YouTube, salah satu platform media sosial terdepan, meluncurkan fitur baru revolusioner—dubbing multi-bahasa untuk video. Inovasi ini membawa perubahan besar bagi para kreator konten dan penonton di seluruh dunia.
Dengan hadirnya dubbing multi-bahasa, kini satu video YouTube bisa punya banyak pilihan bahasa. Fitur ini membantu kreator menjangkau penonton internasional yang bisa menikmati konten dalam bahasa mereka sendiri. Awalnya, fitur ini hanya tersedia untuk grup kreator terbatas, kini sudah diperluas lewat Creator Studio bagi kreator yang memenuhi syarat.
Salah satu influencer yang mencoba fitur ini lebih dulu adalah Jimmy Donaldson alias MrBeast. Videonya didubbing ke berbagai bahasa seperti Spanyol dan Portugis, menargetkan penonton di Meksiko, India, dan negara lain. Menurut Hollywood Reporter, waktu tonton di channel utama MrBeast melonjak setelah memakai fitur ini, membuktikan efektivitasnya.
Dengan fitur audio multi-bahasa, kreator bisa menambah beberapa track audio berbeda pada satu video. Penonton bebas memilih bahasa yang diinginkan, sehingga pengalaman menonton jadi lebih nyaman. Sebelumnya kreator harus membuat channel terpisah atau mengunggah video yang sama dalam berbagai bahasa. Kini proses jauh lebih praktis tanpa perlu channel tambahan.
Mematikan dubbing juga sangat mudah. Saat menonton video YouTube yang didubbing, kamu bisa kembali ke suara asli dengan memilih audio original di menu opsi. Fitur ini memberi fleksibilitas, memungkinkan penonton berganti antara dubbing dan audio asli sesuai selera.
Kenapa video YouTube didubbing? YouTube menghadirkan dubbing untuk memperluas akses ke konten mereka. Penambahan track audio multi-bahasa bertujuan meningkatkan engagement dengan menjangkau audiens yang lebih beragam. Menurut Hollywood Reporter, langkah ini terinspirasi dari penyedia konten besar seperti Amazon dan Netflix, yang juga menawarkan dubbing multi-bahasa untuk banyak video populer.
Penting untuk membedakan antara dubbing dan subtitle. Keduanya menerjemahkan konten, tapi dubbing mengganti audio asli dengan suara terjemahan. Sementara subtitle menampilkan teks terjemahan di bagian bawah layar. Subtitle mengharuskan penonton membaca sambil menonton, sedangkan dubbing memungkinkan menyimak konten dalam bahasa pilihan, sehingga kualitas pengalaman audio jadi lebih baik.
Untuk melengkapi fitur baru ini, YouTube juga memperbarui alat editor subtitle, sehingga lebih mudah bagi kreator menambahkan subtitle yang akurat dalam berbagai bahasa. Perpaduan audio multi-bahasa dan alat subtitle akan sangat memperluas jangkauan kreator.
Berikut 8 software atau aplikasi terbaik untuk membuat video dubbing:
- Speechify Dubbing: Speechify Dubbing memudahkan dubbing video ke 2+ bahasa. Cukup unggah video, pilih bahasa, lalu klik Dub. Beres.
- Adobe Audition: Terkenal sebagai software produksi audio, bagus untuk merekam & mengedit audio dubbing.
- Audacity: Platform gratis & open-source dengan banyak alat editing audio, cocok untuk pemula hingga profesional.
- ChatGPT: Alat AI dari OpenAI yang mampu menghasilkan skrip terjemahan, memudahkan proses dubbing.
- iMovie: Bagi pengguna Apple, alat lengkap untuk editing video & menambah audio dubbing.
- VoiceOver: Aplikasi voiceover populer dengan beragam suara dalam banyak bahasa.
- VideoDubber: Platform dubbing otomatis yang menyediakan terjemahan ke banyak bahasa.
- Fiverr: Bukan software, tapi platform untuk mencari artis suara profesional buat dubbing dalam banyak bahasa.
- Sonic Localization: Spesialis lokaliasi game, juga bagus untuk dubbing video.
Dubbing multi-bahasa membawa YouTube sejajar dengan platform seperti Netflix, Amazon, dan TikTok yang menawarkan fitur serupa. Disebutkan oleh CEO Tesla, Musk, langkah YouTube ini memperluas inklusivitas global di media sosial.

