Buku Audio di Bawah 4 Jam
Meskipun buku yang panjang bisa membawa Anda ke dunia baru selama beberapa minggu, ada kepuasan tersendiri saat menamatkan satu buku hanya dalam beberapa jam. Buku audio singkat buku audio adalah teman pas untuk penerbangan, perjalanan darat, atau bersantai di pantai. Selain itu, buku audio membantu Anda multitasking, sehingga Anda bisa mendengar cerita sambil beres-beres rumah atau menyiapkan makanan.
Anak-anak juga bisa mendapat banyak manfaat dari mendengarkan buku audio singkat. Buku yang bagus membantu mengembangkan imajinasi anak dengan berbagai cara. Selain itu, buku audio mendorong pemahaman kata yang lebih baik, memperkaya kosakata, dan menumbuhkan kecintaan pada membaca.
Supaya Anda makin mudah memilih, kami kumpulkan rekomendasi buku audio yang bisa ditamatkan dalam waktu kurang dari 4 jam.
Buku Audio Singkat Terbaik di Bawah 4 Jam
Berkat layanan Audible dari Amazon, buku audio singkat dari berbagai genre bisa dengan mudah Anda temukan. Mulai dari cerita fiksi ilmiah seru, dongeng ajaib, hingga kumpulan esai feminis, semuanya tersedia.
Berikut ini buku-buku terbaik dengan durasi di bawah 4 jam.
Red at the Bone oleh Jacqueline Woodson
“Red at the Bone” dimulai di pesta perayaan kedewasaan di Brooklyn untuk Melody yang berusia 16 tahun. Ia mengenakan gaun indah yang awalnya dibuat khusus untuk ibunya. Namun sang ibu tak pernah sempat memakai gaun itu karena hamil Melody. Buku singkat ini memberi sudut pandang tentang apa yang terjadi di keluarga Melody sebelum pestanya.
Kisah puitis ini mengajak Anda menelusuri tema kelas sosial, pendidikan, identitas, hasrat, dan konsekuensi besar dari menjadi orang tua. “Red at the Bone” dibawakan oleh tim pengisi suara yang benar-benar menghidupkan para karakternya.
Convenience Store Woman oleh Sayaka Murata
“Convenience Store Woman” bercerita tentang Keiko Furukara, perempuan yang merasa berbeda selama 18 tahun pertama hidupnya. Setelah bekerja di Smile Mart, ia akhirnya merasa menemukan tempatnya. Tapi, teman dan keluarganya mulai menuntut ia untuk menikah dan mencari pekerjaan yang dianggap lebih 'layak'.
Keiko tidak tinggal diam dan menyusun rencana untuk membungkam mereka semua. Intinya, ini adalah kisah seorang perempuan yang ingin hidup dengan caranya sendiri.
The Poet X oleh Elizabeth Acevedo
“The Poet X” adalah novel remaja pemenang penghargaan yang ditulis dalam bentuk puisi. Karya ini mengisahkan perjalanan Xiomara Batista dalam menemukan suaranya sendiri. Awalnya Xiomara adalah gadis pemalu yang merasa tak terlihat. Ia menumpahkan perasaan lewat puisi dan bergabung dengan klub puisi di sekolah.
Kalau Anda bukan penggemar puisi sekali pun, jangan lewatkan buku ini. Pecinta buku yang menemukan jati diri lewat karya fiksi bakal suka buku audio ini.
Look Both Ways oleh Jason Reynolds
“Look Both Ways” wajib didengarkan bagi Anda yang suka narasi dengan banyak pengisi suara. Buku ini menampilkan 10 narator yang membawakan 10 cerita saling terhubung, semuanya terjadi saat anak-anak pulang sekolah. Buku finalis penghargaan National Book Award ini lucu sekaligus menyentuh, pas untuk remaja dan anak muda.
Binti oleh Nnedi Okorafor
“Binti” mengikuti perjalanan tokoh utama yang diterima di Oomza University, sekolah paling bergengsi di galaksi. Ia adalah yang pertama dari kaumnya yang mendapat kesempatan luar biasa ini. Namun, berangkat ke sekolah itu ada harga yang harus dibayar. Selain meninggalkan keluarganya, Binti juga harus berkorban untuk menyelamatkan galaksi saat makhluk asing menyerang.
Berkat alur yang dinamis dan narasi memukau dari Robin Miles, dua jam tiga puluh menit pun terasa melesat begitu saja.
Coraline oleh Neil Gaiman
Berkat film animasinya yang populer, Anda mungkin sudah familier dengan kisah Coraline. Buku audio ini mengajak Anda menikmati cerita menyeramkan tersebut seperti saat pertama kali ditulis.
Anda akan mengikuti Coraline menemukan dunia baru di balik pintu kayu di rumahnya. Dunia itu terasa familier tapi jauh lebih menakutkan. Dunia alternatif ini punya semua yang ada di dunia aslinya, termasuk orangtuanya. Namun, 'orang tua lain' itu ternyata posesif dan tidak ingin membiarkan Coraline kembali pulang.
The Alchemist oleh Paulo Coelho
“The Alchemist” pantas disebut klasik modern. Buku ini menceritakan penggembala muda asal Andalusia yang berpetualang ke Mesir mencari harta karun. Di sana, ia bertemu Alchemist yang membuatnya sadar bahwa harta sejati sudah ada dalam dirinya sendiri.
Buku audio inspiratif ini dinarasikan oleh selebritis – Jeremy Irons yang legendaris.
All Systems Red: The Murderbot Diaries oleh Martha Wells
“All Systems Red” adalah bagian pertama dari seri fiksi ilmiah “The Murderbot Diaries.” Novela ini memperkenalkan droid keamanan pemarah yang membajak programnya sendiri dan memperoleh kendali diri. Menariknya, insting pertama droid ini bukan menaklukkan planet, tapi menonton TV dan ingin dibiarkan sendirian. Relatable banget, kan?
Speechify
Setelah merasakan serunya buku audio singkat, Anda pasti ingin terus mendengarkan. Dengan Speechify, Anda bisa mengubah materi belajar atau artikel berita terbaru jadi pengalaman audio.
Program teks ke suara yang andal ini memungkinkan Anda mengubah hampir semua teks menjadi audio dan mengekspornya. Dengan teknologi ini, Speechify bisa mengubah teks digital atau fisik jadi file audio, pas didengarkan saat bekerja, berkendara, belajar, memasak, atau sekadar santai.
Anda juga dapat mengubah suara narator dan kecepatannya agar pas dengan teks dan preferensi Anda.
Bikin aktivitas multitasking Anda makin seru hari ini, lalu coba Speechify gratis.
FAQ
Siapa penulis “The Girl Who Drank the Moon”?
Kelly Barnhill adalah penulis “The Girl Who Drank the Moon.”
Siapa penulis “A Brief History of Seven Killings”?
Marlon James adalah penulis “A Brief History of Seven Killings.”
Apa manfaat buku audio?
Buku audio membantu Anda menyerap informasi lebih baik, meningkatkan fokus, membangun keterampilan mendengarkan, dan mengelola waktu dengan lebih efektif.
Apakah buku audio membantu belajar membaca?
Buku audio sangat membantu dalam membangun keterampilan literasi yang penting.

