1. Beranda
  2. Buku
  3. Mengapa audiobook begitu mahal?
Dipublikasikan pada Buku

Mengapa audiobook begitu mahal?

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Mengapa audiobook begitu mahal?

Audible, Audiobooks.com, Scribd, Librivox, Overdrive, dan banyak distributor audiobook lain, termasuk Speechify, biasanya memasang harga yang sangat beragam. Beberapa platform jauh lebih mahal dari yang lain, dan hal ini jarang berkaitan dengan penawaran audiobook gratisnya.

Penggemar audiobook baru maupun pelanggan lama sering tidak paham kenapa harga audiobook bisa lebih mahal dari novel cetak. Ada juga yang heran kenapa audiobook mahal padahal biaya langganan relatif rendah.

Semua ini berawal dari satu masalah—banyak orang tidak menyadari besarnya biaya produksi per jam jadi untuk sebuah audiobook.

Apa yang membuat harga audiobook naik?

Ada beberapa hal penting yang perlu kamu tahu sebelum mengunduh atau streaming audiobook di iPhone atau Android. Memahami biayanya membantumu memilih layanan streaming atau penjual yang lebih pas. Biaya tersebut meliputi:

Biaya produksi

Membuat audiobook itu tidak mudah, meski hasil akhirnya berbentuk digital. Menghasilkan file digital berkualitas dengan narasi yang enak didengar butuh usaha dan biaya besar. Prosesnya mirip produksi acara radio, film, atau podcast premium, bukan sekadar seperti mencetak buku fisik untuk perpustakaan.

Produksi audiobook butuh studio layak, alat rekam, editing, software produksi, serta satu atau lebih pengisi suara, produser, insinyur audio, editor suara, penyunting, dan lain-lain. Biayanya bisa menelan ratusan dolar per jam rekaman, dan itu pun belum tentu hasil akhirnya langsung sempurna.

Contohnya, untuk audiobook 5 jam, kamu mungkin butuh setidaknya 15 jam di studio plus proses pasca produksi. Pakai suara selebriti malah lebih mahal karena tarif awal mereka tinggi. Tak hanya itu, semakin populer naratornya, biasanya mereka juga minta royalti.

Royalti

Royalti juga faktor penting dalam produksi dan penerbitan audiobook. Audiobook mahal karena penulis tidak selalu menerima semua keuntungan dari penjualan.

Seperti disinggung di atas, beberapa pengisi suara ingin dibayar sekali di awal dan juga mendapat royalti dari penjualan. Ini salah satu cara agar aktor Hollywood mau mengisi narasi audiobook di Audible.

Selain itu, perusahaan produksi dan layanan distribusi audiobook kadang juga ingin royalti tiap kali terjual. Ini tidak selalu memangkas biaya untuk penulis, baik biaya produksi, promosi, maupun distribusi.

Secara teori, penulis buku akan membagi hasil penjualan audiobook dengan berbagai layanan seperti Spotify, Amazon Audible, iTunes, dan pengisi suara. Jadi produksi audiobook jauh kurang menguntungkan bagi yang ingin melisensikan hak audiobook untuk buku best-seller.

Hukum Permintaan dan Penawaran

Meski industri audiobook berkembang, permintaan tetap lebih rendah dibanding e-book atau novel cetak. Biaya produksi tinggi dipadukan dengan permintaan rendah membuat harga seringkali jadi mahal.

Meski begitu, beberapa layanan yang memonopoli pasar turut bertanggung jawab atas mahalnya harga. Contohnya, Amazon sudah lama mendikte harga rata-rata audiobook.

Butuh kompetitor dan layanan serupa dalam jumlah banyak agar harga bisa turun drastis, seperti Netflix untuk streaming. Industri audiobook kini juga punya pesaing Amazon dan layanan langganan bulanan dengan harga terjangkau.

Dapatkan audiobook pertamamu hanya Rp15.000 di Speechify

Penasaran mau coba audiobook? Mulai saja dengan layanan terbaik. Speechify adalah layanan audiobook dengan salah satu harga terbaik di industri. Ada juga bonus audiobook hanya Rp15.000 saat kamu daftar.

Kamu bisa jelajahi koleksi Speechify untuk akses ke 60.000+ judul, dari domain publik sampai rilisan baru & best seller populer. Temukan koleksi besar produksi berkualitas, cerita seru & genre untuk semua selera.

Daftar dan unduh aplikasi Speechify di HP atau komputer favoritmu untuk mulai pengalaman audiobook-mu.

FAQ

Berapa harga rata-rata audiobook?

Tergantung durasinya, audiobook bisa semurah Rp300.000. Ada yang lebih murah atau lebih mahal. Biasanya, harganya di atas buku cetak karena produksi lebih rumit, skema royalti berbeda, hak eksklusif distributor, dan faktor lain. Judul populer cenderung lebih mahal karena permintaan tinggi.

Apakah Audible lebih murah dari layanan audiobook lain?

Audible populer karena koleksi luas & produksi berkualitas, tapi bukan yang termurah. Misalnya, Speechify punya harga langganan & harga judul populer yang lebih ramah di kantong. Selain itu, karena model bisnis langganan Amazon Audible, harga audiobook cenderung lebih mahal bagi anggota maupun non-anggota.

Kenapa audiobook lebih mahal dari e-book?

E-book berbasis buku cetak jadi jauh lebih murah dibuat daripada audiobook dari sumber sama. Proses rekaman yang panjang dan rumit membuat audiobook lebih mahal saat dibeli, walau belum tentu mahal jika pakai skema langganan bulanan.

Apakah kualitas audiobook lebih baik dari e-book?

Tergantung selera. Ada yang suka membaca atau membalik halaman buku secara langsung. Namun, audiobook juga bisa membawa cerita ke level berbeda lewat efek suara & pengisi suara yang membangun emosi.

Berapa lama rata-rata audiobook?

Rata-rata audiobook berdurasi sekitar 10 jam, terutama untuk best seller dan novel, namun banyak juga cerita pendek yang hanya butuh sekitar 3 jam. Genre dan gaya menulis juga memengaruhi durasi audiobook.

Apakah audiobook sepadan harganya?

Audiobook menawarkan pengalaman mendengarkan yang imersif seperti menonton film. Kombinasi pengisi suara, efek suara, editing, dan sentuhan pasca produksi membuat setiap audiobook fiksi maupun non-fiksi jadi lebih menarik & mudah diikuti.

Apakah audiobook punya konten lebih banyak dari e-book?

Biasanya, audiobook tidak punya lebih banyak konten teks daripada e-book. Namun, rilisan baru bisa punya efek suara, narator ganda & elemen lain yang membuatnya terasa lebih kaya. Audiobook juga bisa berisi lebih sedikit konten jika bukan versi unabridged.

Nikmati suara AI tercanggih, file tanpa batas, dan dukungan 24/7

Coba gratis
tts banner for blog

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.