1. Beranda
  2. Disleksia
  3. Panduan Lengkap Tes Disleksia
Dipublikasikan pada Disleksia

Panduan Lengkap Tes Disleksia

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Sebagai gangguan belajar, disleksia terutama menghambat kemampuan seseorang membaca dan mengeja kata dengan benar serta lancar. Penderita disleksia mengalami kesulitan dengan literasi awal, kesadaran fonologis, kecepatan pemrosesan verbal, dan memori verbal. Orang dengan tingkat kecerdasan apa pun bisa kesulitan membaca dan menulis.

Artikel ini memberikan panduan seputar tes disleksia, mengapa itu penting, dan kapan saat yang tepat untuk menjalaninya.

Ciri-ciri disleksia

Secara sederhana, disleksia ditandai dengan kesulitan membaca berupa masalah pengenalan kata, mengeja, dan/atau kelancaran membaca.

Disleksia umumnya tampak lewat masalah-masalah berikut:

  • Kesulitan membaca (atau menyuarakan) kata baru dengan benar (dekode buruk);
  • Kurang lancar, misalnya saat membaca lisan terdengar lambat, ragu, atau tidak akurat (tingkat membaca buruk);
  • Tidak bisa mengeja bahkan kata umum atau sangat lambat belajar mengeja (pengejaan buruk);
  • Kesulitan dalam penamaan otomatis cepat (RAN)
  • Tantangan pada berbagai aspek kesadaran fonologis, seperti memecah bunyi (segmentasi fonem)

Walaupun seseorang fasih berbicara dan mendengar, pemahaman bacaan mereka bisa terganggu jika memiliki masalah membaca sedang hingga berat, seperti kesulitan dalam mendekode atau kemampuan membaca cepat yang terbatas.

Hal-hal berikut biasanya muncul dalam evaluasi psikologis sebagai penyebab utama tantangan disleksia:

  • Kesulitan mengenali dan memanipulasi fonem dan suku kata lisan (kesadaran fonologis)
  • Kurang menguasai dasar fonik, seperti pengenalan huruf dan mengingat nama huruf
  • Masalah memori fonologis atau memori kerja (mengingat/menggunakan informasi suara dan kata)
  • Kesulitan menamai benda, warna, angka, atau huruf dengan cepat

Disleksia sejak lama disebut sebagai "disabilitas tersembunyi." Berkat meningkatnya kesadaran, penderita kini dapat mengakses program pendidikan individual, panduan disleksia, pemantauan perkembangan, kursus khusus membaca, dan layanan lain.

Mengapa perlu tes disleksia?

Penyebab paling umum kesulitan membaca pada orang yang cerdas adalah disleksia; tes yang tepat sangat penting agar bisa mendapatkan program remedial, pendidikan khusus, IEP, dan dukungan belajar lainnya.

Tes disleksia sebaiknya dilakukan karena beberapa alasan berikut:

Diagnosis

Analisis menyeluruh membantu menemukan akar masalah. Dilihat apakah profil kekuatan dan kelemahan pelajar sesuai dengan diagnosis disleksia serta menyingkirkan penyebab lain kesulitan membaca.

Menyusun RTI/intervensi dini

Evaluasi yang baik menghasilkan program perbaikan belajar yang terarah.

Tingkat gangguan membaca siswa menjadi dasar penyusunan program pengajaran berbasis kebutuhan, bukan sekadar mengikuti jenjang kelas.

Dokumentasi

Evaluasi yang baik mencatat perkembangan hambatan belajar siswa dan keterampilan literasi mereka. Evaluasi ini juga dipakai sebagai dasar layanan pendidikan khusus.

Dokumentasi juga penting untuk menentukan kelayakan fasilitas pendidikan di SMA, kuliah, ujian masuk (ACT, SAT), atau dukungan di tempat kerja.

Anak kecil yang berisiko kesulitan membaca dapat dikenali sebelum muncul risiko masalah membaca permanen, sehingga bisa mencegah masalah harga diri.

Apa yang dinilai dalam tes disleksia?

Klinisi (screener) yang melakukan asesmen akan memakai pengetahuannya tentang disleksia untuk menilai dan menentukan apakah anak Anda mengalami disleksia.

Evaluator perlu menunjukkan adanya kelemahan dalam pemahaman fonologi lewat analisis masalah membaca. Semua data klinis harus disintesis sebelum diagnosis disleksia ditegakkan.

Evaluasi umum biasanya mencakup:

  • Riwayat detail perkembangan bahasa anak, kemampuan bahasa umum, dan kesulitan perhatian
  • Detail riwayat pendidikan anak
  • Evaluasi akurasi membaca kata (tes membaca kata nyata dan kata tak bermakna tanpa batas waktu)
  • Evaluasi kelancaran membaca lisan (pengukuran waktu membaca kata nyata, kata tak bermakna, dan bacaan teks)
  • Evaluasi proses fonologis (menggabungkan dan memisah kata menjadi bunyi dasarnya)
  • Evaluasi mengeja, kesulitan membaca, keterampilan bahasa, kemampuan huruf-bunyi, bahasa lisan, sight words, pengenalan kata, dsb.
  • Evaluasi matematika, termasuk soal cerita dan hitungan
  • Evaluasi kognitif umum, meliputi kemampuan verbal/nonverbal, pendengaran, kesadaran fonem, dsb.
  • Progres penamaan huruf, yaitu menilai pengetahuan huruf anak. Penamaan huruf menilai sejauh mana anak sudah menguasai keterampilan alfabet dasar yang berperan dalam belajar membaca. (alfabet digunakan untuk pelajar bahasa Inggris)

Selain keahlian klinisi, asesmen harus didasarkan pada riwayat anak dan keluarga, observasi, pemahaman bahasa tulis, pengetahuan tentang pengajaran membaca, dan hasil tes psikometri berbasis bukti.

Tes standar oleh layanan pendidikan khusus biasanya berlangsung dua hari, masing-masing 4–5 jam.

Kapan tes disleksia dilakukan?

Identifikasi dini disleksia sangat penting dan perlu dilakukan sebelum tantangan literasi berujung pada kegagalan membaca. Skrining universal di dua tahun pertama sekolah akan membantu mengenali anak berisiko disleksia dan memberikan intervensi dini.

Menurut riset, intervensi dini lebih efektif dan mengurangi dampaknya pada harga diri dan motivasi. Skrining dapat dilakukan sedini prasekolah, namun idealnya di tahun pertama sekolah, sekitar usia 5 tahun.

Siapa yang bisa mendiagnosis disleksia?

Tes disleksia harus dilakukan oleh screener berlisensi, seperti ahli patologi bahasa, psikolog sekolah psikolog, psikolog pendidikan berlisensi, spesialis diagnosis, ahli disabilitas belajar, atau guru disleksia bersertifikat.

Berapa biaya tes disleksia?

Tergantung jumlah sesi, biaya evaluasi dan diagnosis disleksia bisa berkisar $1.500–$5.000. Hibah dan bantuan pemerintah tersedia bagi yang menjalani tes di sekolah negeri.

Agar anak/siswa mendapat layanan pendidikan khusus, biasanya diperlukan laporan resmi.

Tes disleksia online

Tes online adalah salah satu cara skrining disleksia yang cukup akurat dan terjangkau. Pastikan hanya menggunakan server yang aman saat ujian online.

Tes skrining online yang bersifat pribadi ini bisa Anda gunakan untuk melihat peta kekuatan dan kelemahan belajar serta tingkat keparahan gejala.

Anda tidak perlu memberikan data identitas saat menyelesaikan tes ini; jawaban akan dijaga kerahasiaannya.

Sumber daya bermanfaat untuk disleksia

Tim Speechify memahami pentingnya sumber yang berkualitas untuk menangani gangguan belajar dan kesulitan memahami saat mendengarkan.

Kami berupaya membantu komunitas agar lebih siap melayani siswa yang memiliki masalah penglihatan, pendengaran, bicara, dan sebagainya. Kami melakukannya dengan menyediakan text-to-speech terbaik dan rekomendasi sumber lainnya.

Berikut beberapa sumber berbahasa Inggris yang mungkin bermanfaat untuk Anda:

Speechify

Dengan bantuan Speechify, Anda dapat mengikuti tes disleksia gratis  dan menghubungi ahli bersertifikat di wilayah Anda. Di tahap awal, Speechify tidak menanyakan "kenalan dulu." Anda langsung dihubungkan ke screener lokal untuk menjalani berbagai prosedur diagnosis.

Untuk pengalaman mendengarkan yang lebih menarik, Anda juga bisa mengubah buku cetak menjadi audiobook lewat Speechify.

International Dyslexia Association

Setiap tahun, ribuan orang mendapatkan publikasi, info, dan layanan referensi dari International Dyslexia Association (IDA). Ribuan peneliti, dokter, orang tua, guru, psikolog, dan penyandang disleksia hadir di konferensi tahunannya. Lihat info lain di dyslexia.org atau kunjungi IDA.

Menemukan dan mengklasifikasi gangguan belajar (misalnya ADHD, disleksia, disgrafia, dsb.) serta mengembangkan terapi yang efektif adalah proses panjang. Anda butuh pengetahuan sistem yang tepat untuk memberi anak intervensi dini. Namun setelah mendapat bantuan, disleksia bisa menjadi hal yang dapat dikendalikan anak Anda.

Nikmati suara AI tercanggih, file tanpa batas, dan dukungan 24/7

Coba gratis
tts banner for blog

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.