1. Beranda
  2. Buku
  3. Mengapa audiobook juga termasuk membaca
Dipublikasikan pada Buku

Mengapa audiobook juga termasuk membaca

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Mengapa audiobook juga termasuk membaca

Audiobook sudah ada sejak tahun 1930-an dan belakangan makin populer di kalangan Milenial dan Gen Z. Banyak orang menjadikannya alternatif membaca karena cara menyerap informasinya berbeda. Namun, ada juga yang tidak menganggap ini sebagai membaca.

Artikel ini akan menjelaskan mengapa audiobook termasuk kegiatan membaca sekaligus membahas berbagai manfaatnya.

Mengapa audiobook dihitung sebagai membaca

Audiobook dihitung sebagai membaca karena butuh kemampuan kognitif yang sama seperti buku fisik. Kita perlu memperhatikan cerita, mengikuti alur, dan mengingat nama karakter serta detail-detail. Itu sebabnya audiobook cocok untuk pelajar, orang dengan disabilitas, atau mereka yang mengalami kesulitan membaca seperti disleksia.

Selain itu, baik kata tertulis maupun versi audio sama-sama membuat kita larut dalam cerita. Kata-kata di halaman atau suara di audiobook sama-sama membangkitkan imajinasi dan membentuk gambaran di kepala.

Menurut Daniel Willingham, profesor psikologi di University of Virginia, mendengarkan audiobook butuh fokus setara membaca buku cetak. Jika melewatkan beberapa kalimat, pemahaman dan ingatan bisa terganggu.

Singkatnya, pemahaman membaca setara untuk audiobook dan cetak. Meski tak membalik halaman, pikiran kita tetap aktif merangkai cerita—baik saat menyimak novel fantasi dari klub buku maupun membaca buku nonfiksi pendidikan.

Seberapa efektif audiobook?

Debat antara audiobook vs buku cetak menarik untuk dibahas. Ada yang bilang mendengarkan teks lebih rendah dari membaca, dan ini didukung beberapa penelitian.

Beberapa studi (Dixon, Simon, Nowak, & Hultsch, 1982Green, 1981, dan Daniel & Woody, 2010) menunjukkan ingatan setelah membaca lebih baik ketimbang hanya mendengarkan.

Studi lain menyatakan teks tertulis punya keunggulan dibanding teks digital soal memori dan ingatan.

Ini karena teks cetak mudah diingat lokasinya di halaman, sehingga pembaca dapat memakai petunjuk visual untuk membantu mengingat. Hal ini jadi pembeda dengan audiobook karena pendengar tak mendapat petunjuk lokasi tersebut.

Namun, ada banyak bukti juga bahwa audiobook sama efektifnya dengan teks tertulis, bahkan kadang lebih unggul.

Pada studi tahun 2016 menunjukkan, peserta yang mendengarkan Unbroken karya Laura Hillenbrand, nilainya setara dalam tes pemahaman dan daya ingat dibanding pembaca. Ini artinya otak kita memproses audiobook secara mirip dengan buku cetak.

Di sisi lain, beberapa buku memang terasa lebih hidup saat dibacakan. Mendengar cerita menghadirkan nuansa dan detail yang sering terlewat saat membaca diam-diam. Selain itu, ada narator berbakat yang membawakan cerita dengan sangat hidup sehingga sangat asyik didengar.

Profesor Willingham juga lebih memilih audiobook. Dia berpendapat manusia sudah berkomunikasi secara lisan ribuan tahun, sedangkan kata tertulis adalah media komunikasi yang lebih baru.

Artinya, kemampuan visual kita tidak sebaik kemampuan memahami bahasa lisan. Kita lebih cepat memproses suara dibandingkan membaca teks tertulis.

Selain itu, pendengar bisa mendapat info lebih banyak dari intonasi atau nada suara pembicara daripada saat membaca diam-diam.

Sarkasme, misalnya, jauh lebih mudah dipahami lewat audio dibandingkan teks tertulis.

Akhirnya, orang yang mendengar karya-karya penulis lama seperti William Shakespeare dibacakan cenderung lebih mudah menangkap makna dari penyajian aktor daripada hanya membaca teks berbahasa kuno.

Manfaat audiobook

Audiobook punya banyak manfaat. Pertama, membantu siswa melatih kemampuan mendengarkan. Jika Anda sering kesulitan mengikuti kuliah atau pidato, audiobook bisa melatih pemahaman bahasa dan literasi.

Kedua, audiobook dibacakan profesional dengan berbagai suara, sehingga Anda dapat mendengar pelafalan dan intonasi kata yang benar. Ini membantu meningkatkan kemampuan menyimak di bidang lain.

Selain itu, audiobook cocok untuk multitasking. Nikmati buku terlaris saat berolahraga, naik kendaraan, atau beres-beres rumah. Anda akan kaget seberapa banyak yang bisa dilakukan sambil mendengarkan cerita.

Terakhir, audiobook bisa meningkatkan pemahaman Anda terhadap materi. Mendengarkan buku membuat Anda bisa mengikuti intonasi penulis serta berbagai ekspresi (tekanan, nada, tempo). Ini membantu menangkap maksud penulis.

Speechify: Solusi andalan untuk text to speech

Speechify cara mudah untuk mendengarkan teks selain audiobook. Aplikasi ini mengubah semua teks menjadi audio, cocok untuk mengonversi website, dokumen, email, media sosial, materi e-learning, dan banyak lagi ke suara alami.

Tetapi Speechify bukan sekadar e-reader. Speechify juga bisa menerjemahkan dokumen ke bahasa lain. Jadi, saat hendak membaca kontrak luar negeri maupun belajar bahasa, Speechify solusinya.

Anda juga dapat mengatur kecepatan baca audio sesuai kenyamanan. Plus, Anda bisa daftar sebagai pengguna gratis dan coba aplikasinya sebelum berlangganan.

Jadi, tunggu apa lagi? Mulai di speechify.com sekarang juga.

FAQ

Bagaimana audiobook membantu membaca?

Audiobook membantu mengenali dan melafalkan kata. Mendengarkan audiobook juga mampu meningkatkan pemahaman, terutama untuk siswa yang kesulitan membaca karena disleksia.

Apa hanya bisa mendengarkan audiobook?

Ya, Anda bisa hanya mendengarkan audiobook. Pada beberapa situasi, mendengarkan audiobook bahkan lebih nyaman daripada membaca cetak.

Bagaimana Anda bisa mendapat manfaat dari audiobook?

Audiobook memberi banyak manfaat: meningkatkan pemahaman & fokus saat membaca, akses mudah ke buku dalam berbagai format, dan stimulasi otak yang lebih baik.

Nikmati suara AI tercanggih, file tanpa batas, dan dukungan 24/7

Coba gratis
tts banner for blog

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.