SMA bisa jadi masa yang sulit bagi banyak siswa, apalagi yang disleksia. Kurikulum yang menuntut partisipasi aktif sering terasa berat bagi siswa disleksia yang kesulitan membaca, menulis, atau berbicara.
Untungnya, pelajar disleksia bisa mengandalkan teknologi bantu untuk meningkatkan prestasi akademik dan berkembang di kelas modern. Cari tahu lebih lanjut bagaimana alat bantu seperti buku audio dan aplikasi TTS membantu siswa disleksia tetap bisa mengikuti teman-teman SMA mereka.
Apa itu disleksia?
Disleksia adalah gangguan yang memengaruhi keterampilan menulis dan membaca seseorang. Tapi juga berdampak besar pada kemampuan literasi, sehingga disleksia sering diklasifikasikan sebagai disabilitas belajar.
Ciri paling umum meliputi kesadaran fonologis rendah, memori verbal lemah, dan pemrosesan verbal lambat. Akibatnya, anak dan orang dewasa dengan disleksia sering kesulitan membaca.
Anak-anak bisa menunjukkan tanda-tanda disleksia dan gangguan belajar lain sejak SMP. Mereka umumnya kesulitan:
- Menyelesaikan tugas fonik
- Menyanyikan/menyebut abjad
- Perkembangan bicara
Diagnosis dini bisa mencegah masalah literasi di masa depan. Orang tua dan guru yang melihat perbedaan cara belajar anak perlu mempertimbangkan asesmen profesional. Asesmen diagnostik menentukan apakah anak disleksia atau tidak. Biasanya hanya anak di atas tujuh tahun yang bisa dievaluasi.
Bagaimana disleksia memengaruhi siswa SMA?
Tugas SMA lebih rumit daripada sekadar mendekode kata, tugas fonik, dan dikte. Karena itu, pelajar disleksia sering kewalahan dan tertinggal dalam pelajaran.
Begini dampak disleksia pada siswa SMA:
- Sulit mengatur & menyampaikan ide
- Sulit belajar bahasa asing
- Sulit memahami makna tersirat dalam lelucon
Selain itu, disabilitas ini bisa sangat menurunkan rasa percaya diri. Meski sudah didiagnosis, mereka bisa merasa kemampuannya di bawah teman-teman lain.
Saat melihat teman membaca cepat, mereka bisa malu karena harus membaca keras. Namun dengan teknologi bantu, pemahaman bacaan, ejaan, dan menulis jadi lebih mudah bagi siswa disleksia.
Alat untuk pelajar disleksia
Cara belajar lama seperti mencatat, kartu fonetik, dan panduan belajar belum tentu efektif untuk siswa disleksia. Kini, banyak perusahaan mengembangkan alat bantu agar siswa berkebutuhan khusus bisa mencapai target belajar.
Aplikasi text to speech
Text to speech (TTS) punya fitur canggih untuk memproses teks digital & membacakannya.
Meski banyak pilihan, Speechify jadi solusi terbaik untuk pelajar disleksia. Bisa digunakan di berbagai perangkat, dari MacBooks Apple dan iPhone hingga tablet Android. Siswa bisa mendengarkan dokumen Word, PDF, hingga web dan memilih suara alami serta kecepatan baca yang mereka suka.
Teknologi ini sangat berguna untuk siswa dengan rencana 504 atau Program Pendidikan Individual (IEP). Dengan perpaduan audio & visual, konsentrasi dan pemahaman membaca pun meningkat.
Buku audio
Buku audio juga sangat membantu siswa dengan disleksia atau disgrafia. Mendengarkan buku audio meningkatkan pengenalan kata, kosakata, kefasihan, & pemahaman.
Buku audio juga membuka wawasan siswa SMA lewat banyak topik menarik. Cukup dengan beberapa klik di iPad, mereka bisa menikmati buku audio favorit. Guru pendidikan khusus kini juga banyak memberikan buku audio untuk tugas baca siswa.
Perangkat cek ejaan
Siswa yang lemah dalam ejaan kerap mengeluh pengecek ejaan biasa kurang cocok untuk disleksia. Fitur prediksi katanya tak selalu membantu memilih jawaban yang tepat.
Namun teknologi bantu baru kini lebih pintar. Pengecek ejaan modern menganalisis konteks dan memberikan saran perbaikan paling tepat. Sebagian bahkan bisa membacakan hasilnya untuk verifikasi.
Smartpen
Smartpen adalah produk inovatif yang memudahkan proses mencatat. Dengan kertas khusus, siswa bisa merekam catatan & audio kelas. Siswa disleksia bisa mengunggah catatan ke komputer, memilih kata tertentu, dan memutar rekaman kelas dari bagian itu. Smartpen menggunakan tinta warna lain saat Anda menambah catatan baru.
Selain membantu siswa disleksia, smartpen juga alat andalan untuk siswa disgrafia. Kondisi ini menyulitkan tulisan tangan, jadi memakai smartpen membuat kegiatan mencatat jauh lebih mudah.
Perangkat pengenal suara
Perangkat pengenal suara bisa menjadi alat bantu pendidikan khusus yang ampuh. Siswa disleksia bisa memakainya untuk mendikte. Tak perlu repot menulis esai panjang, cukup narasikan ke komputer atau smartphone.
Cocok juga untuk siswa dengan disgrafia yang kesulitan dengan tugas tulis-menulis.
Mind mapping
Para ahli menyarankan semua siswa memakai mind map untuk memecah topik rumit & merancang ide. Untuk anak disleksia, manfaatnya bahkan lebih besar.
Banyak pelajar disleksia suka aktivitas kreatif, sehingga mereka bisa menggunakan gambar sederhana dan simbol warna-warni dalam catatan dan panduan belajar.
Mind map adalah alat efektif untuk mengulang pelajaran, sebab siswa mengingat info lewat gambar sederhana. Saat mereka melihat peta kecil di flashcard, mereka bisa mengingat konsep dengan detail.
Beberapa siswa lebih suka aplikasi mind mapping berbasis web agar bisa belajar tanpa kertas.
Speechify – Pembaca TTS untuk pelajar disleksia
Banyak jenis teknologi bantu kini mengubah kelas pendidikan khusus, dan aplikasi text to speech seperti Speechify sangat bermanfaat bagi penyandang disleksia. Software Speechify mudah dipakai & sangat fleksibel.
Siswa bisa mengubah teks digital jadi buku audio & memilih berbagai suara alami untuk narasi. Mereka juga bisa mempercepat suara untuk meningkatkan produktivitas.
Speechify juga pas untuk belajar di mana saja, karena tersedia di iOS atau Android. Coba sekarang dan rasakan sendiri bagaimana fitur-fiturnya bisa sangat membantu pelajar berkebutuhan khusus.
FAQ
Bagaimana cara membantu remaja disleksia?
Jika anak Anda punya IEP atau rencana 504, konsultasikan dengan guru pendidikan khusus tentang cara terbaik mendukung belajarnya. Bisa jadi direkomendasikan aktivitas di rumah untuk mengatasi tantangan belajar.
Bagaimana membantu remaja disleksia mengerjakan PR?
PR SMA umumnya banyak membaca, ini bisa memberatkan pelajar disleksia. Agar lebih ringan, gunakan aplikasi text to speech seperti Speechify.
Disleksia masuk kategori disabilitas apa?
Disabilities Education Act (IDEA) mengklasifikasi disleksia sebagai disabilitas belajar khusus (SLD).
Apa yang bisa dilakukan guru untuk membantu siswa disleksia?
Guru harus menciptakan suasana kelas yang suportif & merancang aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan siswa disleksia.

