu mulai membaca, sering kali tak selesai, entah karena bosan atau keburu terdistraksi.

Mendengarkan cerita bikin remaja lebih gampang jatuh hati pada buku. Audiobook terbaik untuk usia SMA bisa menumbuhkan minat baca mereka. Karena remaja lebih responsif ke media seperti podcast, audiobook YA jadi pilihan yang pas.

Audiobook YA juga sangat membantu dari sisi aksesibilitas, dan mendukung remaja dengan hambatan belajar seperti ADHD dan disleksia untuk melewati kesulitan membaca dan mulai akrab dengan literatur.

Daftar rekomendasi

The Sun Is Also a Star

oleh Nicola Yoon

The Sun Is Also a Star pada dasarnya adalah kisah cinta, diceritakan dari beberapa sudut pandang tokoh. Yang bikin buku utuh ini menarik, semua kejadian hanya berlangsung dalam satu hari.

Karena tanpa unsur fantasi, buku ini terasa hampir seperti non-fiksi. Audiobook-nya dibawakan tiga narator, jadi makin seru didengar.

Monday's Not Coming

oleh Tiffany D. Jackson

Monday’s Not Coming adalah novel misteri. Seorang gadis bernama Monday menghilang dan hanya sahabatnya yang benar-benar peduli. Misterinya menegangkan dan bikin remaja betah mengikuti dari awal sampai akhir.

The Poet X

oleh Elizabeth Acevedo

The Poet X adalah novel remaja best seller versi New York Times. Berkisah tentang Xiomara, gadis tangguh yang menemukan pelarian di puisi. Xiomara bergabung dengan klub puisi di sekolah, dan dari sanalah ceritanya bergulir.

SHOUT

oleh Laurie Halse Anderson

Shout adalah memoar berbentuk puisi bebas. Mengisahkan pengalaman pribadi penulis dan pesan penting yang sangat mengena untuk dunia saat ini.

Children of Blood and Bone

oleh Tomi Adeyemi

Children of Blood and Bone membawa pembaca ke dunia baru di mana sihir pernah ada tapi kini lenyap. Ceritanya mengikuti Zelie yang berjuang melawan kejahatan tanpa bantuan sihir atau kaumnya.

Strange the Dreamer

oleh Laini Taylor

Strange the Dreamer terasa seperti dongeng modern. Ini kisah Lazlo Strange, pustakawan muda yang masuk ke dunia mitos dan sihir lewat mimpi. Di sana, Lazlo mencari jawaban atas misteri di sekelilingnya.

A Monster Calls

oleh Patrick Ness

A Monster Calls mengisahkan seorang anak yang kesulitan menerima penyakit ibunya. Suatu malam ia melihat monster di jendela. Tapi monster ini bukan ancaman—ia justru ingin sang anak berani jujur pada diri sendiri.

Anne Frank: The Diary of a Young Girl

oleh Anne Frank

Anne Frank: The Diary of a Young Girl mungkin adalah judul paling terkenal di daftar ini. Kisah nyata Anne Frank yang bersembunyi di Amsterdam saat Perang Dunia II. Memoarnya menggambarkan masa tumbuh dewasa sambil menghadapi kekacauan di luar.

Darius the Great Is Not Okay

oleh Adib Khorram

Darius the Great Is Not Okay mengikuti Darius, remaja keturunan Iran, dalam perjalanan pertamanya ke tanah asal. Di sana ia bertemu calon sahabatnya, Sohrab. Hidup Darius berubah ketika ia mulai dewasa dan belajar menerima akar dirinya.

Sadie

oleh Courtney Summers

Dalam Sadie, tokoh utama bertekad menemukan pembunuh adiknya. Saat polisi angkat tangan, Sadie bergerak sendiri, dan seorang penyiar radio mulai menelusuri jejaknya lewat podcast.

The Hate U Give

oleh Angie Thomas

The Hate U Give adalah kisah tentang komunitas dan persahabatan. Starr, tokoh utama, menyaksikan temannya Khalil ditembak polisi. Starr harus memutuskan sikapnya dalam drama berat ini. Audiobook di Amazon dinarasikan Bahni Turpin.

Novel ini juga punya prekuel sukses berjudul Concrete Rose.

One of Us Is Lying

oleh Karen M. McManus

One of Us Is Lying adalah misteri kriminal. Ada lima karakter di ruang tahanan sekolah, dan satu orang tewas hari itu. Sisanya harus mencari tahu siapa yang berbohong. Pembaca diajak ikut menebak pelakunya.

The Astonishing Color of After

oleh Emily X.R. Pan

The Astonishing Color of After bercerita tentang proses penyembuhan setelah tragedi keluarga. Namun saat sang tokoh bertemu seekor burung merah misterius, kisahnya bergeser ke ranah fiksi. Burung itu jadi kunci untuk menghadapi luka batin dan masalah di dunia nyata.

I Am Number Four

oleh Pittacus Lore

I Am Number Four adalah novel fiksi ilmiah tentang John, alien yang hidup di Bumi sebagai remaja biasa. Saat John mengetahui asal-usulnya, ia sadar ada ras alien musuh yang ingin membunuhnya. Ia berjuang untuk terus kabur dalam kisah sci-fi penuh aksi ini.

Rekomendasi Lainnya

  • Summer I Turned Pretty oleh Jenny Han
  • Eleanor and Park oleh Rainbow Rowell
  • Cinder oleh Marissa Meyer (versi sci-fi Cinderella)
  • What If It’s Us oleh Adam Silvera dan Becky Albertalli

Nikmati suara AI tercanggih, file tanpa batas, dan dukungan 24/7

Coba gratis
tts banner for blog

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.