1. Beranda
  2. Bibliofil
  3. Buku Terbaik tentang Pendakian Gunung Everest
Dipublikasikan pada Bibliofil

Buku Terbaik tentang Pendakian Gunung Everest

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Buku Terbaik tentang Pendakian Gunung Everest

Dengan ketinggian 8.848 meter dan terletak di antara Nepal dan Tibet, Gunung Everest adalah gunung paling terkenal di Pegunungan Himalaya. Nama Everest diambil dari George Everest, seorang Kepala Surveyor India. Namun, orang pertama yang tercatat mencapai puncak Everest adalah Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay pada tahun 1953.

Sejak itu, banyak petualang seperti Andrew Irvine dan David Sharp mencoba mendaki Everest. Ada yang selamat dan pulang membawa kisah, tapi banyak juga yang tewas dan jasadnya tertinggal di gunung. Misalnya, nasib pendaki Inggris George Mallory baru terungkap setelah jasadnya ditemukan di Everest pada 1999.

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang para petualang tangguh dan gunung tertinggi di Himalaya ini, berikut daftar buku dengan kisah seru seputar Everest.

Buku-buku Hebat tentang Pendakian Gunung Everest

Everest—Mountain without Mercy

Di buku ini, Broughton Coburn memberi penghormatan kepada David Breashears. Ia adalah orang Amerika pertama yang mencapai puncak Everest, bukan hanya sekali melainkan dua kali. Perjalanan ke atap dunia ini jadi legendaris karena menjadi bagian dari proyek pembuatan film.

Coburn mengikuti perjalanan tim pembuat film dari base camp hingga puncak. Versi audiobook memberi kamu cara yang lebih imersif untuk menikmati salah satu buku pendakian paling terkenal ini.

Lessons From Everest

Ditulis oleh Dr. Tim Warren dan tersedia dalam format audiobook, Lessons from Everest mengisahkan kegagalan penulis menaklukkan Everest pada 2007. Dr. Warren menjelaskan pelajaran yang ia dapat saat mendaki dengan paru-paru yang sudah rusak di Lembah Khumbu dan alasan ia ingin kembali mencoba menaklukkan Everest setelah kegagalan pahit tersebut.

Pada akhirnya, buku ini memberikan wawasan universal tentang beratnya menghadapi berbagai tantangan hidup.

Above the Clouds

Dua kali dinobatkan sebagai National Geographic Adventurer of the Year, Killian Jornet adalah legenda pendakian gunung. Buku ini adalah kisah nyata tentang kehidupan penulis yang berfokus pada belajar dan menaklukkan gunung-gunung tertinggi serta paling menantang di dunia.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari sosok yang menaklukkan Everest tanpa tali dan tanpa oksigen ini.

Summit

Summit adalah salah satu audiobook terpanjang tentang penaklukan Everest. Novel ini menceritakan dua pendaki dari benua berbeda dan bagaimana kisah mereka saling terkait sepanjang sejarah. Salah satunya pendaki Nazi bernama Josef Becker, satunya lagi Neil Quinn yang sudah delapan kali sukses mencapai puncak.

Penulis menghabiskan banyak waktu meneliti sejarah Everest agar pembaca bisa ikut merasakan serunya pendakian dari masa ke masa dengan fakta yang akurat.

Into Thin Air

Banyak orang kehilangan nyawa saat mencoba menapaki puncak tertinggi dunia, dan kisah bencana dari para penyintas pun tak kalah banyak. Into Thin Air adalah kisah nyata dari Jon Krakauer, jurnalis Outside Magazine, tentang salah satu badai paling mematikan dalam sejarah ekspedisi ke Everest.

Krakauer dengan apik mengisahkan keputusan-keputusan keliru, kerasnya pendakian di dataran tinggi, dan momen kepahlawanan lewat cerita nyata yang memukau.

The Climb: Tragic Ambitions on Everest

Tahun 1996 terjadi salah satu tragedi terbesar di Everest. The Climb karya Anatoli Boukreev dan G. Weston Dewalt adalah catatan langsung dari peristiwa itu.

Kondisi pendakian yang sesak di Southeast Ridge menyulitkan para pendaki. Salah satu kelompok bahkan dihantam badai salju mematikan dan kehilangan suplai oksigen. Menariknya, buku ini adalah tanggapan DeWalt terhadap buku Jon Krakauer Into Thin Air. Pecinta pendakian gunung sebaiknya membaca atau mendengarkan keduanya agar lebih paham bahaya di puncak Everest.

Yang membuat musim pendakian 1996 begitu terkenal adalah dua pemimpin ekspedisi, Rob Hall dan Scott Fischer, tewas di Everest. Ini membuktikan bahwa nasib buruk bisa menimpa siapa saja, bahkan yang paling berpengalaman sekalipun.

Touching My Father’s Soul

Kalau kamu sudah akrab dengan trekking, pendakian gunung, dan Everest, kamu pasti tahu hanya sedikit yang bisa menaklukkan puncaknya tanpa bantuan Sherpa. Jamling Tenzing Norgay menulis Touching My Father’s Soul yang memberi sudut pandang unik tentang kehidupan para pendaki legendaris ini.

Ayah sang penulis adalah salah satu orang pertama yang menaklukkan Everest bersama Sir Edmund Hillary. Norgay juga membagikan pengalamannya sendiri saat tragedi Everest 1996.

The Conquest of Everest

The Conquest of Everest adalah buku favorit banyak orang tentang pendakian gunung paling mematikan di Nepal. Kisah Sir John Hunt menjadi bacaan wajib pendaki, diterbitkan hanya setahun setelah keberhasilannya.

Pecinta buku Everest versi cetak juga bisa menikmati foto-foto berwarna dan hitam-putih dari ekspedisi. Perjalanan brigadir ini sangat bersejarah karena ia memimpin ekspedisi Inggris pertama yang sukses mencapai puncak Everest.

Rekomendasi Lain

  • The Third Pole oleh Mark Synnott
  • The Wildest Dream oleh Conrad Anker
  • White Limbo oleh Lincoln Hall
  • Into the Silence: The Great War, Mallory, and the Conquest of Everest oleh Wade Davis
  • Everest: Expedition to the Ultimate oleh Reinhold Messner
  • Dark Summit oleh Nick Heil
  • Left for Dead: My Journey Home from Everest oleh Beck Weathers (diangkat menjadi film Everest IMAX)

Dengarkan Buku tentang Everest di Speechify Audiobooks

Buku tentang Everest selalu cocok buat kamu yang suka kisah petualangan nyata. Selain itu, audiobook yang dinarasikan oleh penulisnya sendiri seolah membawamu ke puncak dunia.

Layanan audiobook Speechify punya koleksi besar buku petualangan dan nonfiksi dengan kualitas audio jernih. Ada juga tiga judul terpopuler soal pendakian pertama, ekspedisi tragis, serta petualangan Everest lainnya.

Coba platformnya dan dapatkan audiobook pertama kamu gratis di Speechify.

FAQ

Apakah pemula bisa mendaki Everest?

Secara teori, siapa pun bisa mendaki Everest saat musim pendakian. Tapi fisik prima, kewaspadaan, dan kemampuan mengikuti arahan mutlak supaya selamat. Disarankan lewat jalur selatan dan menghindari sisi utara.

Berapa biaya pendakian Gunung Everest?

Pendaki berpengalaman bisa menaklukkan Everest dengan biaya di bawah $20.000. Namun, total biaya bisa mencapai $80.000 atau $100.000 tergantung seberapa banyak bantuan yang dibutuhkan.

Apakah mendaki Everest lebih susah dari K2?

Banyak yang menyebut K2 gunung tersulit untuk didaki, walau tak setinggi Everest. Jalurnya sangat curam dan berbahaya, dengan banyak zona maut bagi pendaki yang belum berpengalaman.

Apa saja bahaya saat mendaki Everest?

Banyak bahaya mengintai pendaki Everest. Mabuk ketinggian, cuaca buruk, suhu ekstrem, demam puncak, longsoran salju, celah es, dan tantangan lain membuat Everest sangat sulit ditaklukkan.

Berapa banyak orang berhasil mendaki Everest?

Setidaknya 6.000 orang sudah mendaki Everest dan kembali ke base camp. Ini angka luar biasa dibandingkan hanya 370–400 pendaki yang naik K2.

Apa nama lain Gunung Everest?

Sebelum diberi nama George Everest, penduduk lokal menyebut gunung ini Chomolungma. Dalam bahasa Tibet artinya Dewi Ibu Dunia. Di Nepal, Everest disebut Sagarmatha. Namun sekarang, banyak yang menyebutnya dengan nama Inggris atau Big E.

Nikmati suara AI tercanggih, file tanpa batas, dan dukungan 24/7

Coba gratis
tts banner for blog

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.