Cara merancang program membaca untuk disleksia
Meraih prestasi akademik tinggi sebagai penyandang disleksia bisa sangat menantang. Kabar baiknya, ada program khusus yang membantu anak disleksia menguasai decoding, fonik, dan unsur penting bahasa lain. Program ini membantu mereka meningkatkan keterampilan pemahaman membaca.
Namun, merancang program membaca di sekolah atau di rumah untuk penyandang disleksia juga bukan hal mudah. Artikel ini memberikan beberapa tips untuk memulainya.
Contoh program membaca untuk disleksia
Ada banyak program untuk membantu anak mengatasi tantangan gangguan belajar. Untuk disleksia, program ini fokus pada kelancaran membaca dan keterampilan penting lainnya.
Rencana yang baik juga membangun kepercayaan diri anak lewat latihan terarah. Bentuknya pun beragam.
Contohnya, Anda bisa menggunakan program komputer atau aplikasi di iOS atau Android . Program khusus disleksia dapat berisi pelajaran dengan metode tertentu. Ada juga program yang dipandu guru untuk membantu siswa mencapai berbagai tingkat kemampuan membaca.
Berikut tiga program disleksia yang paling dikenal:
- Program Barton – Tujuan program ini membantu anak disleksia belajar membaca dengan pendekatan berbeda. Fokus pada kesadaran fonemik dan hubungan fonem-huruf. Cocok untuk homeschooling, juga bermanfaat untuk dewasa.
- Wilson Reading System – Sistem ini ditujukan untuk remaja dan dewasa. Menggunakan pendekatan multisensori: kinestetik, visual, dan auditif untuk meningkatkan ejaan dan membaca. Tutor privat sering memilih metode ini untuk membantu pembelajar yang kesulitan dengan sesi belajar personal.
- Program Davis – Asosiasi Disleksia Internasional merekomendasikan berbagai metode, termasuk yang satu ini. Program ini membantu anak menemukan keunggulannya dan meningkatkan motivasi belajar sehingga lebih mandiri.
Tips membuat program membaca untuk disleksia
Mengajarkan membaca pada anak disleksia memang menantang, tetapi ada cara untuk mempermudahnya.
Buat area belajar tenang
Pembelajar disleksia membutuhkan lingkungan belajar yang tenang agar bisa fokus. Ada banyak cara, misalnya menambah karpet untuk meredam suara. Bagi guru pendidikan khusus, pindahkan mereka dari teman yang berisik agar tidak mudah terdistraksi.
Gunakan alat bantu visual
Penggunaan alat bantu visual dapat meningkatkan daya ingat dan keterlibatan. Gabungkan visual, instruksi tertulis, dan audio untuk membantu pemahaman mereka.
Beri pilihan saat mengerjakan tugas
Jangan paksa anak mengerjakan tugas yang tidak disukai, khususnya membaca lantang yang bisa membuat mereka cemas dan frustrasi.
Biarkan mereka membaca lantang hanya jika mereka mau. Jangan beri instruksi terlalu panjang, cukup beberapa paragraf saja.
Buat stasiun ejaan
Anak disleksia sering kesulitan mengeja. Kurangi hambatan ini dengan membuat "stasiun ejaan" yang menggunakan latihan verbal, audio, visual, dan tulisan berulang.
Anda bisa membuat beberapa stasiun di rumah atau sekolah, tergantung fasilitas yang ada. Berikut contohnya:
- Puzzle – Teka-teki kata dan teka silang di lembar ejaan dapat melatih pengenalan kata.
- Magnet huruf – Anak diminta mengeja dengan magnet huruf di permukaan logam.
- Word art – Anak mengeja lalu menghias kata memakai spidol, glitter, atau krayon sesuai ekspresi seni mereka.
Adakan hari Scrabble
Pelajaran biasa penuh dengan aturan sintaksis, prefiks, sufiks, tipe suku kata, fonik, dan tata bahasa. Anak disleksia perlu mengulang konsep lewat permainan.
Misalnya, buat turnamen Scrabble bersama teman-teman anak. Permainan ini melatih kemampuan mengeja kata sulit secara kompetitif dan mendorong latihan membaca dan ejaan.
Yang terpenting, anak akan lebih mudah mengingat instruksi melalui pembelajaran sosial dan interaktif.
Gunakan kalimat sederhana
Memproses informasi dan mendengarkan instruksi bisa sangat sulit bagi anak disleksia, apalagi jika mereka harus menghafal arahan yang rumit. Gunakan struktur kalimat sederhana dan bicaralah lebih lambat.
Selain kalimat yang jelas, gunakan font San Serif, Arial, atau font ramah disleksia untuk mencegah huruf tertukar atau tampak terbalik, sehingga anak lebih mudah mengikuti pelajaran.
Pastikan ada jarak yang cukup antarhuruf pada materi agar karakter tidak menyatu dan tetap mudah dibaca. Hindari garis bawah atau huruf miring karena bisa membingungkan.
Coba pendekatan Orton-Gillingham
Pendekatan Orton-Gillingham sangat cocok untuk pembaca dengan disleksia. Metode ini mengajarkan hubungan antara bunyi dan huruf sekaligus meningkatkan pemahaman. Namun tujuan utamanya bukan hanya itu.
Tujuan utama ialah mengajari penyandang disleksia memakai banyak indra saat belajar. Contohnya, mereka belajar huruf dengan melihat bentuknya, menyebutkan namanya, lalu menuliskannya di buku.
Program membaca ini sangat bermanfaat karena anak dapat memahami pola dan aturan membaca.
Speechify – Alat text to speech untuk disleksia
Anak disleksia perlu banyak latihan membaca. Untungnya, Anda bisa memaksimalkan intervensi membaca dengan Speechify, platform text to speech (TTS) yang praktis.
Speechify cocok untuk latihan membaca. Konten dibacakan dengan suara imersif dan frasa penting disorot, membantu anak fokus. Aplikasi TTS ini juga membantu pengenalan kata, ejaan, membaca, dan kosa kata. Anda bisa menggunakan aplikasi untuk membacakan instruksi langkah demi langkah agar mudah dipahami.
Coba Speechify sekarang dan rasakan sendiri desain yang ramah disleksia.
FAQ
Program membaca apa yang terbaik untuk disleksia?
Banyak yang menganggap pendekatan Orton-Gillingham sebagai salah satu program membaca terbaik untuk disleksia.
Program instruksional apa yang dirancang untuk mendukung disleksia?
Ada banyak program instruksional berbasis bukti yang mendukung disleksia, misalnya All About Reading, Logic of English, Reading Horizons, dan Orton-Gillingham.
Bagaimana cara mengubah rencana pelajaran untuk disleksia?
Anda bisa mengubah rencana pelajaran untuk disleksia dengan membuat suasana kelas lebih tenang dan menambahkan pendekatan multisensori.
Apa manfaat program membaca untuk disleksia?
Program membaca untuk disleksia meningkatkan kesadaran fonologis serta kemampuan membaca, mengeja, dan menulis para penyandangnya.
Bagaimana cara terbaik mengajarkan membaca dan menulis pada siswa disleksia?
Ada banyak cara mengajarkan membaca dan menulis pada siswa SMA dengan disleksia, misalnya memanfaatkan teknologi dan memberi keleluasaan memilih cara belajar.

