Apa itu ADHD?
ADHD adalah singkatan dari attention deficit hyperactivity disorder, yang dulu dikenal sebagai attention deficit disorder (ADD). Meski menurut National Institute of Mental Health (NIMH) dan DSM-5 termasuk gangguan mental, kini lebih sering dipahami sebagai gangguan perkembangan saraf dengan ciri hiperaktif-impulsif.
Dalam psikiatri, ADHD juga dijelaskan sebagai kondisi perilaku yang mengganggu fungsi eksekutif seperti kemampuan fokus, berkonsentrasi, dan tetap tenang saat melakukan aktivitas sederhana maupun kompleks. Gejala ADHD bisa menyulitkan saat bekerja, sekolah, belajar, maupun dalam situasi sosial lain yang dapat memicu kecemasan.
Sebagian orang dengan ADHD juga mengalami kesulitan belajar, misalnya kesulitan membaca dan memahami materi. Karena itu, disarankan memakai alat bantu. Salah satunya aplikasi text to speech yang membantu memahami tulisan dengan lebih mudah.
Apa itu ADHD dan apa saja gejalanya?
Ada banyak faktor yang diduga memicu ADHD. Salah satunya faktor genetik, artinya bisa diturunkan dalam keluarga. Namun, ada juga faktor risiko lain seperti cedera otak, berat badan lahir rendah, dan paparan faktor lingkungan tertentu.
Ada banyak gejala yang bisa membantu menilai apakah Anda atau seseorang yang Anda kenal memiliki gangguan ini. Gejala bisa muncul sejak kecil, tapi biasanya mulai tampak saat anak masuk sekolah, meskipun orang dewasa pun tetap bisa didiagnosis jika belum terdeteksi saat masih anak-anak.
Gejala hiperaktif memang sering lebih mudah terlihat pada anak, tapi ADHD juga dialami remaja dan orang dewasa. Gejala bisa berdampak negatif pada kesehatan mental dan rasa percaya diri. Meski gejala dapat berkurang, para ahli menyarankan penanganan gangguan perilaku seperti ADHD sedini mungkin.
Secara garis besar, gejala ADHD terbagi dua kelompok:
- Sulit fokus dan konsentrasi
- Hiperaktif dan impulsif
Sayangnya, ini tidak berarti Anda hanya mengalami salah satu saja. Banyak penyandang ADHD merasakan keduanya: sulit fokus sekaligus mengalami masa-masa impulsif dan hiperaktif.
Beberapa gejala umum ADHD antara lain:
- Rentang perhatian pendek
- Sering gelisah dan banyak bergerak tanpa kontrol
- Sulit bertahan pada tugas yang lama
- Sulit mengatur atau merapikan sesuatu
- Mudah lupa
- Kurang memperhatikan detail
- Banyak bicara
- Kurang peka terhadap bahaya
- Tidak sabar menunggu giliran
Apa saja pilihan pengobatan ADHD?
Penanganan ADHD yang efektif biasanya berupa kombinasi obat, psikoterapi, dan terapi perilaku. Dengan pendekatan ini, penyandang ADHD tetap bisa hidup sehat dan berkualitas meski memiliki diagnosis ADHD. Namun, hanya tenaga medis yang berwenang merekomendasikan obat dan terapi yang tepat. Di sini kami hanya menyebut beberapa obat dan metode yang umum.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan American Psychiatric Association (APA) merekomendasikan beberapa obat stimulan dan nonstimulan untuk ADHD. Di antaranya:
- Methylphenidate
- Lisdexamfetamine
- Dextroamphetamine
- Atomoxetine
- Guanfacine
Bagaimana ADHD bisa dikelola secara efektif?
Menjalani hidup dengan ADHD punya tantangan tersendiri. Namun, meski gejalanya bisa mengganggu aktivitas harian, dengan pengelolaan yang tepat penyandang ADHD tetap bisa berprestasi dan mengatasi berbagai hambatan.
Salah satu sumber informasi yang bagus adalah majalah Children and Adults with Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (CHADD). Selain memberikan penjelasan dasar, majalah ini juga membahas rencana perawatan untuk segala kelompok usia.
Misalnya, jika anak Anda mempunyai ADHD, majalah CHADD menyarankan Anda ikut membantu merencanakan hari-hari mereka. Menyusun rutinitas harian bisa sangat membantu. Di samping itu, disarankan juga untuk tetap positif, menetapkan batasan yang jelas, dan menjelaskan kepada orang lain apa yang realistis diharapkan dari anak Anda.
Alat bantu disabilitas belajar—Pembaca text to speech
Selain terapi atau obat, Anda juga bisa mempermudah hidup anak atau diri sendiri dengan alat bantu. Karena penyandang ADHD bisa mengalami tantangan saat membaca, penting mencari cara agar tetap bisa fokus sehingga isi bacaan lebih mudah dipahami, terutama saat sekolah atau belajar untuk ujian.
Salah satu alat bantu terbaik untuk menikmati bacaan adalah audiobook. Namun, tidak semua materi tertulis tersedia dalam bentuk audio. Untuk itu, Anda bisa menggunakan text to speech (TTS) untuk mengubah teks digital, bahkan kadang teks cetak, menjadi suara. Nah, di sinilah kami kenalkan alat TTS andalan—Speechify.
Speechify
Speechify adalah teman ideal bagi siapa pun dengan ADHD, disleksia, atau gangguan penglihatan. Ini adalah aplikasi text to speech dengan teknologi AI canggih, machine learning, dan OCR. Jadi, nyaris semua teks bisa diubah menjadi suara yang terdengar natural.
Speechify menyediakan lebih dari 30 suara dan mendukung 15+ bahasa selain Inggris. Anda bisa memperlambat atau mempercepat narator AI sesuka hati dan menandai bagian yang ingin didengarkan ulang. Fitur lain: foto teks fisik pun bisa diubah menjadi audio.
Selain kaya fitur dan mudah digunakan, Speechify juga tersedia di semua platform utama. Anda bisa memakainya sebagai aplikasi di iOS dan Android, maupun di komputer Windows atau macOS. Untuk desktop, Speechify tersedia sebagai plug-in untuk Google Chrome atau browser Safari.
Speechify terutama dirancang sebagai alat aksesibilitas bagi mereka dengan disleksia dan ADHD, serta sangat membantu menjaga fokus saat membaca, belajar, atau menyunting pekerjaan Anda.
FAQ
Apa efek ADHD pada seseorang?
Karena perbedaan di otak, ADHD memengaruhi perhatian dan perilaku seseorang. Orang dengan ADHD lebih sulit mengabaikan gangguan. ADHD membuat penderitanya susah fokus, mendengarkan, dan menunggu giliran. Dampaknya terasa di berbagai area hidup—kerja, sekolah, rumah, dan situasi sosial.
Apa 9 gejala ADHD?
- Perilaku impulsif
- Tidak teratur
- Kurang bisa mengatur waktu
- Sulit fokus di tugas sekolah
- Sulit multitasking
- Sering ceroboh
- Sering melamun
- Sulit merencanakan
- Mudah frustrasi
Apa pengobatan ADHD yang paling umum?
Kebanyakan dokter menyarankan kombinasi obat stimulan, psikoterapi, dan terapi perilaku. Beberapa pengobatan ADHD yang paling sering diresepkan antara lain:
- Methylphenidate
- Norepinephrine
- Lisdexamfetamine
- Ritalin
- Adderall
- Dexamfetamine
- Atomoxetine
- Guanfacine
Meski dapat membantu fokus, konsentrasi, membuat lebih tenang, mengurangi impulsif, dan mendukung belajar keterampilan baru, tidak ada satu pun obat yang menjadi solusi permanen. Ada obat yang diminum setiap hari, ada pula yang hanya digunakan saat ke sekolah, kantor, atau acara sosial, tergantung efek samping dan kondisi mental secara keseluruhan.

