1. Beranda
  2. Buku
  3. Membaca vs Buku Audio: Mana Lebih Baik untuk Mengingat Buku?
Dipublikasikan pada Buku

Membaca vs Buku Audio: Mana Lebih Baik untuk Mengingat Buku?

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Membaca vs Buku Audio: Mana Lebih Baik untuk Mengingat Buku?

Banyak aktivitas membutuhkan kemampuan menghafal buku. Misalnya, saat mengerjakan proyek buku, Anda harus sangat memahami isinya. Atau, Anda sekadar ingin mengingat alur cerita menarik untuk dibagikan ke teman-teman.

Anda punya dua opsi: buku audio dan buku fisik. Mari kita bandingkan untuk melihat mana yang lebih baik untuk daya ingat.  

Audiobook vs. Membaca untuk Memori

Banyak ahli saraf menemukan bahwa mendengarkan podcast atau audiobook dan membaca mengaktifkan bagian otak yang berbeda.

Mendengarkan audiobook melibatkan bagian otak untuk pemrosesan bahasa, sedangkan membaca buku fisik mengaktifkan bagian otak untuk pemrosesan visual.

Kedua metode bisa meningkatkan daya ingat, tapi masing-masing punya manfaat otak yang berbeda.

Manfaat Audiobook untuk Mengingat

Banyak orang memilih audiobook untuk membantu menghafal. Berikut alasannya:

Anda Merasa Tenggelam di Dunia Buku

Manfaat utama audiobook adalah membuat Anda benar-benar tenggelam dalam isi cerita. Anda bisa berimajinasi dan memvisualisasikannya, sehingga daya ingat meningkat.

Beberapa studi terbaru menunjukkan bahwa membayangkan isi bacaan dapat meningkatkan daya ingat dengan mengaktifkan bagian depan otak, area utama untuk proses belajar dan membentuk memori.

Karena itu, audiobook umumnya lebih baik daripada buku cetak dalam hal imersi.

Audiobook Lebih Praktis

Alasan lain audiobook populer untuk mengingat adalah karena lebih praktis. Buku fisik butuh fokus penuh dan suasana tenang. Berbeda dengan audiobook, Anda bisa mendengarkan di mana pun, cocok untuk multitasking.

Misalnya, Anda tetap bisa mendengarkan audiobook di sela jadwal padat, seperti saat beres-beres, memasak, mengemudi, atau berolahraga. Cukup pakai earphone, tekan “Play”, dan nikmati cerita sambil tetap produktif.

Jadi, Anda tidak perlu terlalu khawatir soal kondisi sekitar, berbeda dengan saat membaca.

Audiobook Lebih Membantu untuk Masalah Membaca

Pemrosesan bahasa tidak mudah bagi semua orang. Jika Anda punya kesulitan membaca seperti disleksia, membaca buku fisik sering jadi tantangan. Anda sulit fokus atau menangkap tulisan, jadi butuh media berbeda.

Di sinilah audiobook membantu. Platform ini ideal untuk mengikuti pelajaran. Anda bisa menyerap materi sesuai kecepatan membaca sendiri dan menyesuaikan pengalaman.

Selain itu, audiobook bisa meningkatkan kemampuan mendengarkan. Banyak platform menawarkan intonasi/lafal berbeda yang penting untuk memahami materi.

Lebih Jarang Terdistraksi

Saat membaca buku fisik/ebook, Anda mudah terdistraksi. Media sosial dan hiburan lain menggoda, apalagi jika isi buku kurang menarik. Akibatnya, fokus hilang dan pemahaman ikut berkurang.

Risiko terdistraksi jauh lebih kecil di audiobook. Seperti yang dibahas tadi, audiobook menawarkan pengalaman imersif yang membuat Anda lebih fokus dan mengurangi kebutuhan membaca ulang.

Manfaat Membaca untuk Mengingat

Konten audio sangat bermanfaat bagi semua pelajar. Namun, Anda tetap dapat meningkatkan ingatan lewat membaca buku. Inilah yang membuat salinan fisik cocok untuk menghafal:

Membaca Lebih Cepat dari Mendengarkan

Rata-rata, Anda dapat membaca 250–300 kata/menit. Saat mendengarkan audiobook, jumlah kata yang dipahami berkurang sekitar 40%. Artinya, membaca bisa membuat Anda memperoleh informasi lebih banyak.

Jika waktu Anda terbatas dan butuh cepat menyelesaikan bacaan, opsi terbaik adalah membaca. Namun, sebelum memilih buku fisik atau buku nonfiksi, ingat bahwa audiobook memungkinkan Anda melakukan hal lain sambil menyimak konten.

Kendali Penuh atas Kecepatan Menyerap Materi

Membaca bisa lebih baik jika Anda ingin mengendalikan kecepatan pemahaman. Anda bebas membaca pelan atau cepat sesuai kebutuhan agar makin paham.

Sebaliknya, beberapa platform audiobook punya narator yang bicara terlalu cepat. Kalau tidak bisa mengikuti, bukan tidak mungkin pesan penting terlewat.

Audio terkadang terdistorsi atau tak terdengar saat muncul suara latar. Selain itu, logat narator asing juga bisa menyulitkan pemahaman.

Karena itu, sebaiknya kombinasikan membaca dan mendengarkan. Transkrip tulisan dapat sangat mendukung retensi materi.

Membaca Memerlukan Fokus Mental

Proses menghafal itu rumit. Kadang, kemampuan mengingat buku sangat bergantung pada seberapa fokus Anda ke materi.

Membaca lebih baik dalam hal ini karena mengasah fokus. Anda tak bisa sekadar baca sekilas lalu mengingat. Dengan menuntut fokus, Anda kadang justru lebih paham dibanding hanya mendengar.

Speechify Audiobooks - Tenggelam dalam Buku Audio

Buku fisik menawarkan banyak hal, tapi audiobook lebih unggul, terutama di era digital saat ini. Lalu, platform audiobook mana yang sebaiknya dipilih? Speechify Audiobooks jawabannya.

Perpustakaannya menawarkan lebih dari 100.000 judul seru. Ada karya penulis ternama seperti Stephen King, J.K. Rowling, J.R.R. Tolkien, Dan Brown, dan Oprah Winfrey. Judul premium pertama gratis, begitu juga ratusan klasik lainnya.

Jangan ragu untuk coba Speechify Audiobooks sekarang.

FAQ

Mana yang lebih baik untuk hafalan: Membaca atau Mendengarkan?

Umumnya, mendengarkan lebih baik untuk menghafal karena lebih imersif.

Apakah audiobook membantu mengingat lebih banyak?

Audiobook dapat membantu Anda lebih mudah mengingat berkat narasi yang menarik dan tempo yang pas.

Apakah audiobook sama efektifnya dengan membaca?

Audiobook sama efektifnya, bahkan bisa lebih unggul, dalam menghafal materi daripada membaca.

Apakah ada perbedaan waktu signifikan antara membaca buku dan mendengarkan audiobook?

Membaca buku biasanya lebih cepat dari mendengarkan, tetapi Speechify dan beberapa platform lain memungkinkan percepatan audio agar waktu yang dibutuhkan hampir sama.

Nikmati suara AI tercanggih, file tanpa batas, dan dukungan 24/7

Coba gratis
tts banner for blog

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.