Teks ke suara untuk afasia
Orang dengan gangguan komunikasi sering kesulitan mengungkapkan pikiran, perasaan, dan keinginan mereka. Mereka juga punya keterbatasan dalam mengakses konten, membaca buku, dan mendapatkan pengetahuan baru. Untungnya, alat teknologi bantu seperti teks ke suara dapat membantu. Orang dengan afasia dan gangguan serupa kini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi, sekaligus mengurangi stres dan kecemasan akibat disabilitas mereka.
Apa itu afasia?
Afasia adalah gangguan komunikasi yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam menggunakan dan memahami bahasa. Masalah ini bisa terjadi pada bahasa tertulis maupun lisan, dan paling sering muncul setelah cedera otak traumatis atau stroke. Tumor otak dan penyakit degeneratif juga bisa menyebabkan afasia. Ilmu yang mempelajari gangguan bahasa ini disebut afasiologi. Gejala umum afasia meliputi:
- Berbicara dengan kalimat tidak lengkap
- Ucapan yang tidak masuk akal
- Mengganti satu bunyi atau kata dengan yang lain
- Menggunakan kata yang tidak dikenali
- Sulit menemukan kata
- Tidak memahami teks
- Menulis kalimat yang tidak masuk akal
- Tidak memahami percakapan orang lain
Apa itu teknologi teks ke suara?
Teks ke suara (TTS) adalah teknologi bantu yang membacakan teks tertulis di komputer, tablet, atau ponsel. TTS juga dikenal sebagai teknologi "baca keras" karena bisa membacakan kata dan teks. Akses informasi auditif yang mudah dari TTS berguna bagi anak dan orang yang kesulitan membaca. TTS juga membantu aktivitas mengedit, menulis, dan fokus. Kini, semua perangkat digital bisa menggunakan TTS, dan hampir semua teks bisa dibacakan dengan software TTS. Banyak aplikasi bahkan sudah menyediakan fitur baca keras bawaan. Sebagai pengguna TTS, Anda bisa mendengarkan halaman web, file PDF, e-mail, atau bahkan pesan teks dengan suara.
Bagaimana teks ke suara membantu orang dengan afasia
TTS membantu membaca bahan bacaan panjang
Kebanyakan orang dengan afasia menghadapi tantangan saat melakukan aktivitas seperti membaca. Dengan aplikasi TTS, mereka bisa memproses bacaan lebih cepat. Aplikasi afasia di iOS dan Android dapat membantu mereka membaca teks panjang, halaman web, dokumen PDF, dan banyak lagi sesuai kecepatan sendiri. Penderita cedera otak atau afasia kadang harus belajar membaca dari awal. Mendengar sambil membaca membantu memperbaiki pengucapan, intonasi, dan meningkatkan keterampilan bahasa mereka.
Dikte jelas bagi yang kesulitan bicara
Banyak smartphone masa kini punya fitur aksesibilitas untuk membantu orang dengan kesulitan berbicara mengoperasikan perangkat. Dikte atau ucapan ke teks adalah fitur bawaan di Android dan iOS yang memungkinkan pengguna mengucapkan kata atau kalimat lalu otomatis muncul menjadi teks. Mereka yang tidak bisa mengetik atau sulit mengeja juga bisa memanfaatkan fitur ini. Banyak teks ke suara juga sudah mendukung fungsi dikte.
TTS menyediakan beragam pilihan suara
Teknologi teks ke suara terus berkembang. Dulu hanya suara komputer yang kadang sulit dipahami, sekarang tersedia suara yang jauh lebih natural. Pengguna bisa memilih suara (perempuan atau laki-laki) dengan nada berbeda untuk pengalaman mendengarkan yang dapat disesuaikan.
Beragam alat tersedia
Teknologi teks ke suara menyediakan banyak alat untuk berbagai kebutuhan. Berikut gambaran beberapa software populer:
- SmallTalk – Aplikasi AAC untuk membantu orang afasia berkomunikasi lewat gambar, kata, dan simbol
- Lexico Cognition – Aplikasi untuk membangun kosakata, pemahaman bahasa, serta latihan memori lewat permainan dan pertanyaan
- Speechify – Teks ke suara yang mengubah teks cetak maupun digital menjadi file audio
- Murf – Alat teks ke suara untuk membuat voice over presentasi, video, dan e-Learning untuk pengidap disabilitas belajar dan afasia
- Synthesys – Generator suara natural dari teks
Coba Speechify untuk afasia
Speechify adalah aplikasi TTS yang cocok untuk afasia kronis, apraksia, autisme, ADHD, disleksia, maupun gangguan membaca lainnya. Terapis wicara dan ahli patologi wicara sering memakai aplikasi ini untuk membantu pasien membaca. Sudah lebih dari 20 juta orang mengunduh aplikasinya. Antarmuka yang mudah membuat unggah dokumen serta membuat suara jadi praktis. File bisa diunduh offline, kecepatan baca dapat diatur, suara narasi bisa diganti, dan banyak fitur lain. Speechify mendukung puluhan bahasa, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Arab, Portugis, Italia, Spanyol, dan lainnya. Tersedia untuk iPhone, iPad, Android, serta perangkat mobile lain. Anda bisa unduh gratis dari Google Play, App Store, atau melalui situs resmi.
FAQ
Bisakah orang afasia mengetik pesan teks?
Kondisinya berbeda pada tiap pasien afasia. Sebagian bisa mengetik pesan tanpa masalah, yang lain kesulitan membedakan kata dan huruf. Mengetik juga bisa jadi lebih sulit daripada menulis tangan untuk yang afasianya berat.
Apa aplikasi teks ke suara yang paling realistis?
Speechify bisa dibilang aplikasi teks ke suara yang paling realistis. Softwarenya punya banyak suara alami untuk pengalaman mendengarkan yang lebih imersif. Aplikasi realistis lain: NaturalReader, Murf, dan Voice Dream Reader.
Alat apa yang bisa membantu pasien afasia ekspresif berkomunikasi?
Aplikasi di ponsel seperti Lingraphica, SmallTalk, The Comprehension Aphasia, My React2, dan aplikasi augmentative & alternative communication (AAC) lain sangat membantu.
Apa software teks ke suara terbaik untuk afasia?
Speechify, NaturalReader, dan Amazon Polly adalah beberapa aplikasi teks ke suara terbaik. Cara pakainya mudah, kontrol pemutaran bagus, dan pengalaman imersif, sehingga cocok untuk pasien afasia.
Apa aplikasi paling bermanfaat untuk orang dengan afasia?
Sulit menentukan satu aplikasi paling bermanfaat bagi semua penderita afasia. CommunicAide, Grid Player, dan Verbally bisa membantu pasien afasia menyampaikan pesan lewat gambar.
Apakah suara teks ke suara bisa diganti?
Ya, banyak software online yang memungkinkan pengguna membuat teks ke suara dan mengubah suara rekaman. Speechify adalah salah satunya.
Apa beda pengenalan suara dan teks ke suara?
Pengenalan suara mengubah suara jadi teks. Teks ke suara kebalikannya, mengubah teks jadi suara.
Apa bedanya afasia dan disartria?
Kedua kondisi bisa muncul akibat trauma otak seperti cedera, stroke, atau tumor. Afasia terjadi saat orang tak bisa memahami atau menggunakan bahasa dengan baik, sedangkan disartria membuat orang tak dapat mengontrol otot bicara.

