Fonik screener digunakan untuk menilai pemahaman anak tentang bagaimana tiap bunyi sesuai dengan huruf alfabet (yaitu, grafem). Screener fonik biasanya dilakukan sejak dini (misalnya di kelas satu) untuk memberi gambaran kepada pengajar tentang kemampuan tiap siswa dan menyiapkan intervensi bila dibutuhkan.
Penilaian fonik bisa berbagai bentuk. Bisa tatap muka atau daring, individual atau kelompok kecil. Tiap metode fokus pada latihan membaca kata, dekoding, kecocokan bunyi-huruf, manipulasi fonem, dan pemenggalan kata.
Di bawah ini, ada daftar singkat lima screener dan alat penilaian fonik terbaik.
Apa itu intervensi fonik dan mengapa penting untuk keterampilan membaca
Intervensi fonik adalah bentuk pembelajaran membaca intensif untuk membantu pembaca yang kesulitan memahami hubungan antara bahasa lisan dan alfabet, yaitu antara bunyi dan huruf yang mewakilinya secara tulisan.
Jika penilaian diagnostik menunjukkan anak kesulitan mengikuti teman sebayanya, guru memakai instruksi fonik. Siswa biasanya mulai perlahan, fokus pada satu huruf dulu. Seiring waktu, keterampilan fonik meningkat dan anak mulai belajar digraf (misal, th) dan kombinasi konsonan-vokal lain (misal, igh).
Latihan dalam instruksi fonik meliputi mengulang nama huruf, membunyikan suku kata, membaca nyaring, serta memanipulasi suku kata dan kata untuk membentuk segmen ujaran baru.
Alasan fonik penting untuk kemajuan siswa adalah karena menguasai hubungan bunyi dan huruf sangat esensial untuk membangun pemahaman bacaan dan mengatasi kesulitan membaca.
Mereka yang tidak mengembangkan keterampilan fonik dan kesadaran fonologis sejak awal sering kesulitan membaca kata sederhana. Mereka tertinggal dari teman sekelas dan bisa mendapat nilai buruk bukan hanya di Bahasa Inggris tapi juga mata pelajaran lain, karena kelancaran membaca penting untuk proses belajar.
Screener fonik terbaik
Ada banyak jenis screener fonik dan penilaian membaca untuk menilai dan memantau keterampilan fonik anak. Pendekatan terbaik bergantung pada kekuatan dan kelemahan tiap anak, tetapi mencoba beberapa metode bisa membantu.
Dynamic Indicators of Basic Early Literacy Skills (DIBELS)
Ini salah satu metode penilaian membaca yang paling banyak digunakan. Ada segmen skrining fonik (Phoneme Segmentation Fluency, atau PSF), yang mengukur keterampilan pemenggalan kata dan manipulasi bunyi anak.
Phonological Awareness Literacy Screening (PALS)
PALS cukup populer sebagai metode penilaian fonik. Cakupannya luas, mengukur keterampilan fonik anak, kesadaran fonemik, dan pengenalan kata. Juga bisa menilai pemahaman prinsip alfabetik, sehingga cukup menyeluruh untuk mengukur kemampuan membaca.
Gray Oral Reading Test (GORT)
GORT adalah tolok ukur keterampilan membaca lain yang komprehensif. Mengukur kelancaran membaca lisan, pengenalan kata, pemahaman bacaan, serta keterampilan fonik.
Tes ini bisa diberikan ke anak kelas K-12, jadi sangat fleksibel. Ada komponen membaca sight word dan pemahaman bacaan. Daftar kata terdiri dari kata nyata dan kata rekaan, dan bacaan terdiri dari teks dengan berbagai tingkat kesulitan.
Tes dilakukan secara individual dan biasanya selesai dalam 30 menit.
Comprehensive Test of Phonological Processing (CTOPP)
CTOPP juga tes untuk K-12. Seperti GORT, ini mengukur berbagai kemampuan fonologis: kesadaran fonemik, manipulasi fonem, dan penggabungan fonem. Durasi sekitar 30 menit, dan hasilnya memberi guru gambaran menyeluruh atas kemampuan fonologis anak, sehingga bisa merencanakan intervensi.
Test of Phonological Awareness (TOPA)
TOPA sama komprehensifnya dengan CTOPP dan GORT, tapi menyediakan tes tambahan untuk kemampuan berima dan kesadaran suku kata. Namun, ini hanya untuk siswa kelas K-6, sehingga tidak selengkap beberapa metode lain.
Tes diberikan secara individual, tetapi lebih singkat dibanding kebanyakan tes lain. Biasanya hanya 15-20 menit saja.
Yang perlu diketahui tentang membantu anak tingkatkan keterampilan literasi
Penilaian hanyalah langkah awal. Untuk membantu siswa berkembang lebih cepat dan membangun keterampilan literasi, kita perlu mengatasi tiap masalah mereka dan membantu mereka meningkatkan kemampuan bahasa, serta selalu menyesuaikan pendekatan saat dibutuhkan. Untuk memulai, Anda dapat:
- Pastikan instruksi jelas: Saat mulai mengajar pembaca yang kesulitan dan disleksia, Anda perlu mengubah pendekatan. Langkah pertama adalah memberikan instruksi yang jelas dan eksplisit. Anak-anak dengan kesulitan membaca sudah cukup terbebani, jadi penting agar mereka tidak patah semangat sejak awal.
- Berikan banyak kesempatan latihan dan ciptakan suasana belajar yang kondusif: Pengulangan dan pengulasan adalah kunci kurikulum yang baik. Beri kesempatan siswa untuk latihan sendiri dan tenggelam dalam bacaan. Anda juga bisa memberi tugas kelompok dan mendorong kerja sama anak.
- Gunakan teknologi bantu: Kini teknologi berkembang pesat, jadi sangat disayangkan bila tidak dimanfaatkan di kelas. Dengan teknologi bantu, siswa bisa lebih mandiri dan berkembang sesuai kemampuan masing-masing.
- Dengan text-to-speech dan speech-to-text seperti Speechify, anak dapat menyelesaikan tugas tulisan dengan mendikte, bukan menulis langsung.
- Speechify sangat berguna karena dibuat khusus untuk pengguna disleksia, jadi punya semua alat yang diperlukan agar anak bisa berlatih mendengar, melafalkan, dan membedakan kata asli serta yang salah eja.
FAQ
Apakah skrining fonik itu efektif?
Ya. Skrining fonik secara luas diakui sebagai metode penilaian yang akurat, dan banyaknya pengguna pada metode populer menunjukkan keefektifan tes ini.
Screener fonik cepat termasuk jenis penilaian apa?
Screener fonik cepat pada dasarnya versi ringkas dari tes yang lebih komprehensif. Digunakan sesuai kebutuhan dan biasanya fokus pada satu aspek fonik.

