Penjelasan pengembangan profesional sains membaca
Pengajaran membaca terus berkembang. Teknik yang dipakai untuk membantu siswa memahami bacaan sekarang jauh berbeda dengan dulu. Pengajaran literasi kini bertumpu pada sains, hasil riset bertahun-tahun tentang cara terbaik kita mengajar.
Sains membaca kini memungkinkan guru membantu pembaca yang kesulitan dengan cara-cara baru. Sekarang, mereka yang disleksia bisa mengakses pelatihan profesional yang didukung riset membaca selama bertahun-tahun.
Dalam artikel ini, kami membahas sains membaca. Kami jelaskan bagaimana pendekatan ini mencakup semua komponen membaca, mulai dari literasi awal, keterampilan dasar, hingga teknik lanjutan.
Apa itu sains membaca?
Sains membaca adalah kumpulan pengetahuan tentang pemahaman bahasa. Guru mengajar membaca menggunakan program literasi berbasis riset.
Program ini menjelaskan proses dan alasan membaca, sekaligus mengajarkan konsep dasar seperti decoding dan fonik.
Perlu diingat, satu studi saja tidak cukup untuk membentuk suatu cabang ilmu.
Ambil contoh literasi awal. Ada puluhan ribu studi di bidang ini, dan sebagian hasilnya tak selalu sejalan.
Bukan justru memicu perang metode, kumpulan studi ini memberi dasar pengetahuan bagi pengajaran fonik dan mendukung lahirnya banyak program literasi terstruktur.
Namun, banyaknya studi justru bisa jadi tantangan saat menyusun program membaca. Guru harus memilah bukti yang konsisten.
Artinya, guru mencari banyak penelitian dengan hasil serupa agar tercipta praktik literasi yang efektif bagi mayoritas siswa.
Model sederhana membaca
Model sederhana membaca adalah salah satu model paling penting dalam sains membaca. Guru mengukur capaian membaca dan keterampilan bahasa lisan dengan rumus sederhana:
Pemahaman membaca (RC) = Decoding (D) x Pemahaman Bahasa (LC)
Rumus ini jadi dasar instruksi eksplisit dari banyak guru. Rumus ini menunjukkan bahwa belajar membaca butuh kemampuan mengenali dan membunyikan kata, yaitu decoding.
Selain pengenalan kata, rumus ini juga menekankan pentingnya memahami arti dari kata yang dibaca.
Model sederhana membaca menyimpan berbagai kompleksitas. Namun, inilah model inti untuk keberhasilan membaca di banyak program.
Lima komponen inti sains membaca
Penelitian cukup jelas soal komponen sains membaca. Ada lima komponen yang diterapkan di semua jenjang dan didukung bukti riset:
- Kesadaran Fonologis - Mengajarkan siswa mengenali dan memakai bunyi bahasa dalam kata, mulai dari suku kata hingga fonem. Saat kelas 3, siswa diharapkan sudah bisa menghubungkan fonem ke huruf agar mampu mengeja kata.
- Kefasihan - Siswa belajar membaca lantang dari teks berisi kalimat dan paragraf yang saling terhubung. Komponen ini melatih kemampuan mengenali kata secara otomatis, dengan pemahaman sebagai tujuan utama.
- Fonik - Pendekatan literasi yang secara eksplisit mengajarkan bunyi huruf dan pola kata. Siswa membaca dan menulis kata secara terpisah, lalu memakai kata tersebut dalam konteks bacaan.
- Kosakata - Pembelajaran menjadi lebih kaya bahasa. Guru memakai bacaan untuk menjelaskan morfem, seperti imbuhan, kata dasar, dan pola kata dalam bahasa tulis.
- Pemahaman Teks - Bahkan pada tahap awal membaca, guru perlu mengajarkan makna. Mereka mengajak siswa membahas isi teks dan struktur tulisan.
Komponen-komponen ini membentuk pembaca yang tangguh dan menjadi dasar banyak program membaca terbaik.
Program berkualitas yang mendukung sains membaca
Ada banyak program yang memakai sains membaca untuk mengajar siswa. Berikut beberapa contohnya:
The Reading League
The Reading League bekerja sama dengan sekolah untuk menciptakan program pengembangan profesional. Organisasi ini mengajarkan guru tentang sains membaca dan kunci keberhasilan literasi. Mereka juga menerbitkan jurnal ilmiah dan menerjemahkan temuan utama hasil riset membaca.
Core Learning
Core Learning menggabungkan pelatihan bagi guru dan siswa. Tersedia banyak peluang belajar daring, seperti webinar dan artikel dari para pakar.
Mereka juga membahas berbagai pendekatan literasi terstruktur. Programnya didasari saran beberapa pakar, termasuk Dr. Louisa C. Moats dan Dr. David Kilpatrick.
HMH
HMH juga menyediakan sumber belajar untuk membantu guru memahami sains membaca. Misalnya, kalau ingin tahu tentang konsep Reading Rope, HMH menjelaskan pengertian dan peran Hollis Scarborough dalam pengembangannya.
HMH membantu guru mengajar membaca sejak jenjang PAUD dan seterusnya.
Kontribusi Speechify pada sains membaca
Selain riset dan teori yang mendasari program membaca, ada juga alat teknologi yang membantu proses membaca.
Speechify adalah salah satu alat tersebut.
Sebagai aplikasi text-to-speech, Speechify membacakan teks digital apa pun. Aplikasi ini memiliki banyak suara AI untuk mengajarkan pelafalan yang benar dan membantu decoding kata.
Speechify tidak hanya untuk bahasa Inggris. Tersedia lebih dari 14 bahasa di banyak perangkat. Dengan Speechify, membaca jadi lebih mudah bagi mereka yang mengalami kesulitan. Jika ingin tahu lebih banyak, coba gratis hari ini.
FAQ
Apa komponen utama sains membaca?
Komponen utamanya meliputi riset tentang kesadaran fonologis, kefasihan, fonik, pemahaman teks, dan kosakata.
Apakah sains membaca sama dengan Orton-Gillingham?
Pendekatan Orton-Gillingham adalah cara multisensori dan terstruktur untuk mengajar membaca, menulis, dan mengeja. Program ini dipengaruhi sains membaca, tetapi keduanya tidaklah sama persis.
Apa beda kesadaran fonemik dan fonik?
Fonik mempelajari bagaimana bunyi dilambangkan dalam tulisan. Kesadaran fonemik membantu siswa memahami bahwa kata tersusun dari urutan bunyi. Fonik biasanya diajarkan secara tertulis, sedangkan fonemik lebih banyak diajarkan secara lisan.
Apa itu National Reading Panel?
National Reading Panel adalah badan pemerintah yang dibentuk pada 1997. Panel ini mengkaji riset membaca dan membantu menentukan komponen inti sains membaca.

